Kementerian Transmigrasi tancap gas melakukan pemetaan lapangan guna merevitalisasi kawasan transmigrasi di berbagai daerah penyangga strategis. Wakil Menteri Transmigrasi (Wamen Trans), Viva Yoga Mauladi, turun langsung menemui ratusan petani dalam forum Rembug Tani yang digelar di Desa Sebuntal, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.
Kunjungan kerja ini bukan sekadar seremoni diplomasi birokrasi, melainkan langkah investigatif Kementerian Transmigrasi dalam mengidentifikasi langsung sengkarut agraria, persoalan irigasi, serta kendala produktivitas pascapanen yang selama puluhan tahun membayangi kawasan transmigrasi lokal.
Kronologi dan Rangkaian Agenda Kunjungan Lapangan
Berdasarkan pantauan tim di lapangan, agenda Rembug Tani di Desa Sebuntal tersusun dalam serangkaian observasi langsung terhadap kondisi sosial-ekonomi transmigran setempat:
- Pukul 09.30 WITA: Wamen Trans Viva Yoga Mauladi beserta rombongan tiba di kawasan perkebunan dan pertanian Desa Sebuntal untuk meninjau infrastruktur jaringan irigasi sekunder serta lahan produktif warga.
- Pukul 10.45 WITA: Pembukaan forum dialog terbuka Rembug Tani bersama gabungan kelompok tani (gapoktan), tokoh masyarakat, dan perwakilan pemerintah daerah Kutai Kartanegara.
- Pukul 12.15 WITA: Penyerahan dokumen aspirasi petani terkait legalitas sertifikasi lahan, kelangkaan pupuk bersubsidi, dan kebutuhan alat mesin pertanian (alsintan) modern.
- Pukul 13.30 WITA: Konsolidasi internal kementerian bersama dinas teknis daerah guna merumuskan skema intervensi program jangka pendek dan menengah.
"Kawasan transmigrasi tidak boleh lagi dipandang sebagai wilayah tertinggal. Di era baru ini, transmigrasi harus bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dan lumbung pangan modern. Aspirasi petani di Sebuntal adalah catatan penting yang harus segera dieksekusi regulasinya," tegas Viva Yoga Mauladi di hadapan para petani.
Transformasi Kawasan Penyangga Pangan Ibu Kota Nusantara
Desa Sebuntal di Marang Kayu memegang peranan geopolitik dan geoekonomi yang krusial. Terletak di Kutai Kartanegara, wilayah ini diproyeksikan menjadi salah satu sabuk hijau penopang ketahanan pangan bagi Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun, penelusuran menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara potensi lahan dan akses permodalan petani.
Dalam forum Rembug Tani tersebut, kementerian mencatat sejumlah poin kritis yang membutuhkan intervensi lintas sektoral:
- Akselerasi Legalitas Lahan: Penyelesaian tumpang tindih hak guna lahan dan percepatan penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM) bagi warga transmigran generasi lanjutan.
- Modernisasi Alsintan: Distribusi traktor roda empat, mesin pengering gabah, serta teknologi pompanisasi hemat energi untuk mengantisipasi anomali cuaca.
- Konektivitas Logistik: Pembangunan dan perbaikan jalan usaha tani untuk menekan ongkos angkut hasil panen menuju pasar perkotaan di Samarinda, Balikpapan, dan kawasan IKN.
Kementerian Transmigrasi menegaskan komitmennya untuk mengawal hasil Rembug Tani ini hingga tahap eksekusi anggaran, memastikan para transmigran di Kutai Kartanegara berdaya saing tinggi serta terlindungi dari jeratan rantai tengkulak yang merugikan.
Comments (0)