Warga Iran Serukan Balas Dendam pada Trump di Pemakaman Khamenei

Suasana duka prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada 9 Juli 2026 di Teheran berubah menjadi gelombang kemarahan yang ditujukan kepada mantan Presiden AS Donald Trump. R...

Jul 11, 2026 - 19:51
0 0
Warga Iran Serukan Balas Dendam pada Trump di Pemakaman Khamenei

Suasana duka prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada 9 Juli 2026 di Teheran berubah menjadi gelombang kemarahan yang ditujukan kepada mantan Presiden AS Donald Trump. Ratusan ribu pelayat yang memadati Lapangan Azadi dan jalan‑jalan sekitarnya tidak hanya membawa bendera hitam dan potret Khamenei, tetapi juga spanduk serta yel‑yel bernada ancaman balas dendam. Seruan “Marg bar Trump” (Mati untuk Trump) bergema di antara ratapan kehilangan tokoh sentral republik Islam itu.

Ali Khamenei wafat pada 5 Juli 2026 di usia 87 tahun akibat komplikasi penyakit heart failure yang dideritanya sejak 2014. Meski penyebab medis sudah diumumkan, narasi yang berkembang di kalangan basis pendukung garis keras menghubungkan kematiannya dengan kebijakan “tekanan maksimum” yang diterapkan pemerintahan Trump periode 2017–2021. Sanksi ekonomi yang melumpuhkan akses obat‑obatan dan alat kesehatan disebut‑sebut sebagai “senjata pembunuh diam‑diam” yang memperburuk kondisi Khamenei. Mantan panglima Garda Revolusi, Mayjen Qasem Rezaei, dalam orasi pelepasan jenazah menyatakan, “Darah syahid Khamenei akan membuka jalan bagi pembalasan. Musuh yang membunuhnya dengan pena sanksi harus bersiap menghadapi badai perlawanan.”

Mahasiswa Universitas Teheran yang tergabung dalam Himpunan Mobilisasi Mustadhafin juga membacakan petisi yang ditandatangani ribuan warga, mendesak pemerintah melakukan tindakan balasan terhadap aset dan kepentingan AS di kawasan. “Kami menuntut pembalasan setimpal. Trump adalah penjahat perang yang bertanggung jawab langsung atas penderitaan dan kematian pemimpin kami,” ujar juru bicara himpunan, Fatemeh Hosseinzadeh. Tidak hanya itu, sejumlah papan reklame digital di pusat kota menampilkan foto Trump dengan target silang berwarna merah, sementara televisi pemerintah menayangkan dokumenter khusus yang mengaitkan kebijakan sanksi dengan kematian warga Iran selama satu dekade terakhir.

Respons balasan belum muncul dari kubu Trump secara langsung, namun Departemen Luar Negeri AS melalui juru bicaranya mengecam retorika kekerasan dan menegaskan bahwa kematian Khamenei adalah akibat faktor domestik. Analis keamanan global, Dr. Lena Mahmoud dari Middle East Institute, memperingatkan bahwa seruan balas dendam ini bisa memperpanas konflik proksi di Timur Tengah. “Kita mungkin akan melihat peningkatan serangan milisi pro‑Iran terhadap pangkalan AS di Irak dan Suriah dalam beberapa minggu ke depan,” prediksinya. Upacara pemakaman berakhir dengan penguburan jenazah di Mausoleum Imam Khomeini, tetapi gaung ancaman terhadap Trump terus bergulir di media sosial dan mimbar‑mimbar Jumat berita.

[TAGS]: Iran, balas dendam, Trump, pemakaman Khamenei, sanksi ekonomi, ancaman [SOCIAL_TWEET]: Ribuan pelayat pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei berseru balas dendam terhadap Donald Trump. Mereka tuduh sanksi ekonomi AS mempercepat kematiannya. Ketegangan kembali memanas. [SOCIAL_FB]: Prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei diwarnai seruan balas dendam terhadap Donald Trump. Massa menuding mantan presiden AS bertanggung jawab atas penderitaan dan kematian pemimpin tertinggi Iran. Bagaimana dampaknya terhadap stabilitas Timur Tengah? [SOCIAL_TG]: Pemakaman Khamenei, warga Iran serukan pembalasan terhadap Trump. Garda Revolusi sebut sanksi sebagai senjata diam‑diam. Situasi memanas, milisi bersiap. [SOCIAL_THREADS]: Teheran berkabung sekaligus bergelora. Kematian Khamenei memicu kemarahan pada Trump. Sanksi ekonomi dituduh jadi penyebab. Akankah ini memicu eskalasi baru di Timur Tengah? Pendapatmu?

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User