Sep 10, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

YAMAN — Kelompok Houthi Rebut Kota Strategis al-Makha dari Pasukan Koalisi

Asap hitam tebal dan deru ledakan artileri menyelimuti garis pantai al-Makha saat konvoi militer terakhir pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara inter

YAMAN — Kelompok Houthi Rebut Kota Strategis al-Makha dari Pasukan Koalisi

Asap hitam tebal dan deru ledakan artileri menyelimuti garis pantai al-Makha saat konvoi militer terakhir pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menarik diri ke arah timur. Setelah sembilan hari pertempuran intensif yang menguras sumber daya, kota pelabuhan yang sangat vital di sebelah barat Taiz tersebut akhirnya jatuh sepenuhnya ke tangan milisi Ansar Allah atau kelompok Houthi. Kejatuhan ini menandai pergeseran taktis terbesar dalam peta konflik Yaman sepanjang tahun ini, sekaligus memberikan pukulan telak bagi persenjataan dan kredibilitas koalisi yang disokong Arab Saudi.

Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa intensitas gempuran Houthi meningkat drastis pada pertengahan pekan lalu. Dengan memanfaatkan celah komunikasi dan fragmentasi pertahanan di lini depan pasukan pemerintah, milisi Houthi melancarkan serangkaian serangan mendadak menggunakan kombinasi drone kamikaze dan tembakan artileri berat terkoordinasi. Kota pelabuhan bersejarah tersebut—yang dulu terkenal sebagai hub perdagangan kopi dunia—kini berubah menjadi benteng militer baru bagi Houthi untuk menekan jalur pelayaran internasional di Laut Merah.

Pergeseran Peta Kunci di Pesisir Laut Merah

Kemenangan Houthi di al-Makha bukan sekadar perebutan wilayah geografis biasa, melainkan penguasaan atas aset logistik berharga tinggi. Terletak hanya beberapa puluh kilometer dari Selat Bab el-Mandeb, al-Makha berfungsi sebagai urat nadi distribusi logistik militer serta jalur ekonomi utama yang menghubungkan wilayah pedalaman Taiz dengan akses maritim.

Para pengamat militer menilai bahwa hilangnya al-Makha mengisolasi garis pertahanan pasukan pemerintah yang bertahan di Taiz. Lebih dari 10.000 prajurit koalisi kini menghadapi risiko terkepung dari dua arah tanpa adanya akses pelabuhan yang memadai untuk menerima bantuan logistik darurat.

Fitur Strategis Dampak Sebelum Kejatuhan Kondisi Pasca-Penguasaan Houthi
Akses Pelabuhan al-Makha Dikuasai Pemerintah/Koalisi Saudi Dikuasai Sepenuhnya oleh Houthi
Jalur Logistik Taiz Barat Terbuka & Terintegrasi Terputus & Terisolasi
Ancaman Laut Merah Terbatas pada Rudal Jarak Jauh Darat-ke-Laut Jarak Dekat & Drone

Tamparan Keras Bagi Strategi Koalisi Arab Saudi

Keberhasilan Houthi merebut al-Makha dalam kurun waktu kurang dari dua pekan mengundang pertanyaan mendalam mengenai efektivitas operasional pasukan koalisi. Meskipun memiliki keunggulan mutlak dalam angkatan udara dan dukungan persenjataan modern dari Arab Saudi, pasukan pro-pemerintah gagal mempertahankan posisi defensif mereka akibat koordinasi antar-unit yang buruk dan krisis pasokan amunisi di lapangan.

"Kejatuhan al-Makha adalah cerminan kegagalan sistematis dalam koordinasi taktis pasukan darat koalisi. Houthi membaca keretakan ini dan mengeksekusi inkursi dengan presisi yang sangat merusak moral lawan," ungkap seorang analis pertahanan kawasan yang berbasis di kawasan Teluk.

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa kekalahan ini memicu perdebatan sengit di internal komando tinggi koalisi. Kekuatan udara koalisi memang sempat melancarkan puluhan serangan balasan untuk menahan laju milisi, namun medan darat yang terbuka dan penguasaan taktik gerilya perkotaan oleh Houthi membuat serangan udara tersebut kurang efektif.

Implikasi Geopolitik dan Ancaman Perdagangan Global

Penguasaan atas al-Makha dipastikan memberikan posisi tawar yang jauh lebih kuat bagi kelompok Houthi dalam negosiasi politik masa depan. Lebih dari itu, penguasaan pesisir barat Yaman ini meningkatkan kekhawatiran internasional terkait keamanan jalur maritim global di Laut Merah, tempat melintasnya sebagian besar minyak mentah dan barang komersial dunia.

Bagi masyarakat sipil di Taiz dan sekitarnya, kejatuhan kota ini memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah membahayakan. Penutupan akses pelabuhan diprediksi akan melonjakkan harga bahan pokok dan menghentikan pasokan bantuan medis. Dengan terkuncinya al-Makha, peta pertempuran Yaman kini memasuki babak baru yang kian kompleks dan sulit diprediksi ujungnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hafiz-rahman

Data Journalist. Mengungkap fakta melalui data. Spesialisasi: analisis forensik digital.

Comments (0)

User