Wagub Erwan Dorong Pengrajin Jabar Berinovasi Sesuai Perkembangan Zaman
Lurusin.com, Jakarta – Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyampaikan bahwa potensi sumber daya manusia yang besar, ditopang oleh kekayaan budaya dan tradisi, menjadi modal strategis untuk m
Lurusin.com, Jakarta – Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyampaikan bahwa potensi sumber daya manusia yang besar, ditopang oleh kekayaan budaya dan tradisi, menjadi modal strategis untuk memacu pertumbuhan ekonomi kreatif di seluruh wilayah Jawa Barat. Dalam laporan yang diterima media kami, Rabu (01/07/2026), Erwan menekankan bahwa fondasi tersebut membuat sentra-sentra industri kerajinan di provinsi itu memiliki peluang besar untuk bersaing di level nasional. Ia pun mendorong para pengrajin di berbagai penjuru Jabar agar terus berinovasi mengikuti tren perkembangan zaman, karena hal itu berdampak langsung pada peningkatan pendapatan ekonomi mereka.
Kekayaan Budaya sebagai Pijakan Inovasi
Erwan melihat bahwa Jawa Barat dikaruniai warisan tradisi yang sangat beragam, dari tenun, anyaman, ukiran kayu, hingga keramik dan batik khas daerah. Keragaman ini, jika dipadukan dengan sentuhan inovasi, mampu melahirkan produk-produk kriya yang bernilai tambah tinggi. Oleh karena itu, ia meminta para perajin tidak berhenti pada pola produksi lama, melainkan berani mengeksplorasi desain, material, dan teknik baru yang relevan dengan selera pasar masa kini.
“Saya meminta untuk terus meningkatkan inovasi, karena Jabar memiliki kekayaan budaya dan tradisi. Jika dikaitkan dengan pemanfaatan teknologi digital akan meningkatkan pendapatan ekonomi dari sektor kriya ini,” ujar Erwan dalam keterangan tertulisnya.
Digitalisasi Jadi Kunci Dongkrak Pendapatan
Pernyataan Wagub Erwan secara tegas mengaitkan inovasi dengan adopsi teknologi digital. Di era ekonomi digital, para pengrajin tidak cukup hanya bergantung pada penjualan konvensional di pasar lokal. Pemanfaatan platform e-dagang, media sosial, dan pemasaran berbasis konten visual menjadi katalisator yang dapat membuka akses pasar lebih luas, bahkan hingga ke luar negeri. Dengan demikian, produk kerajinan Jabar yang sarat nilai budaya bisa menembus segmen konsumen global yang menghargai keunikan dan kualitas.
Langkah ini sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang terus mendorong digitalisasi di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk di antaranya pelaku ekonomi kreatif. Pelatihan kewirausahaan digital, pendampingan merek, hingga fasilitasi permodalan menjadi beberapa program yang diharapkan mampu mengakselerasi transformasi sentra-sentra industri kerajinan tradisional menjadi unit usaha modern yang berdaya saing.
Sentra Kriya Jabar Siap Menembus Pasar Nasional
Dengan kombinasi antara kekayaan budaya, inovasi produk, dan pemanfaatan teknologi, Erwan optimistis sentra-sentra kriya di Jabar mampu naik kelas dan menjadi pemain utama di panggung nasional. Dukungan yang terus diberikan, baik dalam bentuk kebijakan maupun pendampingan, diharapkan membuat para pengrajin tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan berkembang seiring dinamika zaman. Pesan kuat yang disampaikan Wagub Erwan ini menjadi sinyal bahwa ekonomi kreatif Jabar harus bergerak maju, dengan tetap menjadikan tradisi sebagai akar yang kokoh.
Comments (0)