Sep 17, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

BNPB Terjunkan Dua Helikopter Jepang Padamkan Karhutla di Kalbar

Krisis kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) memasuki fase kritis. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNP

BNPB Terjunkan Dua Helikopter Jepang Padamkan Karhutla di Kalbar

Krisis kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) memasuki fase kritis. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi pengerahan 2 unit helikopter khusus asal Jepang untuk memperkuat operasi pemadaman udara (water bombing). Penjajakan armada udara internasional ini dilakukan seiring melonjaknya titik api (hotspot) yang membakar kawasan lahan gambut dalam dan sulit diakses oleh Satgas Darat.

Langkah darurat ini diambil guna menahan laju persebaran asap tebal yang mulai mengganggu aktivitas perekonomian dan kesehatan masyarakat di titik-titik rawan seperti Kabupaten Kubu Raya, Ketapang, dan Mempawah. Kebakaran lahan gambut yang memiliki kedalaman vegetasi bawah tanah membutuhkan intervensi penyiraman air bertekanan tinggi dan volume besar secara terus-menerus.

Kronologi Penanganan dan Mobilisasi Armada Udara

Berdasarkan data taktis yang dihimpun tim investigasi Lurusin.com, berikut adalah rangkaian eskalasi penanganan bencana karhutla di Kalimantan Barat hingga pengerahan unit udara asal Jepang:

  1. Lonjakan Titik Panas: Dalam dua pekan terakhir, satelit BMKG dan LAPAN mendeteksi peningkatan signifikan hingga lebih dari 420 titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah hingga tinggi di wilayah Kalbar.
  2. Penetapan Siaga Darurat: Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Karhutla untuk membuka akses perbantuan logistik dan penanganan lintas instansi nasional.
  3. Keterbatasan Jalur Darat: Tim pemadam darat melaporkan kendala teknis akibat keringnya sumber air permukaan serta medan gambut terisolasi yang membahayakan personil.
  4. Operasi Helikopter Jepang: BNPB memobilisasi 2 unit helikopter manuver berat dari Jepang yang dipersenjatai sistem kompartemen pembom air berkapasitas besar untuk menyasar episentrum api.

Analisis Operasional: Efektivitas Pemadaman Udara

Penggunaan armada helikopter internasional ini dipandang sebagai instrumen vital dalam meredam intensitas api permukaan secara cepat. Berikut perbandingan analitis antara metode pemadaman darat dan dukungan water bombing udara:

Metode Pemadaman Kapasitas Angkut / Curah Air Efektivitas Lahan Gambut Kendala Lapangan Utama
Satgas Darat (Pompa Portable) Terbatas (Tergantung pasokan air) Sedang (Penetrasi dalam lambat) Akses geografis sulit & embung kering
Water Bombing (Helikopter Jepang) 4.000 – 5.000 Liter / Sekali Drop Tinggi (Pemadaman permukaan cepat) Kabut asap pekat & turbulensi angin

Akar Masalah: Bayang-bayang Solusi Jangka Pendek

Meski kehadiran dua helikopter Jepang menjadi angin segar dalam mempercepat pemadaman, pengamat lingkungan mengingatkan bahwa water bombing merupakan respons di hilir yang menelan anggaran amat besar. Biaya operasional armada udara ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah per jam terbang.

"Menerjunkan helikopter canggih untuk pemadaman udara memang krusial di situasi darurat, tetapi itu hanya meredam api di permukaan. Selama pengeringan lahan gambut akibat penataan kanal ilegal tidak dihentikan dan penegakan hukum lemah, karhutla akan terus berulang setiap musim kemarau," tegas Dr. Hendra Wijaya, Pakar Pengelolaan Lahan Basah.

Penelusuran lebih dalam memperlihatkan bahwa sebagian besar titik api terkonsentrasi di lahan gambut terdegradasi yang dialihfungsikan secara tidak sah. Tanpa tindakan tegas terhadap oknum korporasi maupun perorangan yang memanfaatkan momentum kemarau untuk pembersihan lahan (land clearing) murah, operasi water bombing mahal ini hanya akan menjadi agenda rutin tahunan tanpa menyelesaikan akar krisis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dina-aulia

Reporter Investigasi. Meliput isu lingkungan, tambang ilegal, dan deforestasi.

Comments (0)

User