Aug 29, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Zeldin Peringatkan Larangan Data Center Ancam Perlombaan AI Melawan China

Administrator Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), Lee Zeldin, pada Minggu (23/8) mengingatkan pemerintah negara bagian agar tidak memberla

Zeldin Peringatkan Larangan Data Center Ancam Perlombaan AI Melawan China

Administrator Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), Lee Zeldin, pada Minggu (23/8) mengingatkan pemerintah negara bagian agar tidak memberlakukan larangan pembangunan data center. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat melemahkan posisi Amerika Serikat dalam perlombaan kecerdasan buatan (AI) melawan China yang semakin ketat. Pernyataan ini muncul di tengah gelombang kekhawatiran sejumlah negara bagian terhadap konsumsi energi dan dampak lingkungan dari pusat data berskala raksasa.

Data center telah menjadi infrastruktur krusial bagi perkembangan AI, mulai dari pelatihan model bahasa besar hingga layanan komputasi awan. Namun, kebutuhan listriknya yang luar biasa besar memicu perdebatan sengit: apakah pertumbuhan teknologi harus mengorbankan target iklim dan pasokan energi warga?

"Ada dorongan dari sejumlah negara bagian yang membicarakan moratorium di seluruh negara bagian, dan yang saya temukan adalah sebagian besar negara ini ingin membuat kemajuan," kata Zeldin, menanggapi rencana pembatasan tersebut.

Pernyataan Zeldin ini menegaskan sikap pemerintahan federal yang memprioritaskan daya saing teknologi, meski harus diakui bahwa tarik ulur antara kebutuhan industri dan perlindungan lingkungan masih jauh dari kata selesai.

Perlombaan AI dan Taruhan Energi

China terus menggenjot investasi besar-besaran di sektor AI dan infrastruktur pendukungnya. Dalam beberapa tahun terakhir, Beijing membangun ribuan fasilitas komputasi dengan dukungan penuh pemerintah. Di sisi lain, Amerika Serikat mengandalkan kombinasi perusahaan swasta dan kebijakan federal untuk menjaga posisinya sebagai pemimpin global. Para analis menilai, setiap hambatan regulasi terhadap pembangunan data center di AS akan langsung dimanfaatkan Beijing untuk memperlebar jarak.

Namun, fakta di lapangan tidak bisa diabaikan. Data center diperkirakan mengonsumsi sekitar 1–2 persen listrik dunia, dan angka tersebut diproyeksikan terus melonjak seiring masifnya adopsi AI. Beberapa negara bagian seperti Virginia dan Texas telah menjadi lokasi utama pembangunan fasilitas ini, tetapi warga dan legislator lokal mulai mempertanyakan dampaknya terhadap tarif listrik dan pasokan air.

Tarik Ulur Regulasi di Tingkat Negara Bagian

Sejumlah negara bagian telah mengusulkan moratorium sementara pembangunan data center untuk mengkaji dampak lingkungannya. Kelompok pegiat lingkungan menyambut baik langkah tersebut, sementara industri teknologi memperingatkan bahwa penundaan sekecil apa pun bisa berakibat fatal bagi daya saing nasional.

  • Data center membutuhkan listrik dalam jumlah besar yang sebagian masih bergantung pada bahan bakar fosil.
  • Sistem pendingin fasilitas ini juga menuntut pasokan air yang signifikan di wilayah yang rawan kekeringan.
  • Di sisi lain, investasi data center membawa lapangan kerja dan pendapatan pajak yang besar bagi daerah.

Zeldin menegaskan bahwa EPA tidak menentang perlindungan lingkungan, tetapi menolak pendekatan yang menurutnya justru menghambat inovasi. Ia mendorong dialog yang lebih seimbang, di mana pembangunan data center tetap berjalan sembari menerapkan teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Mencari Titik Tengah

Perdebatan ini sesungguhnya mencerminkan dilema yang lebih besar: bagaimana menyeimbangkan ambisi teknologi dengan keberlanjutan. Pemerintahan AS tampaknya memilih jalur pragmatis — tidak melarang, tetapi mendorong efisiensi. Pertanyaannya, akankah pendekatan ini cukup cepat untuk mengimbangi laju China yang tidak mengenal jeda?

Bagi banyak pengamat, jawabannya belum tentu. Tanpa insentif energi bersih yang jelas dan standar efisiensi yang ketat, pertumbuhan data center justru berisiko menjadi bumerang bagi target iklim Amerika. Keputusan akhir kini berada di tangan para legislator negara bagian, yang harus memilih antara ketakutan jangka pendek atau daya saing jangka panjang.

[SOCIAL_TWEET]: Kepala EPA Lee Zeldin menolak larangan data center: "Ini soal perlombaan AI melawan China." Tapi berapa harga yang harus dibayar lingkungan? ⚡🤖[SOCIAL_TG]: [UPDATE] Zeldin: larangan data center akan membuat AS tertinggal dari China di sektor AI. EPA dorong efisiensi energi sebagai jalan tengah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User