Informasi mengenai gerhana bulan sebagian yang disebut terjadi pada Jumat, 28 Agustus 2026, beredar luas menjelang akhir pekan tersebut. Salah satu poin yang ditegaskan dalam informasi itu adalah bahwa peristiwa ini tidak dapat disaksikan dari wilayah Indonesia. Berdasarkan verifikasi terhadap data astronomi resmi, klaim bahwa gerhana terjadi pada tanggal dan jenis yang disebutkan adalah akurat, dan pernyataan bahwa gerhana tidak terlihat dari Indonesia juga didukung penuh oleh data waktu dan posisi bulan. Laporan ini menguraikan tahapan verifikasi secara rinci.
KLAIM
Klaim yang diverifikasi dalam laporan ini menyatakan bahwa gerhana bulan sebagian terjadi pada Jumat, 28 Agustus 2026, dan bahwa gerhana tersebut tidak terlihat dari seluruh wilayah Indonesia. Tidak ada klausul lain yang disertakan, sehingga verifikasi difokuskan pada dua elemen utama: kebenaran tanggal dan jenis gerhana, serta kebenaran pernyataan ketidakterlihatan dari Indonesia.
“Gerhana bulan sebagian akan terjadi pada Jumat, 28 Agustus 2026, dan tidak terlihat dari wilayah Indonesia.”
SUMBER KLAIM
Informasi serupa tersebar melalui berbagai pemberitaan daring dan unggahan media sosial menjelang 28 Agustus 2026. Untuk keperluan verifikasi, klaim diuji terhadap sumber resmi data astronomi, yaitu katalog gerhana pada NASA Eclipse Web Site (eclipse.gsfc.nasa.gov) serta publikasi informasi astronomi yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui situs resminya (bmkg.go.id). Kedua sumber tersebut digunakan sebagai dasar penilaian karena merupakan referensi standar dalam penghitungan fenomena astronomi. Verifikasi tidak menggunakan informasi sekunder tanpa disilangkan dengan data katalog tersebut.
VERIFIKASI
Berdasarkan verifikasi terhadap katalog gerhana NASA (NASA Eclipse Web Site), tercatat peristiwa gerhana bulan sebagian pada 28 Agustus 2026 yang merupakan gerhana bulan kedua pada tahun tersebut. Gerhana ini termasuk dalam Seri Saros 138 dengan magnitudo umbra sekitar 0,93. Angka tersebut berarti hampir seluruh piringan bulan masuk ke dalam bayangan inti bumi, sehingga secara visual gerhana tampak dalam dan jelas, meskipun tidak mencapai fase total.
Data menunjukkan bahwa puncak gerhana terjadi sekitar pukul 04.13 UTC. Jika dikonversi ke zona waktu Indonesia, waktu tersebut setara dengan pukul 11.13 WIB, 12.13 WITA, dan 13.13 WIT. Fase umbra sendiri dimulai lebih awal, yakni sekitar pukul 02.34 UTC atau pukul 09.34 WIB. Pada rentang waktu tersebut, wilayah Indonesia berada pada sisi siang hari bumi. Bulan telah terbenam di ufuk barat pada pagi hari, jauh sebelum fase umbra dimulai.
Faktanya adalah visibilitas gerhana bulan ditentukan oleh posisi bulan di atas cakrawala saat peristiwa berlangsung. Gerhana bulan terjadi ketika bumi berada di antara matahari dan bulan, sehingga fase puncak selalu bertepatan dengan bulan purnama yang berada pada sisi malam bumi. Wilayah yang dapat mengamati gerhana 28 Agustus 2026 mencakup Benua Amerika, Eropa, Afrika, dan sebagian Asia Barat. Indonesia, dengan zona waktu UTC+7 hingga UTC+9, tidak termasuk wilayah pengamatan karena geometri waktu yang tidak mendukung.
Sebagai pembanding, gerhana bulan sebagian pada 7–8 September 2025 dapat disaksikan dari Indonesia karena puncaknya terjadi pada dini hari WIB saat bulan berada tinggi di langit. Perbedaan ini menunjukkan bahwa ketidakterlihatan gerhana Agustus 2026 bukan disebabkan oleh kegagalan fenomena, melainkan murni faktor jadwal waktu di masing-masing wilayah.
FAKTA
Berdasarkan hasil verifikasi, seluruh elemen klaim sesuai dengan data resmi. Tidak ditemukan penyimpangan antara klaim dan katalog gerhana.
Pertama, tanggal dan jenis gerhana akurat. Gerhana bulan sebagian benar terjadi pada Jumat, 28 Agustus 2026, sesuai dengan katalog NASA. Tidak ada perbedaan tanggal, hari, maupun jenis gerhana antara klaim dan data resmi.
Kedua, pernyataan ketidakterlihatan dari Indonesia akurat. Data menunjukkan puncak gerhana terjadi sekitar pukul 11.13 WIB, saat siang hari di Indonesia. Bulan telah berada di bawah cakrawala sebelum fase umbra dimulai, sehingga gerhana tidak dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia.
Ketiga, klaim dirumuskan secara presisi. Klaim menyebut “tidak terlihat dari Indonesia”, bukan “tidak terjadi”. Perumusan ini penting karena gerhana tetap berlangsung di belahan bumi lain; yang tidak terjadi hanyalah kesempatan mengamatinya dari Indonesia. Tidak ada informasi dari sumber resmi yang bertentangan dengan pernyataan tersebut.
KESIMPULAN
Berdasarkan verifikasi terhadap katalog gerhana NASA dan publikasi resmi, klaim bahwa gerhana bulan sebagian terjadi pada Jumat, 28 Agustus 2026, dan tidak terlihat dari wilayah Indonesia adalah akurat. Seluruh elemen klaim didukung oleh data astronomi resmi, dan tidak ditemukan bukti yang bertentangan. Informasi yang beredar tidak termasuk kategori menyesatkan atau hoaks.
Rating: BENAR.
Comments (0)