Keliru, Video SPBU Dibakar Massa karena Protes BBM

Sebuah video yang memperlihatkan kobaran api melalap sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) beredar luas di media sosial dan aplikasi pesan instan. Narasi yang menyertai video tersebut mengk...

Jul 12, 2026 - 20:03
0 0
Keliru, Video SPBU Dibakar Massa karena Protes BBM

Sebuah video yang memperlihatkan kobaran api melalap sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) beredar luas di media sosial dan aplikasi pesan instan. Narasi yang menyertai video tersebut mengklaim bahwa insiden itu dipicu oleh aksi massa yang murka terhadap kebijakan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Klaim ini sontak memicu keresahan di tengah masyarakat, terutama di saat harga kebutuhan pokok yang terus bergejolak. Namun, setelah melalui proses verifikasi menyeluruh, kami menemukan bahwa narasi yang melatari video tersebut tidak sesuai dengan kenyataan.

Klaim yang Beredar

Video berdurasi sekitar 30 detik itu menunjukkan sebuah SPBU yang tengah terbakar hebat. Di latar depan, sejumlah orang tampak berlarian menjauh, sementara kepulan asap hitam membumbung tinggi. Teks yang disematkan pada video berbunyi: "Rakyat sudah gila! SPBU dibakar karena subsidi BBM dicabut. Viral di grup sebelah!" Beberapa unggahan secara eksplisit menyebut lokasi kejadian berada di kawasan Depok, Jawa Barat, dan mengaitkannya dengan kebijakan pembatasan pembelian Pertalite dan Solar yang akan diberlakukan oleh pemerintah pada bulan depan.

Proses Verifikasi

Tim penelusuran fakta segera melakukan analisis terhadap video tersebut dengan menggunakan teknik verifikasi forensik digital. Langkah pertama, kami mengekstrak potongan-potongan gambar utama (keyframe) dari video untuk dilakukan penelusuran gambar terbalik (reverse image search) menggunakan beberapa mesin pencari. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video identik telah beredar di platform YouTube dan TikTok setidaknya sejak tiga bulan lalu, jauh sebelum isu pembatasan BBM menjadi perbincangan hangat.

Kemudian, kami melakukan analisis metadata video yang diunggah oleh sejumlah akun. Meskipun metadata asli sering kali hilang akibat proses kompresi aplikasi perpesanan, pada beberapa unggahan yang lebih utuh kami mendeteksi bahwa video tersebut direkam pada malam hari dan berasal dari perangkat dengan pengaturan zona waktu yang mengindikasikan lokasi di Indonesia bagian timur. Lebih jauh, kami menemukan adanya modifikasi audio: suara teriakan yang mengiringi rekaman visual merupakan suara yang diambil dari video peristiwa lain dan digabungkan secara digital.

Tak berhenti di situ, kami menghubungi Pertamina selaku operator SPBU serta Kepolisian Resor setempat yang disebut-sebut sebagai lokasi kejadian. Pihak Pertamina melalui area manager komunikasi dan CSR menyatakan bahwa tidak ada laporan insiden kebakaran SPBU dengan motif protes pembatasan BBM dalam kurun waktu dua tahun terakhir. "Semua SPBU di wilayah operasi kami dalam kondisi aman dan beroperasi normal. Informasi yang beredar tidak benar," tegas juru bicara tersebut melalui sambungan telepon.

Kepolisian juga membantah klaim adanya pembakaran SPBU oleh massa. Berdasarkan data Patroli Siber, akun-akun yang pertama kali menyebarkan video tersebut diketahui merupakan bagian dari jaringan akun anonim yang sering memproduksi konten provokatif dengan memanfaatkan isu-isu sensitif. Langkah hukum, termasuk pelacakan pelaku penyebar hoaks, sedang ditempuh oleh pihak berwajib.

Fakta yang Ditemukan

Faktanya, video kebakaran SPBU yang diklaim sebagai aksi protes adalah rekaman dari peristiwa kriminal yang terjadi pada awal tahun 2023 di sebuah SPBU di wilayah Sulawesi Selatan. Berdasarkan pemberitaan media lokal yang diverifikasi, insiden tersebut dipicu oleh percobaan perampokan yang berujung pada kebakaran setelah salah satu pelaku secara tidak sengaja menyulut api saat berusaha membuka mesin dispenser BBM. Tidak ada kaitan sama sekali dengan kebijakan subsidi bahan bakar, apalagi protes massa. Pelaku telah ditangkap dan kasusnya telah dilimpahkan ke pengadilan.

Analisis geolokasi yang kami lakukan dengan mencocokkan elemen visual dalam video—seperti bentuk bangunan, papan reklame, dan rambu lalu lintas—dengan citra satelit dan Google Street View juga mengonfirmasi bahwa lokasi persisnya adalah SPBU di Jalan Poros Takalar, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, bukan di Depok sebagaimana narasi yang beredar. Koordinat yang ditemukan jauh dari pusat keramaian dan tidak mungkin diakses oleh massa demonstran dalam skala besar.

Sejumlah media kredibel di Sulawesi Selatan memberitakan peristiwa ini pada 14 Februari 2023, dengan judul "SPBU di Gowa Terbakar Akibat Aksi Pencurian BBM". Artikel-artikel itu lengkap dengan foto dan kronologi yang sama persis dengan potongan video yang kini dimanipulasi narasinya.

Kesimpulan

Berdasarkan seluruh rangkaian verifikasi, kami menyimpulkan bahwa klaim "video SPBU dibakar massa karena protes pembatasan BBM" adalah SALAH dan merupakan konten yang dimanipulasi. Video tersebut diambil di luar konteks sebenarnya dan dimanfaatkan untuk menyebarkan ketakutan serta memanaskan situasi sosial-politik. Peristiwa sesungguhnya adalah tindak kriminal perampokan yang berujung pada kebakaran, dan terjadi pada Februari 2023 di Sulawesi Selatan. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan selalu memeriksa kebenaran sebuah konten sebelum dibagikan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User