I Kadek Andre Nuaba Resmi Jadi Dosen HI Universitas Sriwijaya
Universitas Sriwijaya (Unsri) resmi mengumumkan bergabungnya I Kadek Andre Nuaba sebagai dosen tetap di Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Penunjukan ini...
Universitas Sriwijaya (Unsri) resmi mengumumkan bergabungnya I Kadek Andre Nuaba sebagai dosen tetap di Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Penunjukan ini menandai langkah strategis Unsri dalam memperkuat kualitas pengajaran dan riset di bidang hubungan internasional, terutama di era disrupsi geopolitik global.
Kehadiran Andre, sapaan akrabnya, disambut hangat oleh civitas akademika. Dekan FISIP Unsri menyatakan bahwa rekam jejak akademik dan kepakaran Andre akan menjadi aset berharga bagi pengembangan kurikulum dan penelitian di kampus tersebut. “Beliau memiliki kombinasi ideal antara kekuatan teoretis dan pengalaman praktis di dunia diplomasi dan isu-isu kontemporer,” ujar Dekan dalam sambutan perkenalan yang digelar secara daring.
Rekam Jejak Akademik Lintas Kampus
Andre menamatkan pendidikan sarjana dan magister bidang Hubungan Internasional dari universitas ternama di Indonesia. Sebelum bergabung dengan Unsri, ia aktif sebagai peneliti tamu di beberapa lembaga think-tank dan pernah mengajar sebagai dosen luar biasa di sejumlah perguruan tinggi swasta. Fokus disertasinya yang mengkaji dinamika keamanan non-tradisional di kawasan Asia Tenggara membawanya terlibat dalam proyek riset kolaboratif internasional.
Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Unsri menambahkan bahwa portofolio publikasi Andre di jurnal bereputasi menjadi salah satu pertimbangan utama dalam proses rekrutmen. “Kami mencari akademisi yang tidak hanya paham teori, tetapi juga mampu menerjemahkan isu global ke dalam konteks lokal. Pak Andre menunjukkan kapasitas itu,” katanya.
Visi Pengembangan Keilmuan
Dalam pemaparannya, Andre menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan pendekatan studi keamanan kritis dan ekonomi politik global ke dalam pembelajaran. Ia memandang bahwa mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional saat ini perlu dibekali kemampuan analisis big data, pemahaman isu lingkungan, serta diplomasi digital. “Dunia sudah berubah. Pandemi, perang dagang, dan krisis iklim adalah bukti bahwa hubungan internasional tidak lagi bisa dipahami secara linear,” tegasnya.
Andre berencana mengembangkan laboratorium riset mini yang berfokus pada pemetaan konflik dan kerja sama regional, dengan melibatkan mahasiswa secara aktif sejak semester awal. Ia juga akan mendorong kolaborasi antar program studi untuk mengkaji dampak transformasi digital terhadap kedaulatan negara di kawasan ASEAN.
Respons Komunitas Akademik
Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Unsri menyambut positif kehadiran dosen baru ini. Ketua Himpunan Mahasiswa HI menyebut bahwa perspektif segar Andre sangat dinantikan, terutama dalam mata kuliah Keamanan Internasional dan Politik Luar Negeri Indonesia. “Kami berharap beliau bisa membawa gaya pengajaran yang interaktif dan berbasis studi kasus aktual,” ujarnya.
Beberapa dosen senior juga menyatakan antusiasme untuk berkolaborasi dalam proyek penelitian multidisiplin. Salah satu guru besar di FISIP Unsri menilai bahwa keahlian Andre di bidang metodologi riset kualitatif dan kuantitatif akan memperkaya tradisi akademik di fakultas tersebut. “Ini langkah tepat untuk menjawab tantangan akreditasi dan rekognisi internasional,” ungkapnya.
Kontribusi pada Masyarakat dan Kebijakan
Di luar kampus, Andre dikenal aktif memberikan analisis kepada media massa terkait isu perbatasan, migrasi, dan hubungan bilateral Indonesia-Pasifik. Ia juga pernah menjadi konsultan lepas untuk lembaga pemerintah daerah dalam penyusunan strategi kerja sama luar negeri. Pengalaman ini, menurutnya, akan ia bawa ke ruang kelas agar mahasiswa memahami relevansi praktis dari ilmu yang dipelajari.
“Hilirisasi riset adalah keniscayaan. Saya ingin mahasiswa kami tidak hanya pandai berdebat di kelas, tetapi juga mampu menulis policy brief, terlibat dalam forum internasional, dan berkontribusi pada pembuatan keputusan yang berbasis data,” ucap Andre.
Harapan ke Depan
Dengan bergabungnya Andre, Unsri optimistis Program Studi Ilmu Hubungan Internasional dapat meningkatkan peringkat di tingkat nasional dan memperluas jejaring internasional. Rencana studi lanjut doktoral di luar negeri yang sedang ia pertimbangkan juga dinilai akan memperkuat kualitas institusi melalui skema beasiswa dari mitra luar negeri.
Andre mengakhiri perbincangan dengan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Tidak ada satu disiplin pun yang bisa menjawab kompleksitas dunia sendirian. Saya berharap Unsri menjadi ruang tumbuh bagi para pemikir global masa depan,” pungkasnya. Kehadirannya dijadwalkan akan mulai aktif pada awal semester depan, mengampu mata kuliah inti dan seminar proposal skripsi.
Baca juga:
Comments (0)