Alasan KPK Sempat Amankan Istri Kedua Bupati Suhardiman Saat OTT di Kuansing
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat mengamankan Suci Nitia Edwar, istri kedua Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby (SA), dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di wilayah
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat mengamankan Suci Nitia Edwar, istri kedua Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby (SA), dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di wilayah tersebut. Pengamanan sementara terhadap Suci dilakukan lantaran penyidik menemukannya di rumah dinas bupati saat hendak mencari sang kepala daerah. Keberadaannya di lokasi tersebut membuat tim penyidik kemudian melakukan pemeriksaan awal untuk menggali keterangan terkait perannya dalam kasus dugaan suap yang menjerat suaminya. Langkah ini merupakan bagian dari prosedur standar penyidik untuk mengumpulkan bukti dan keterangan dari pihak-pihak yang berada di tempat kejadian saat OTT berlangsung.
Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik menjelaskan bahwa Suci Nitia Edwar diamankan sebagai saksi dalam perkara ini. Menurutnya, ketika tim tiba di kediaman dinas Suhardiman Amby, yang ditemui hanyalah istri keduanya tersebut, sehingga tim memutuskan untuk membawanya guna diperiksa lebih lanjut.
"Untuk istri keduanya tadi memang sempat diamankan karena yang ditemukan oleh tim di lapangan tadi ketika ke rumahnya SA, yang ada hanyalah istrinya itu sebagai saksi dalam perkara ini," ujar Achmad Taufik dalam keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026), seperti dilansir Lurusin.com.
Selain diperiksa sebagai saksi, nama Suci Nitia Edwar juga muncul dalam daftar pihak yang memanfaatkan aset hasil dugaan suap. Laporan yang dihimpun media kami menyebutkan, salah satu barang bukti berupa satu unit mobil Mitsubishi Pajero Sport senilai Rp700 juta yang berasal dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing Zulkarnain (ZKN) kerap digunakan oleh Suci. Temuan ini semakin menguatkan dugaan adanya aliran suap yang tidak hanya dinikmati oleh Bupati Suhardiman Amby secara pribadi, tetapi juga dimanfaatkan oleh keluarga terdekatnya. Keikutsertaan keluarga dalam pemanfaatan aset hasil korupsi tersebut menjadi salah satu fokus penyidik KPK untuk memetakan secara detail modus dan jaringan suap yang terjadi di lingkungan pemerintahan Kuansing.
Comments (0)