Aktivis Desak Polisi Tangkap 15 Pelaku Pemerkosa Anak di Sampang

Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, terus menuai kecaman publik. Meski sejumlah terduga pela

Jul 13, 2026 - 13:55
0 0
Aktivis Desak Polisi Tangkap 15 Pelaku Pemerkosa Anak di Sampang

Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, terus menuai kecaman publik. Meski sejumlah terduga pelaku telah diamankan, sebanyak 15 orang lainnya masih buron. Kondisi ini memicu gelombang protes dari aktivis perlindungan anak yang menilai lambannya penangkapan berpotensi menghilangkan barang bukti dan menyulitkan proses hukum.

Kronologi Terungkapnya Kasus

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus ini bermula pada awal Maret 2025 ketika seorang siswi SMP berinisial D (13 tahun) ditemukan dalam kondisi lemas dan trauma berat oleh keluarganya. Setelah didampingi, korban mengaku diperkosa secara bergilir oleh lebih dari satu pelaku di sebuah gudang penyimpanan barang bekas di pinggiran Kota Sampang. Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sampang segera melakukan penyelidikan. Hingga pertengahan April, polisi telah menangkap 5 terduga pelaku, namun 15 lainnya diketahui melarikan diri ke berbagai wilayah di Jawa Timur dan luar pulau.

Desakan Aktivis Menguat

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur, Siti Maemunah, menyatakan bahwa kasus ini termasuk kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang memerlukan penanganan ekstra cepat. Dalam konferensi pers virtual, ia menegaskan:

Kami mendesak Kapolres Sampang dan jajaran Polda Jatim untuk segera menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) terhadap 15 pelaku yang masih buron. Ini bukan sekadar angka, tapi menyangkut masa depan seorang anak yang hancur.

LPA juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat agar para buron tidak sempat menghilangkan jejak atau mempengaruhi saksi. Aktivis lainnya, Andi Yulianto dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), menambahkan bahwa kasus ini mengindikasikan adanya kerentanan sosial di lingkungan setempat, seperti kurangnya penerangan jalan dan pengawasan warga di sekitar lokasi kejadian.

Respons Aparat Kepolisian

Kapolres Sampang AKBP Hendro Prasetyo membenarkan bahwa 15 terduga pelaku masih buron dan telah dimasukkan dalam DPO. Pihaknya telah membentuk tim gabungan gabungan dari unit Reskrim dan PPA untuk memburu para pelaku. "Kami sudah mengantongi identitas lengkap mereka. Sebagian diduga melarikan diri ke Surabaya, Malang, dan Kalimantan. Tim kami sedang berkoordinasi dengan polres setempat untuk melakukan penangkapan," ujarnya. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak main hakim sendiri jika menemukan keberadaan para buron.

Kondisi Korban dan Dukungan Psikososial

Hingga kini, korban masih menjalani pendampingan psikologis intensif di rumah aman milik Dinas Sosial Sampang. Trauma berat yang dialaminya menyebabkan korban enggan keluar rumah dan mengalami gangguan tidur. Tim konselor dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) menyediakan terapi bermain dan konseling rutin. Keluarga korban berharap seluruh pelaku segera ditangkap agar proses hukum dapat berjalan dan menjadi pelajaran bagi masyarakat.

Tuntutan Aktivis dan Masyarakat

Berbagai elemen masyarakat sipil di Sampang menyampaikan tuntutan tegas kepada aparat penegak hukum, di antaranya:

  • Penerbitan DPO secara terbuka dan penangkapan segera terhadap 15 pelaku buron.
  • Penerapan hukuman maksimal sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana penjara hingga seumur hidup atau kebiri kimia.
  • Penguatan perlindungan saksi dan korban agar tidak mendapat intimidasi dari pihak pelaku.
  • Peningkatan edukasi pendidikan seksual dan pengawasan lingkungan untuk mencegah kekerasan serupa di masa mendatang.

Kasus ini kembali mengingatkan bahwa kekerasan seksual terhadap anak masih menjadi darurat nasional yang memerlukan keterlibatan semua pihak. Lambannya penangkapan 15 pelaku dikhawatirkan akan memperpanjang daftar kelam perlindungan anak di Indonesia.

[SOCIAL_TWEET]: Kasus pemerkosaan anak di Sampang: 15 pelaku masih buron. Aktivis desak polisi segera tangkap. Traumanya gak main-main. #PerlindunganAnak #Sampang #StopKekerasanSeksual[SOCIAL_TG]: ⚠️ 15 Pelaku Pemerkosaan Anak di Sampang Masih Buron! Aktivis Desak Polisi Gerak Cepat. Simak kronologi dan tuntutan mereka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User