5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Lurusin.com, Jakarta — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim telah berhasil membujuk otoritas Israel untuk menyetujui perpanjangan gencatan senjata dengan kelompok Hizbullah. Dalam
Lurusin.com, Jakarta — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim telah berhasil membujuk otoritas Israel untuk menyetujui perpanjangan gencatan senjata dengan kelompok Hizbullah. Dalam pernyataan yang disampaikan setelah pengumuman resmi perpanjangan gencatan senjata pada Jumat (19/6) sore, Trump menegaskan peran vital dirinya dalam proses tersebut.
"Tanpa dukungan saya, Israel akan hancur lebur," tegas Trump seperti dikutip dari laporan tim kami di lapangan, menambahkan bahwa dirinya telah berpesan kepada Tel Aviv untuk tetap "tenang dan menggunakan akal sehat" dalam setiap pengambilan keputusan strategis.
Saya sudah sampaikan kepada mereka, tetap tenang dan gunakan akal sehat. Ini penting untuk stabilitas kawasan.
Trump juga menekankan perlunya Washington menjaga Perdana Menteri Benjamin Netanyahu agar tetap "waras" dalam menyikapi isu Lebanon. Ia mengklaim hubungan baik dengan Netanyahu masih terus terjalin meskipun ada berbagai tekanan politik dari dalam dan luar negeri.
Sementara itu, berita kedua datang dari Eropa di mana para pemimpin Uni Eropa menggelar pertemuan darurat membahas krisis energi yang kembali memanas. Harga gas alam melonjak lebih dari 40 persen dalam sepekan terakhir akibat gangguan pasokan dari beberapa jalur utama.
Ketiga, dari Asia, Jepang mengumumkan akan memperketat pembatasan ekspor teknologi semikonduktor menyusul meningkatnya persaingan global di sektor chip. Langkah ini diprediksi akan berdampak signifikan pada rantai pasok teknologi dunia.
Berita keempat, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan terbaru tentang penyebaran varian baru virus yang terdeteksi di beberapa negara Afrika bagian selatan. WHO meminta negara-negara memperkuat pengawasan di pintu masuk perbatasan.
Terakhir, dari Amerika Latin, gelombang protes besar-besaran terjadi di Brasil menentang kebijakan ekonomi terbaru pemerintah. Demonstran memadati jalanan utama di Sao Paulo dan Rio de Janeiro menuntut reformasi ketenagakerjaan dan penurunan harga kebutuhan pokok yang terus meroket.
Comments (0)