Ade Holis Nahkodai Riset NEXT Indonesia Center
Jajaran kepemimpinan lembaga kajian strategis NEXT Indonesia Center resmi bertambah. Sosok Ade Holis ditetapkan sebagai Head of Research yang baru, menandai babak anyar bagi arah riset dan advokasi ke...
Jajaran kepemimpinan lembaga kajian strategis NEXT Indonesia Center resmi bertambah. Sosok Ade Holis ditetapkan sebagai Head of Research yang baru, menandai babak anyar bagi arah riset dan advokasi kebijakan organisasi tersebut. Pengangkatan ini diumumkan secara internal pada awal pekan dan disambut optimisme tinggi dari kalangan peneliti serta mitra strategis lembaga.
Rekam Jejak Sang Kepala Riset
Ade Holis bukan nama asing di lingkungan riset dan analisis kebijakan publik. Ia mengawali perjalanan intelektualnya sebagai peneliti muda di sejumlah lembaga non-pemerintah yang fokus pada isu tata kelola, demokrasi, dan pembangunan daerah. Sebelum bergabung dengan NEXT Indonesia Center, ia lama berkecimpung di dunia konsultasi strategis, membantu pemerintah daerah merancang peta jalan reformasi birokrasi dan memperkuat partisipasi masyarakat sipil dalam pengambilan keputusan.
Pendidikan formalnya ditempuh di dua benua berbeda. Ade meraih gelar sarjana dari perguruan tinggi negeri terkemuka di Jawa Barat, kemudian melanjutkan studi magister di salah satu universitas di kawasan Asia-Pasifik yang dikenal memiliki tradisi riset kebijakan publik yang kokoh. Kombinasi pengalaman lapangan dan kedalaman metodologi riset menjadikannya figur yang dianggap mampu menjembatani kesenjangan antara data dan kebijakan yang berpihak pada publik.
Visi Riset yang Kontekstual dan Partisipatif
Dalam pernyataan perdananya, Ade menegaskan bahwa agenda riset di bawah komandonya akan bertumpu pada tiga pilar utama: kedalaman data, ketepatan metode, dan keberpihakan pada kelompok rentan. Ia menilai bahwa banyak produk riset di Indonesia masih berhenti sebagai dokumen meja, tanpa terhubung langsung dengan denyut persoalan warga. "Kami tidak hanya akan menghasilkan kertas kerja, tetapi juga menyusun instrumen yang bisa langsung dipakai oleh para pembuat kebijakan," ungkapnya.
Pendekatan partisipatif menjadi ciri khas yang ingin ia kuatkan. Menurut Ade, keterlibatan komunitas, pemerintah desa, hingga sektor swasta harus menjadi bagian dari siklus riset sejak tahap desain. Dengan begitu, rekomendasi kebijakan yang lahir tidak tercerabut dari realitas sosial yang kompleks. NEXT Indonesia Center berencana menggulirkan sejumlah studi kolaboratif yang melibatkan perguruan tinggi di berbagai provinsi, sekaligus memperluas jangkauan geografis kajian lembaga yang selama ini cenderung terpusat di Jawa.
Tantangan dan Peluang Riset di Era Disrupsi
Ade Holis menyadari bahwa ekosistem riset nasional tengah menghadapi tekanan ganda. Di satu sisi, banjir informasi digital mempersulit kerja verifikasi dan analisis; di sisi lain, pendanaan riset yang stabil masih menjadi barang langka bagi lembaga independen. Namun ia melihat peluang besar pada pemanfaatan big data dan kecerdasan artifisial yang diintegrasikan dengan metode kualitatif partisipatoris. "Kami akan mengeksplorasi cara baru mengumpulkan dan membaca data, tanpa meninggalkan empati yang menjadi inti dari riset sosial," katanya.
Sejalan dengan itu, ia berencana membangun unit analisis data spasial dan sistem peringatan dini terhadap isu-isu kerawanan sosial. Tim yang ia pimpin tengah memfinalkan desain dashboard kebijakan yang dapat menampilkan indeks ketahanan pangan, kualitas layanan publik, dan persepsi korupsi di tingkat kabupaten secara real time. Inisiatif ini diharapkan mampu membantu kepala daerah dan organisasi masyarakat sipil dalam merespons persoalan sebelum melebar menjadi krisis.
Respons Internal dan Mitra Strategis
Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center menyebut kehadiran Ade Holis sebagai suntikan energi intelektual yang dibutuhkan organisasi. "Kami percaya pengalaman dan konsep yang ia bawa akan mendorong transformasi menyeluruh di unit riset kami, terutama dalam hal ketajaman analisis dan kelincahan merespons isu," ujarnya. Sejumlah mitra internasional yang telah lama mendukung program peningkatan kapasitas peneliti muda di lembaga itu juga menyatakan antusiasme terhadap rencana kerja baru yang disusun Ade.
Di kalangan staf peneliti, pendekatan kepemimpinan Ade yang egaliter dan kolaboratif menuai apresiasi. Beberapa peneliti junior mengaku telah dilibatkan dalam diskusi perumusan tema riset tahunan, sebuah langkah yang dianggap jarang terjadi di banyak lembaga sejenis. Lingkungan kerja yang inklusif dinilai penting untuk memastikan regenerasi analis kebijakan tetap terjaga di tengah godaan sektor swasta yang lebih menjanjikan secara finansial.
Agenda Mendesak dan Harapan ke Depan
Sejumlah riset prioritas telah disusun untuk enam bulan pertama masa kerja Ade. Topik yang diangkat mencakup reformasi tata kelola sampah nasional, pemetaan rantai pasok pangan pasca-pandemi, serta studi persepsi pemilih muda jelang kontestasi politik lokal. Seluruh agenda tersebut akan dijalankan dengan prinsip keterbukaan data, sehingga temuan riset dapat diakses oleh publik secara gratis melalui portal resmi lembaga.
Dengan konfigurasi baru di tubuh NEXT Indonesia Center, sejumlah pengamat menilai lembaga ini berpotensi mempertegas posisinya sebagai rumah bersama bagi pemikiran progresif di Tanah Air. Ade Holis, dengan segala pengalaman dan visi metodologis yang dimilikinya, digadang-gadang menjadi sosok kunci yang mampu mendorong pergeseran paradigma riset: dari yang sekadar memotret masalah menjadi katalis solusi yang terukur dan berdampak luas. Publik pun menanti gebrakan pertama sang kepala riset baru dalam menerjemahkan data menjadi kebijakan yang membumi.
Baca juga:
Comments (0)