WHO: 1.300 Orang Tewas Imbas Gelombang Panas Ekstrem di Eropa

Jenewa, Lurusin.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis data terbaru yang menyebutkan lebih dari 1.300 kematian berlebih akibat gelombang panas ekstrem di kawasan Eropa. Angka ini tercatat sej

Jul 07, 2026 - 23:31
0 0
WHO: 1.300 Orang Tewas Imbas Gelombang Panas Ekstrem di Eropa

Jenewa, Lurusin.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis data terbaru yang menyebutkan lebih dari 1.300 kematian berlebih akibat gelombang panas ekstrem di kawasan Eropa. Angka ini tercatat sejak 21 Juni saat suhu tinggi mulai melanda sejumlah negara secara bersamaan. WHO menegaskan bahwa benua Eropa kini memegang rekor sebagai kawasan dengan laju pemanasan tercepat di Bumi dibandingkan benua lain, sebuah kondisi yang memperburuk frekuensi dan keparahan fenomena cuaca panas.

Jutaan Orang Terdampak, Layanan Kesehatan Kewalahan

Puluhan juta orang di Eropa harus berhadapan dengan suhu ekstrem sepanjang akhir pekan, ketika gelombang panas yang mematikan bergeser ke arah timur. Sistem tekanan tinggi yang membawa udara panas dari Afrika membuat beberapa kota mencatat suhu di atas 40 derajat Celsius, memecahkan rekor historis di banyak wilayah. Negara-negara seperti Spanyol, Italia, Jerman, dan Prancis melaporkan lonjakan jumlah kunjungan ke ruang gawat darurat, sementara rumah sakit dan klinik berjuang menambah kapasitas untuk menangani pasien heatstroke dan dehidrasi.

Laporan dari lapangan yang dikumpulkan media kami menunjukkan bahwa kelompok paling rentan—lansia, balita, dan mereka dengan kondisi medis kronis—menjadi korban utama. Pemerintah setempat mendirikan pusat pendingin darurat, memperpanjang jam operasional taman kota ber-AC, serta meluncurkan kampanye publik untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya suhu tinggi.

Prancis Catat Korban Terbanyak

Otoritas kesehatan Prancis menjadi salah satu yang pertama merilis data kematian yang mencengangkan. Pada Minggu (28/6) pagi, pihak berwenang menyebut sekitar 1.000 kematian tambahan di luar perkiraan normal telah terjadi sejak Rabu (24/6). Ini menjadi pengingat kelam dari tragedi serupa pada 2003, ketika lebih dari 15.000 jiwa melayang di Prancis akibat gelombang panas yang berkepanjangan. Meskipun sistem peringatan dini sudah jauh lebih baik saat ini, angka seribu kematian dalam beberapa hari tetap menjadi alarm keras bagi sistem kesehatan publik Eropa.

"Kami sedang menyaksikan puncak gelombang panas yang bergerak cepat ke timur. Negara-negara harus segera mengaktifkan protokol respons panas, termasuk membuka shelter berpendingin dan memperkuat layanan ambulans," ujar seorang juru bicara WHO kepada Lurusin.com.

Sejumlah pakar iklim yang dihubungi secara terpisah oleh tim kami menjelaskan bahwa pemanasan Eropa yang dua kali lebih cepat dari rata-rata global disebabkan oleh kombinasi faktor geografis dan arus laut. Mereka memperingatkan bahwa tanpa pemangkasan emisi karbon yang drastis, kejadian ekstrem seperti ini akan menjadi realitas tahunan yang kian parah.

Lurusin.com akan terus menyajikan informasi terbaru dari berbagai pusat data kesehatan Eropa. Pemantauan akan difokuskan pada negara-negara Eropa Timur yang saat ini mulai diterjang puncak gelombang panas, serta evaluasi kesiapan infrastruktur kesehatan lokal dalam menghadapi kondisi darurat ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
oky-pratista

Editor Edukasi Media. Editor konten literasi media bagi pembaca.

Comments (0)

User