Aug 27, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Verratti dan Istri Jessica Aidi Bangun Bisnis Bareng Eks Manajer Gucci di Lussemburgo

Sosok Marco Verratti memang sudah lama dikenal dunia sepak bola sebagai gelandang mungil dengan kemampuan menggiring bola yang memukau. Namun pada pekan in

Verratti dan Istri Jessica Aidi Bangun Bisnis Bareng Eks Manajer Gucci di Lussemburgo

Sosok Marco Verratti memang sudah lama dikenal dunia sepak bola sebagai gelandang mungil dengan kemampuan menggiring bola yang memukau. Namun pada pekan ini, perhatian publik Italia beralih dari rumput hijau stadion ke ruang-ruang kantor pendaftaran perusahaan di Keharyapatihan Lussemburgo. Sebuah laporan media arus utama Italia mengungkap bahwa mantan maestro Paris Saint-Germain itu, bersama istrinya si top model Jessica Aidi, tercatat menjalin kemitraan bisnis dengan seorang eksekutif ternama di negeri yang terkenal sebagai salah satu pusat optimasi pajak Eropa.

Bukan sekadar kisah glamour pasangan selebriti. Yang menarik perhatian adalah sosok mitra mereka: Francesco Giliberti Birindelli, mantan manajer tingkat tinggi grup mode mewah Gucci. Kolaborasi tiga figur dari dunia berbeda—pesepak bola, model internasional, dan manajer fashion korporat—di satu yurisdiksi kecil berpenduduk kurang dari 700 ribu jiwa itu memicu spekulasi luas tentang motif komersial maupun fiskal di baliknya.

Afiliasi Bisnis di Jantung Eropa

Menurut laporan tersebut, Verratti dan Jessica Aidi tercatat menjadi sekolah atau rekan usaha bersama Giliberti Birindelli dalam entitas bisnis yang berdomisili di Lussemburgo. Pasangan ini diketahui memiliki alamat kediaman resmi di Keharyapatihan itu, sebuah langkah yang lazim dilakukan para atlet dan artis berpenghasilan besar Eropa.

Lussemburgo bukan nama baru dalam peta keuangan global. Negara seukuran kota metropolitan ini menawarkan rezim pajak yang jauh lebih bersahabat dibandingkan negara-negara besar Eropa seperti Italia atau Prancis, tempat tarif pajak penghasilan tertinggi bisa menembus angka 45 hingga 50 persen. Bagi atlet papan atas yang pendapatannya melimpah, perbedaan beberapa puluh persen saja setara dengan jumlah uang yang sangat fantastis.

AspekItaliaLussemburgo
Tarif pajak penghasilan tertinggiHingga ±47%Jauh lebih rendah
ReputasiPusat mode dan bisnisSurga fiskal korporat
Daya tarikGaya hidup selebritiEfisiensi pajak

Mantan Bos Gucci yang Mengatur Permainan

Kehadiran Giliberti Birindelli menjadi kunci narasi ini. Pria itu dikenal memiliki rekam jejak panjang di industri mode global, termasuk posisi manajerial strategis di Gucci, rumah mode legendaris asal Firenze. Keahliannya mengelola merek dan bisnis bernilai jutaan euro kini tampaknya dialihkan ke ranah konsultansi serta pengelolaan aset untuk klien kelas kakap.

"Specialisasi sang manajer eks-Gucci menjadi tulang punggung struktur bisnis yang dibangun sang pemain bersama istri modelingnya di Keharyapatihan Lussemburgo."

Kombinasi ini membentuk ekosistem yang logis secara komersial. Verratti membawa citra dan kapital, Jessica Aidi menyumbangkan pengaruh di dunia fashion dan lifestyle, sementara Giliberti Birindelli menyediakan otak bisnis dan jaringan industri. Semuanya bersarang di yurisdiksi yang memberikan efisiensi maksimal.

Dribbling Melewati Fiskus

Korpus media Italia tidak melewatkan ironi tersendiri. Laporan itu bahkan menyinggung kemampuan Verratti melakukan sesuatu yang ia kuasai di lapangan hijau: dribbling alias menggiring bola—kali ini melewati lawan yang bernama otoritas pajak. Istilah itu tentu bermuatan satir, menggambarkan bagaimana para pesepak bola kaya raya kerap bergerak lincah di antara celah-celah regulasi fiskal antarnegara.

Perlu dicatat, memiliki domisili dan bisnis di Lussemburgo bukan tindakan ilegal. Struktur semacam ini termasuk kategori perencanaan pajak yang sah selama seluruh kewajiban pelaporan dipenuhi. Meski begitu, praktik tersebut kerap menuai kritik karena dinilai membebani negara yang menjadi panggung utama karier para atlet itu.

Verratti sendiri menghabiskan lebih dari satu dekade di Paris Saint-Germain sebelum hijrah ke Liga Bintang Qatar pada 2023. Selama berkarier di Prancis dan Italia, gajinya tergolong jajaran tertinggi dunia. Dengan aset sebesar itu, wajar jika pengelolaan kekayaan menjadi agenda serius bagi dirinya dan keluarganya.

Antara Legitimasi dan Pertanyaan Publik

Hingga kabar ini diturunkan, belum ada indikasi penyelidikan resmi terhadap struktur bisnis Verratti dan keluarganya. Yang ada hanyalah sorotan publik atas pola yang berulang di kalangan elite olahraga: karier di Eropa Barat, kekayaan lintas benua, dan domisili di negara berpajak rendah.

Fenomena ini menegaskan satu hal: era modern pesepak bola tak lagi berhenti di gol dan trofi. Mereka kini juga pemain di arena keuangan global—lengkap dengan tim konsultan, struktur korporat, dan strategi yang sama cermatnya dengan umpan silang di kotak penalti.

[SOCIAL_TWEET]: Verratti dan istri Jessica Aidi tercatat bangun bisnis di Lussemburgo bareng mantan manajer Gucci. Dribbling di lapangan selesai, kini giliran dribbling melewati fiskus. #Verratti #Lussemburgo [SOCIAL_TG]: ⚽💼 Verratti & Jessica Aidi bangun bisnis di Lussemburgo bersama eks manajer Gucci — cerita lengkap soal strategi finansial para bintang sepak bola hanya di Lurusin.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS oky-pratista

Reporter Hukum. Fokus pada mafia peradilan, judicial corruption, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User