Aug 27, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Komisi Eropa Sorot Scanner Bagasi Baru Bandara, Algoritma Anti-Eksplosif Dinilai Gagal

JAKARTA, LURUSIN.COM — Industri penerbangan Eropa diguncang temuan baru. Komisi Eropa (European Commission) tengah menelusuri sejumlah mesin pemindai bagas

Komisi Eropa Sorot Scanner Bagasi Baru Bandara, Algoritma Anti-Eksplosif Dinilai Gagal

JAKARTA, LURUSIN.COM — Industri penerbangan Eropa diguncang temuan baru. Komisi Eropa (European Commission) tengah menelusuri sejumlah mesin pemindai bagasi generasi terbaru yang dipasang di bandara-bandara utama benua itu, setelah evaluasi teknis menyimpulkan bahwa algoritma pendeteksi bahan peledak pada perangkat tertentu belum memenuhi standar keamanan yang dipersyaratkan. Temuan ini berpotensi membatalkan atau memperlambat relaksasi aturan cairan di ruang tunggu yang sempat menggembirakan jutaan penumpang.

Mesin pemindai tersebut sesungguhnya merupakan lompatan teknologi. Dengan teknologi tomografi terkomputasi (CT) — serupa CT-scan di rumah sakit — alat ini mampu memindai isi koper secara tiga dimensi tanpa memaksa penumpang mengeluarkan laptop, kamera, atau benda elektronik lain dari tas. Pengalaman check-in yang lebih cepat dan antrean keamanan yang lebih pendek menjadi janji utama pemasoknya.

Latar Belakang: Janji Bebas Aturan Cairan

Pada 2021, Komisi Eropa memberi lampu hijau bagi bandara untuk mengadopsi pemindai C3, kategori tertinggi dalam sertifikasi peralatan pemeriksaan bagasi kabin. Bandara yang memasang perangkat ini boleh mengizinkan penumpang membawa cairan dalam kemasan lebih dari 100 mililiter serta tidak lagi mencabut perangkat elektronik dari tas saat proses screening.

Namun euforia itu kini diuji ulang. Evaluasi terbaru menemukan bahwa pada mesin dengan perangkat lunak tertentu, kemampuan analisis cairan ternyata terbatas: sistem hanya dapat menganalisis cairan dalam kemasan maksimal 330 mililiter. Artinya, botol minum berukuran besar atau wadah kosmetik jumbo tetap tidak bisa lolos verifikasi otomatis, sehingga bandara harus mempertahankan pembatasan lama.

  1. 2021: Regulasi Eropa melonggarkan batasan cairan bagi bandara dengan pemindai C3 bersertifikat.
  2. 2022–2023: Sejumlah bandara besar mulai memasang mesin CT generasi baru dan mencabut aturan 100 mililiter.
  3. 2024: Uji tindak lanjut menunjukkan algoritma anti-eksplosif pada beberapa unit tidak memenuhi persyaratan teknis.
  4. Kini: Komisi Eropa meninjau ulang sertifikasi dan bandara terdampak diminta menyesuaikan prosedur keamanan kembali.

Analisis: Ketegangan Antara Kecepatan dan Keamanan

Kasus ini memperlihatkan dilema klasik dalam modernisasi keamanan penerbangan: tekanan komersial untuk mempercepat antrean bertabrakan dengan prinsip kehati-hatian regulator. Pemindai CT memang unggul dalam resolusi pencitraan, tetapi akurasi akhir sangat bergantung pada kualitas algoritma klasifikasi yang menandai materi berbahaya — termasuk prekursor bahan peledak cair.

Berikut perbandingan kondisi aturan sebelum dan sesudah temuan evaluasi:

AspekAturan Awal C3Situasi Terkini
Cairan di bagasi kabinDiizinkan di atas 100 mlDibatasi maksimal 330 ml per wadah pada perangkat tertentu
Elektronik dalam tasTidak perlu dicabutBergantung hasil audit tiap mesin
Status algoritmaLolos sertifikasi awalPerlu validasi ulang oleh regulator
Dampak penumpangScreening lebih cepatPotensi antrean lebih panjang sementara

"Teknologi pemindaian hanya sedahsyat perangkat lunaknya. Jika algoritma deteksi belum andal, regulator wajib mundur selangkah demi keselamatan," ujar seorang analis keamanan aviasi yang dimintai tanggapannya soal evaluasi tersebut. Pendapat semacam ini menggema di kalangan operator bandara yang kini harus merencanakan skenario balik ke aturan lama tanpa memicu kepanikan penumpang.

Bagi penumpang, pesannya sederhana: jangan buru-buru membuang kantong plastik berisi botol kecil, karena kebijakan tiap bandara bisa berbeda-beda dalam waktu dekat. Bagi industri, momen ini menjadi pengingat bahwa investasi miliaran euro pada perangkat keras harus disertai pengujian perangkat lunak yang sama ketatnya.

Ke depan, Komisi Eropa diperkirakan menerbitkan pedoman teknis tambahan sebelum memberi izin baru. Bandara yang telah memasang mesin bermasalah dapat menjalankan pembaruan perangkat lunak agar memenuhi ambang deteksi, sementara yang lain mungkin menunda ekspansi instalasi hingga sertifikasi diperjelas. Yang pasti, rencana menghapus aturan cairan 100 mililiter secara permanen kembali masuk mode tunggu.

[SOCIAL_TWEET]: Komisi Eropa sorot scanner bagasi CT di bandara: algoritma anti-eksplosif dinilai belum lolos standar. Analisis cairan pun dibatasi 330 ml. Apakah era bebas aturan cairan 100 ml mundur? #Bandara #KeamananPenerbangan[SOCIAL_TG]: 🔴 Scanner Bagasi Baru Bandara Eropa Diuji Ulang — Algoritma anti-eksplosif tak memenuhi standar, analisis cairan dibatasi 330 ml. Baca analisis lengkap di Lurusin.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User