Aug 28, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

532 Ternak Sembuh PMK di Riau, Inhu Masih Jadi Episentrum

PEKANBARU, LURUSIN.COM — Kabar menggembirakan datang dari Provinsi Riau dalam upaya penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak. Dinas Peterna

532 Ternak Sembuh PMK di Riau, Inhu Masih Jadi Episentrum

PEKANBARU, LURUSIN.COM — Kabar menggembirakan datang dari Provinsi Riau dalam upaya penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Riau mencatat 532 ekor ternak telah dinyatakan sembuh dari PMK, dengan Kabupaten Siak dan Kota Dumai bahkan berhasil mencapai angka kesembuhan 100 persen.

Meski demikian, kewaspadaan tetap harus dijaga. Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) masih tercatat sebagai episentrum penyebaran PMK di provinsi berjuluk Serambi Mekah tersebut. Sebaran kasus yang belum sepenuhnya padam membuat tim kesehatan hewan terus melakukan pemantauan dan pengobatan intensif di lapangan.

Kronologi Penanganan PMK di Riau

Perjalanan penanganan PMK di Riau berlangsung dalam beberapa tahap. Berdasarkan catatan Disnak Keswan Riau, berikut kronologi penanganannya:

  1. Tahap deteksi dan laporan awal: munculnya kasus PMK pada hewan berkuku belah seperti sapi, kerbau, dan kambing di sejumlah kabupaten/kota Riau memicu respons cepat petugas kesehatan hewan.
  2. Isolasi dan pengobatan intensif: ternak yang terinfeksi segera diisolasi dan mendapatkan pengobatan untuk menekan angka kesakitan dan kematian.
  3. Penyemprotan desinfektan: kandang dan lingkungan sekitar ternak disemprot desinfektan secara berkala guna memutus rantai penularan.
  4. Pendataan dan pemetaan sebaran: petugas memetakan zona-zona penyebaran untuk menentukan prioritas penanganan di tiap daerah.
  5. Pemulihan dan pemantauan lanjutan: ternak yang sembuh terus dipantau kondisinya hingga benar-benar pulih dan dinyatakan aman dari risiko penularan.

Hasil dari rangkaian penanganan tersebut kini terlihat nyata. Angka kesembuhan terus meningkat dan dua daerah bahkan berhasil masuk zona hijau, yakni Kabupaten Siak dan Kota Dumai.

Siak dan Dumai Capai 100 Persen Kesembuhan

Pencapaian Kabupaten Siak dan Kota Dumai menjadi angin segar bagi pengendalian PMK di Riau. Kedua daerah tersebut berhasil melaporkan 100 persen kesembuhan ternak yang sebelumnya terkonfirmasi terinfeksi PMK.

"Kesembuhan 100 persen di Siak dan Dumai merupakan buah dari kerja keras petugas di lapangan serta dukungan para peternak yang patuh pada protokol kesehatan hewan," demikian penegasan Disnak Keswan Riau dalam laporan terbarunya.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa penanganan yang cepat, terukur, dan disiplin mampu menekan dampak PMK secara signifikan. Namun, status zona hijau bukan berarti kewaspadaan dapat dilonggarkan. Peternak tetap diminta menjaga kebersihan kandang dan melaporkan setiap gejala mencurigakan.

Inhu Masih Jadi Episentrum Penyebaran

Di sisi lain, Kabupaten Indragiri Hulu masih menjadi perhatian utama pemerintah provinsi. Daerah tersebut tercatat sebagai episentrum kasus PMK di Riau karena kasus aktif masih ditemukan di lapangan.

Tim Disnak Keswan Riau terus memperkuat penanganan di Inhu, mulai dari pengobatan ternak yang sakit, vaksinasi pada ternak sehat, hingga sosialisasi kepada peternak agar segera melaporkan setiap gejala PMK. Keterlambatan pelaporan kerap menjadi faktor utama meluasnya penularan ke kandang-kandang lain.

Memahami PMK dan Dampaknya

PMK adalah penyakit hewan menular yang menyerang hewan berkuku belah, seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba. Penyakit ini ditandai dengan munculnya lepuh pada mulut, lidah, dan kuku, disertai demam tinggi. Meski angka kematian relatif rendah, PMK menyebabkan penurunan produksi susu, penurunan berat badan, serta kerugian ekonomi yang besar bagi peternak jika tidak ditangani segera.

Tips Aman dari Disnak Keswan untuk Peternak

Menghadapi kondisi yang belum sepenuhnya terkendali, Disnak Keswan Riau mengimbau para peternak untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan berikut:

  • Lapor segera: segera hubungi petugas kesehatan hewan terdekat jika menemukan ternak dengan gejala PMK, seperti demam, lepuh pada mulut dan kuku, atau pincang.
  • Isolasi ternak sakit: pisahkan ternak yang sakit dari yang sehat untuk mencegah penularan lebih luas di kandang.
  • Jaga kebersihan kandang: rutin membersihkan kandang dan menyemprot desinfektan sesuai anjuran petugas.
  • Batasi lalu lintas ternak: hindari membawa masuk ternak dari daerah berstatus kasus aktif tanpa pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.
  • Dukung program vaksinasi: ikuti vaksinasi PMK yang dilaksanakan pemerintah di daerah masing-masing agar ternak sehat terlindungi.

Dengan kerja sama antara pemerintah daerah, petugas kesehatan hewan, dan para peternak, optimisme untuk menuntaskan PMK di Riau semakin terbuka. Kunci utamanya adalah kecepatan pelaporan dan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan hewan. Pantau terus informasi resmi Disnak Keswan Riau agar tidak tertipu kabar yang belum jelas kebenarannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User