85,7 Persen Wilayah Sumsel Masuk Musim Kemarau Ekstrem, Karhutla Mengintai
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa 85,7 persen wilayah Sumatra Selatan kini telah memasuki musim kemarau ekstrem. Kondisi ini memicu peningkatan risiko kebakaran huta...
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa 85,7 persen wilayah Sumatra Selatan kini telah memasuki musim kemarau ekstrem. Kondisi ini memicu peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengancam ekosistem, kesehatan masyarakat, serta perekonomian daerah. Pemerintah provinsi bersama BPBD dan TNI-Polri meningkatkan patroli guna mencegah terulangnya bencana kabut asap yang pernah melumpuhkan wilayah ini beberapa tahun silam.
Peta Wilayah dan Indeks Kekeringan
Data dari Stasiun Klimatologi Kelas I Kenten Palembang menunjukkan bahwa mayoritas kabupaten/kota di Sumsel telah mengalami penurunan curah hujan signifikan. Beberapa daerah seperti Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, dan Musi Banyuasin bahkan tercatat tanpa hujan lebih dari 40 hari berturut-turut. Suhu permukaan tanah pun meningkat, menciptakan lapisan gambut yang sangat kering dan mudah terbakar.
BMKG memprediksi kemarau ekstrem ini akan berlangsung hingga akhir Oktober, dengan potensi El Nino moderat yang memperpanjang musim kering. Indeks standard precipitation index (SPI) di sejumlah titik pemantauan menunjukkan level -2,5 hingga -3,0 yang mengindikasikan kekeringan luar biasa. Kepala BMKG Sumsel menegaskan, kondisi ini adalah yang terparah dalam lima tahun terakhir.
Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan
Karhutla menjadi ancaman paling berat selama musim kemarau. Berdasarkan data Satgas Karhutla Sumsel, sepanjang Januari hingga Juli 2026 tercatat lebih dari 1.200 hotspot dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen. Sebagian besar titik api muncul di lahan gambut yang sulit dipadamkan karena api menjalar di bawah permukaan. Kebakaran ini tidak hanya merusak habitat satwa dan tutupan hutan, tetapi juga melepaskan gas rumah kaca dalam jumlah besar.
Asap dari karhutla menjadi momok serius. Konsentrasi partikel PM2.5 di beberapa kota seperti Palembang dan Kayuagung pernah melampaui ambang batas aman, menyebabkan peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Sekolah terpaksa diliburkan dan aktivitas penerbangan terganggu. Pengalaman tahun 2015 dan 2019 menjadi pelajaran berharga yang tidak ingin diulang.
Strategi Pencegahan dan Mitigasi
Pemerintah provinsi telah menyiagakan ribuan personel gabungan, termasuk Masyarakat Peduli Api (MPA) di setiap desa rawan. Teknologi modifikasi cuaca (TMC) dijalankan untuk menambah pasokan air di embung dan kanal. Patroli udara menggunakan drone dengan thermal camera dilakukan setiap hari untuk mendeteksi dini titik api, sementara sanksi tegas menanti pelaku pembakaran lahan berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Di tingkat tapak, BPBD Sumsel menggelar simulasi tanggap darurat dan membagikan peralatan pemadam sederhana kepada warga. Kampanye publik dilakukan melalui radio komunitas dan pesan singkat agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Dukungan dari pemerintah pusat melalui BNPB juga telah mengalir, termasuk bantuan helikopter water bombing yang disiagakan di tiga titik strategis.
Dengan sinergi semua pihak, ancaman karhutla diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin, meski kendala cuaca masih menjadi tantangan besar. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan titik api melalui aplikasi resmi pemadam.
[TAGS]: kemarau ekstrem, karhutla, Sumsel, BMKG, kebakaran hutan, asap, ISPA, mitigasi bencana [SOCIAL_TWEET]: 85,7% wilayah Sumsel sudah masuk kemarau ekstrem. Ancaman karhutla meningkat tajam. BMKG sebut ini terparah dalam 5 tahun. Simak langkah pencegahan dan dampaknya bagi kesehatan. #Karhutla #Sumsel #Kemarau #BMKG [SOCIAL_FB]: Sumatra Selatan kini hampir seluruhnya dilanda kemarau ekstrem. BMKG memprediksi musim kering berlangsung hingga Oktober dan karhutla jadi ancaman serius. 1.200 hotspot sudah terdeteksi, asap mulai ganggu aktivitas warga. Apa yang sudah dilakukan pemerintah? Simak artikel lengkapnya di sini. #KarhutlaSumsel #AncamanAsap [SOCIAL_TG]: ☀️ 85,7% wilayah Sumsel dilanda kemarau ekstrem. Hotspot meroket, karhutla mengintai. BMKG: ini terparah dalam 5 tahun. Patroli udara digencarkan, TMC disiagakan. Baca selengkapnya. [SOCIAL_THREADS]: 1/ Sumsel darurat kemarau. Curah hujan drop drastis, gambut mengering. BMKG catat 85,7% wilayah terdampak, hotspot lebih dari 1.200. Karhutla bukan sekadar kebakaran—ini bom waktu kabut asap. 2/ Dampaknya nyata: ISPA meningkat, sekolah libur, bandara ditutup. Pelajaran 2015 harus diingat. Kini drone thermal dan water bombing dikerahkan. Tapi partisipasi warga tetap kunci. 3/ Jangan bakar lahan! Laporkan titik api lewat Sipongi atau BPBD. Kita semua penjaga udara bersih. Baca strategi mitigasi lengkap untuk hadapi kemarau ini.
Comments (0)