Aug 28, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit Lanjutkan Tur Eropa Setelah Terlantar

Kabar baik akhirnya datang dari perjalanan panjang tiga band metal Indonesia di Eropa. DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit resmi melanjutkan rangkaian tur mereka setelah melewati masa sulit yang sempat ...

DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit Lanjutkan Tur Eropa Setelah Terlantar

Kabar baik akhirnya datang dari perjalanan panjang tiga band metal Indonesia di Eropa. DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit resmi melanjutkan rangkaian tur mereka setelah melewati masa sulit yang sempat membuat rombongan terombang-ambing di Irlandia. Kepastian ini disambut lega oleh para penggemar yang selama ini mengikuti perkembangan nasib ketiga band dari kejauhan.

Perjalanan yang seharusnya berjalan mulus justru diwarnai serangkaian hambatan. Sebuah konser yang telah dijadwalkan batal di tengah jalan, memaksa ketiga band menghentikan langkah mereka lebih awal dari rencana. Lebih parah lagi, pembatalan tersebut menempatkan mereka dalam situasi yang rumit secara logistik.

DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit adalah tiga nama yang sudah malang melintang di kancah musik metal Tanah Air. Ketiganya kerap membawa estetika musik keras yang khas, dengan penggemar yang tersebar tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara Eropa. Tur semacam ini pun menjadi ajang bagi mereka untuk memperluas jangkauan sekaligus menguji daya tarik musik mereka di pasar internasional.

Buntut Panjang Pembatalan Konser

Masalah promotor menjadi biang keladi utama di balik kekacauan ini. Kegagalan pihak promotor dalam mengelola acara membuat konser batal di saat-saat terakhir, meninggalkan ketiga band tanpa kepastian jadwal maupun akomodasi. Akibatnya, para personel terpaksa bertahan di Irlandia dalam kondisi yang tidak menentu.

Terdampar di negeri orang jelas bukan situasi ideal bagi para musisi. Namun, fakta bahwa ketiga band mampu bertahan dan akhirnya kembali melanjutkan perjalanan menunjukkan profesionalisme yang patut diacungi jempol. Alih-alih pulang lebih awal dengan tangan hampa, mereka memilih untuk menyelesaikan apa yang telah dimulai.

Pengalaman semacam ini sejatinya bukan hal baru di dunia musik underground. Tur internasional kerap dihantui risiko, mulai dari masalah visa, cuaca, hingga ketidakmampuan promotor dalam memenuhi kesepakatan. Yang membedakan adalah bagaimana setiap band merespons situasi tersebut.

Perjalanan logistik tiga band dalam satu rombongan bukan pekerjaan mudah. Alat musik, perlengkapan panggung, hingga kebutuhan dasar para personel harus dikelola dengan cermat. Ketika jadwal berantakan, semua pengaturan tersebut ikut bergeser, dan di situlah kesabaran diuji.

Ketangguhan di Atas Panggung Eropa

Kelanjutan tur ini menjadi bukti bahwa semangat bermusik tidak mudah padam oleh hambatan administratif. DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit kembali mengatur jadwal, mencari pengganti konser yang batal, dan berkomitmen untuk tetap tampil di hadapan penggemar Eropa yang telah lama menantikan kedatangan mereka.

Eropa selama ini menjadi pasar yang penting bagi band metal Indonesia. Sejumlah kota di benua tersebut memiliki komunitas penggemar yang loyal, dan tur semacam ini menjadi jembatan antara musisi Tanah Air dengan pendengar internasional. Momentum seperti ini sayang jika terbuang sia-sia hanya karena persoalan manajerial.

Dengan berlanjutnya tur, ketiga band juga membawa misi yang lebih besar: memperkenalkan wajah metal Indonesia ke panggung dunia. Setiap penampilan di panggung Eropa bukan sekadar hiburan, melainkan juga representasi dari kerja keras musisi Indonesia di kancah internasional.

Harapan di Tengah Ketidakpastian

Kendati kelanjutan tur telah dipastikan, perjalanan ke depan tetap menyimpan tantangan. Pengaturan ulang jadwal, biaya tambahan, hingga koordinasi dengan promotor baru menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. Namun, dengan pengalaman yang telah dilalui, ketiga band dinilai lebih siap menghadapi kemungkinan terburuk sekalipun.

Solidaritas antar personel menjadi kunci utama dalam melewati masa-masa sulit. Saat satu band menghadapi masalah, dua band lainnya ikut mencari solusi. Kebersamaan semacam ini terbentuk dari pengalaman panjang mereka berkecimpung di industri musik yang penuh kejutan.

Para penggemar pun diharapkan terus memberikan dukungan, baik melalui kehadiran di konser maupun apresiasi terhadap perjuangan para musisi. Pasalnya, di balik setiap panggung yang berdiri, ada proses panjang yang tidak selalu terlihat oleh publik.

Ke depan, seluruh mata akan tertuju pada panggung-panggung Eropa yang menjadi saksi kebangkitan tur ini. Setiap penampilan akan menjadi jawaban atas segala keraguan yang sempat menyelimuti perjalanan. Bagi para penggemar, melihat band kesayangan kembali tampil adalah hadiah terbaik setelah masa penantian yang menegangkan.

Kisah DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit kali ini menjadi pengingat bahwa dunia musik tidak melulu tentang gemerlap panggung. Di balik itu semua, ada perjuangan logistik, negosiasi, dan ketahanan mental yang diuji setiap hari. Dan ketika para musisi memilih untuk bertahan, hasilnya adalah tur yang kembali berjalan — membawa nama Indonesia melintasi benua.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS ramadiansyah

Editor Investigasi. Pemenang penghargaan jurnalisme investigasi. Spesialisasi: korupsi, kolusi, dan maladministrasi.

Comments (0)

User