Veda Ega Pratama Kini Posisi Keenam Klasemen Moto3 2026

Balapan Moto3 seri Jerman di Sirkuit Sachsenring membawa perubahan penting pada komposisi klasemen sementara musim 2026. Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil mencatatkan pencapaian sign...

Jul 13, 2026 - 08:47
0 0

Balapan Moto3 seri Jerman di Sirkuit Sachsenring membawa perubahan penting pada komposisi klasemen sementara musim 2026. Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil mencatatkan pencapaian signifikan dengan naik satu peringkat ke posisi keenam klasemen setelah meraih poin penting dari performanya di lintasan basah yang menantang akhir pekan lalu.

Laju di Sachsenring: Tambahan Poin Krusial

Dalam balapan yang penuh insiden, Veda mampu menjaga ritme dan menghindari risiko terjatuh di tikungan tajam khas Sachsenring. Ia finis di posisi kedelapan, sebuah hasil yang memberinya tambahan delapan poin. Tambahan tersebut menggenapkan koleksi poinnya menjadi 90 poin dan menggesernya naik dari peringkat ketujuh yang sebelumnya ia tempati. Konsistensi pembalap yang menggunakan nomor 55 ini menjadi kunci di tengah musim yang padat; dari sepuluh seri yang telah berlangsung, ia nyaris selalu meraih poin kecuali saat gagal finis di Catalunya.

Di sisi lain, rekan satu timnya di jajaran papan tengah atas, Danish – pembalap Malaysia yang memperkuat tim Leopard Racing – menempel ketat. Danish finis satu posisi di belakang Veda dalam balapan kali ini dan kini mengantongi 86 poin, terpaut empat angka dari Veda. Selisih yang tipis itu menempatkan Danish persis di bawah Veda di klasemen, yaitu peringkat ketujuh. Persaingan antara keduanya diperkirakan akan terus memanas di seri-seri berikutnya, mengingat keduanya sama-sama berambisi menembus lima besar klasemen akhir.

Dampak Perubahan Klasemen dan Posisi yang Ketat

Pergeseran yang dialami Veda tidak hanya dipengaruhi oleh raihannya sendiri, tetapi juga oleh hasil kurang optimal yang dialami pembalap di depannya. Pesaing terdekat yang sebelumnya menghuni peringkat keenam hanya mampu finis di luar zona poin, sehingga selisih poin langsung terpangkas. Kini Veda hanya berjarak dua digit dari peringkat kelima yang ditempati David Alonso dengan 102 poin. Situasi ini membuka peluang bagi Veda untuk terus merangsek naik jika ia mampu mempertahankan tren positif di putaran berikutnya.

Perlu dicatat, klasemen Moto3 2026 musim ini sangat dinamis karena dominasi pembalap belum terpusat pada satu nama. Pemuncak klasemen masih dihuni oleh pembalap Spanyol, Ivan Ortola, dengan 145 poin, diikuti dua pesaing terdekat dengan selisih kurang dari lima belas poin. Artinya, papan atas masih cair dan setiap balapan dapat mengubah wajah klasemen secara drastis. Ini menjadi keuntungan bagi pembalap seperti Veda yang memiliki modal kecepatan dan ketenangan dalam menghadapi tekanan.

Konsistensi Menjadi Senjata Utama

Sejak seri pembuka di Sirkuit Losail, Veda memang belum sekalipun naik podium utama, tetapi statistik mencatat bahwa ia telah mengoleksi tiga kali finis di posisi kelima, dua kali keenam, serta beberapa hasil di tujuh dan delapan besar. Ketidakmampuan musim lalu untuk biasa finis di sepuluh besar telah terbayar tuntas musim ini. Pengamat menyoroti peningkatan signifikan pada sektor kualifikasi; posisi grid yang lebih baik membuat Veda tak perlu memulai balapan dari barisan tengah yang rawan insiden.

Di Jerman, Veda start dari posisi kesepuluh setelah sesi kualifikasi yang sedikit terganggu hujan ringan. Ia memilih komposisi ban yang tepat dan melakukan manuver cerdas di lap-lap awal untuk langsung mendekati grup depan. Meskipun kemudian pertarungan sengit dengan sesama pembalap Aspar membuatnya tidak bisa merangsek lebih jauh, delapan poin yang diperoleh sudah cukup memenuhi target tim.

Menatap Seri Belanda dan Harapan Podium Pertama

Rangkaian balapan Eropa berlanjut akhir pekan ini ke Sirkuit Assen, Belanda. Karakter lintasan Assen yang cepat dan mengalir disukai Veda. Data dari latihan tahun sebelumnya menunjukkan bahwa ia kerap tampil cepat di sektor tengah lintasan tersebut. Tim sedang bekerja keras menyiapkan penyetelan motor yang optimal untuk mendukung gaya balapnya yang halus. Bila mampu meraih podium di Assen, bukan tidak mungkin Veda melompat ke peringkat kelima.

Pertarungan internal dengan Danish diprediksi akan banyak mewarnai jalannya paruh kedua musim. Keduanya membela tim berbeda tetapi memiliki karakter balap yang mirip: sabar, kalkulatif, dan meletup di lap akhir. Penonton Indonesia tentu berharap Veda mampu terus menjaga posisinya dan membalikkan selisih poin dari rival-rival di depannya. Dengan sembilan seri tersisa, peluang untuk menorehkan sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama di lima besar klasemen final Moto3 masih terbuka lebar. Veda sendiri, melalui unggahan media sosialnya, menyatakan siap tampil lebih agresif dan memanfaatkan setiap sesi latihan bebas untuk memperdalam pemahaman terhadap trek Assen. "Delapan poin ini penting, tapi saya belum puas," tulisnya singkat.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dina-aulia

Reporter Investigasi. Meliput isu lingkungan, tambang ilegal, dan deforestasi.

Comments (0)

User