Lahan Gambut 7 Hektare di Rokan Hilir Riau Terbakar

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah pesisir Riau. Kali ini, sedikitnya tujuh hektare lahan gambut di Pulau Serdang, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, hangus ...

Jul 11, 2026 - 17:45
0 0

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah pesisir Riau. Kali ini, sedikitnya tujuh hektare lahan gambut di Pulau Serdang, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, hangus terbakar dalam dua hari terakhir. Tim Manggala Agni dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), bersama personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, terus berjibaku memadamkan api meskipun terkendala akses sinyal telekomunikasi yang buruk.

Kebakaran di lahan gambut memiliki karakteristik berbeda dengan kebakaran hutan biasa. Api tidak hanya membakar vegetasi di permukaan, tetapi juga menjalar di bawah tanah melalui lapisan organik yang tebal dan kering. Fenomena ini menghasilkan asap tebal yang sulit dikendalikan serta berpotensi melepaskan emisi karbon dalam jumlah sangat besar. Kepala regu Manggala Agni di lokasi kejadian mengungkapkan bahwa sumber air untuk pemadaman cukup tersedia dari kanal-kanal sekitar, namun medan yang lembek dan kurangnya alat berat mempersulit penetrasi ke titik api terdalam.

Ketiadaan sinyal seluler menjadi hambatan serius bagi koordinasi lapangan. Tim pemadam terpaksa menggunakan radio genggam yang jangkauannya terbatas, padahal beberapa titik api menyebar cepat mengikuti arah angin. BPBD Rokan Hilir sudah mengajukan permohonan dukungan helikopter water bombing ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sambil menambah pasukan darat dari Masyarakat Peduli Api (MPA) yang direkrut dari warga lokal. Kondisi curah hujan yang minim dalam sepekan terakhir memperburuk tingkat kekeringan gambut di wilayah tersebut.

Secara historis, Rokan Hilir merupakan salah satu daerah rawan karhutla rekuren. Data global dari ASEAN Specialised Meteorological Centre menunjukkan adanya peningkatan titik panas (hotspot) di Riau sejak awal musim kemarau tahun ini. Pemerintah provinsi telah menetapkan status siaga darurat karhutla, lengkap dengan pengawasan ketat di area konsesi perkebunan dan hutan lindung. Kendati demikian, patroli darat masih sering menemukan indikasi pembukaan lahan dengan cara membakar oleh oknum tak bertanggung jawab di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau.

Dampak asap dari kebakaran Pulau Serdang mulai dirasakan masyarakat pesisir, meskipun belum mengganggu aktivitas penerbangan di bandara terdekat. Dinas Kesehatan Rokan Hilir telah menyiagakan posko oksigen dan masker gratis bagi warga yang mengeluhkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Sementara itu, KLHK mengancam sanksi tegas kepada pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan, termasuk pencabutan izin usaha dan tuntutan pidana lingkungan. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan api dan segera melapor jika melihat titik api baru, mengingat gambut yang sudah terbakar sangat sukar dipadamkan secara total tanpa curah hujan signifikan.

[TAGS]: karhutla Riau, lahan gambut terbakar, Rokan Hilir, Manggala Agni, BPBD, emisi karbon [SOCIAL_TWEET]: Tujuh hektare lahan gambut di Rokan Hilir, Riau, terbakar. Tim Manggala Agni berjuang padamkan api meski terkendala sinyal. [SOCIAL_FB]: Api karhutla kembali mengintai Riau. Lahan gambut seluas 7 hektar di Pulau Serdang, Rokan Hilir, ludes terbakar. Tim pemadam di lapangan harus melawan si jago merah dengan keterbatasan alat berat dan sinyal komunikasi. Artikel ini merangkum upaya terkini dan ancaman kesehatan yang mengintai. [SOCIAL_TG]: Rokan Hilir dilanda kebakaran lahan gambut, 7 hektar hangus. Koordinasi pemadaman terhambat akibat susah sinyal. [SOCIAL_THREADS]: Susah sinyal bikin tim pemadam di Rokan Hilir tambah frustasi. Lahan gambut yang terbakar terus melebar, dan warga mulai merasakan asap pekat. Kenapa gambut selalu jadi langganan api setiap kemarau? Baca laporan terbarunya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User