UTBK Digelar di Tengah Pandemi: Peserta Wajib Bermasker dan Jaga Jarak

Pada awal Juli 2020, suasana di kampus Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta tampak berbeda dari biasanya. Alih-alih aktivitas perkuliahan yang biasa, gedung-gedung di...

Jul 12, 2026 - 07:41
0 0
UTBK Digelar di Tengah Pandemi: Peserta Wajib Bermasker dan Jaga Jarak

Pada awal Juli 2020, suasana di kampus Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta tampak berbeda dari biasanya. Alih-alih aktivitas perkuliahan yang biasa, gedung-gedung di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat itu dipenuhi oleh para calon mahasiswa yang mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Hari Minggu, 5 Juli 2020, menjadi momen penting sebagai pembuka gelombang pertama ujian seleksi tersebut di tengah situasi pandemi COVID-19. Seluruh peserta yang hadir wajib mengenakan masker dan menjalani serangkaian protokol kesehatan yang ketat sebelum memasuki ruangan ujian.

Pelaksanaan UTBK pada masa itu tidak hanya menjadi ujian akademik, tetapi juga ujian kedisiplinan dalam mematuhi aturan kesehatan. Setiap peserta diperiksa suhu tubuhnya, diwajibkan mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan diminta menjaga jarak aman satu sama lain. Di dalam ruang ujian, kursi-kursi komputer disusun sedemikian rupa untuk memastikan tidak ada kontak fisik yang berlebihan. Pihak panitia juga menyediakan jalur masuk dan keluar yang terpisah guna menghindari kerumunan.

Protokol Kesehatan Menjadi Prioritas

Mengingat pandemi belum menunjukkan tanda-tanda mereda, penyelenggara UTBK menerapkan standar keamanan yang tinggi. Setiap peserta diharuskan membawa masker sendiri, dan bagi yang tidak membawa atau memakai masker dengan benar akan ditegur oleh petugas. Beberapa peserta bahkan terlihat mengenakan pelindung wajah (face shield) untuk perlindungan tambahan. Meja dan keyboard komputer secara rutin dibersihkan dengan disinfektan setelah sesi ujian selesai. Ruangan juga dilengkapi dengan ventilasi udara yang baik dan lampu ultraviolet untuk sterilisasi di malam harinya. Semua langkah ini diambil untuk memastikan bahwa proses seleksi mahasiswa baru dapat berjalan tanpa mengorbankan keselamatan jiwa.

Bagi para calon mahasiswa, menjalani ujian dalam balutan masker tentu bukan pengalaman yang mudah. Uap napas terkadang mengaburkan penglihatan atau membuat pernapasan terasa sesak. Namun, kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan diri dan orang lain membuat mereka tetap bersemangat. Sebagian besar peserta menyatakan bahwa meskipun tidak nyaman, protokol tersebut wajib dijalankan demi kelancaran ujian dan keselamatan bersama.

Peran UTBK dalam SBMPTN

Ujian Tulis Berbasis Komputer merupakan salah satu komponen utama dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Hasil UTBK digunakan oleh puluhan universitas negeri di seluruh Indonesia untuk menyeleksi calon mahasiswa yang akan diterima di berbagai program studi. Tanpa mengikuti UTBK, peluang untuk lolos SBMPTN bisa sirna. Oleh karena itu, meskipun pandemi melanda, ribuan siswa lulusan SMA dan sederajat tetap antusias mendaftar dan hadir di lokasi ujian.

Pada tahun 2020, penyelenggaraan UTBK sempat tertunda beberapa kali akibat penyebaran virus corona. Setelah melalui koordinasi panjang antara Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) dan pemerintah, diputuskan bahwa ujian akan dilaksanakan secara serentak di banyak lokasi dengan penyesuaian protokol. Gelombang pertama yang berlangsung pada 5–14 Juli 2020 menjadi momen bersejarah karena baru pertama kalinya ujian berskala nasional digelar dalam kondisi darurat kesehatan seperti ini.

Fakultas Teknik UPN Veteran Jakarta Sebagai Tuan Rumah

Kampus Fakultas Teknik UPN Veteran Jakarta di Cinere, Depok, dipilih menjadi salah satu pusat UTBK karena memiliki fasilitas laboratorium komputer yang memadai. Gedung perkuliahan yang relatif baru dan lingkungan kampus yang luas memungkinkan pengaturan tempat duduk dengan jarak yang cukup. Pemandangan kampus yang dikelilingi pepohonan memberikan suasana yang sedikit menenangkan di tengah ketegangan ujian. Meskipun hari itu adalah hari Minggu, tidak ada suara bising seperti biasanya; yang ada hanya langkah kaki teratur peserta yang mengantre dengan tertib.

Beberapa mahasiswa yang sudah lebih dulu kuliah di UPN Veteran Jakarta juga terlibat sebagai panitia lokal untuk membantu kelancaran acara. Mereka bertugas mengarahkan peserta, memeriksa kelengkapan dokumen, hingga memastikan koneksi internet dan komputer berjalan lancar. Dukungan dari pihak kampus dalam menyediakan tempat cuci tangan portabel dan titik-titik pemeriksaan suhu di depan pintu masuk menjadi bukti keseriusan institusi dalam menerapkan protokol kesehatan.

Menghadapi Tantangan Pandemi

Pandemi COVID-19 telah mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Penyelenggaraan ujian tatap muka seperti UTBK merupakan tantangan besar karena berpotensi menjadi klaster penyebaran baru. Namun, kebutuhan untuk tetap menjalankan proses seleksi mahasiswa baru yang adil dan berkualitas mendorong dilahirkannya regulasi khusus. Peserta yang memiliki gejala demam atau batuk diminta untuk segera melapor dan diarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat, bukan tetap mengikuti ujian. Kebijakan fleksibel semacam ini menjadikan UTBK 2020 sebagai contoh bagaimana lembaga pendidikan mampu beradaptasi dengan cepat di tengah krisis.

Di sisi lain, kondisi pandemi juga memberatkan mental para peserta. Banyak di antara mereka yang belajar secara daring selama berbulan-bulan, tanpa bimbingan tatap muka, sehingga persiapan ujian dirasakan kurang optimal. Namun, semangat untuk meraih kursi di perguruan tinggi negeri tetap memotivasi mereka untuk hadir dan berjuang. Penyelenggara pun berupaya menciptakan suasana yang kondusif dengan menyediakan ruang tunggu yang lapang, mengalirkan musik lembut, dan memberikan pengumuman yang menenangkan.

Pelaksanaan UTBK gelombang pertama di kampus UPN Veteran Jakarta menjadi cermin dari kegigihan generasi muda Indonesia. Meski dihadapkan pada situasi yang tidak ideal, mereka tetap datang dengan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan menuju masa depan yang lebih baik. Peristiwa ini juga sekaligus menunjukkan bahwa disiplin protokol kesehatan bukanlah hambatan melainkan jembatan untuk tetap dapat melakukan aktivitas penting di tengah pandemi.

Hingga saat ini, kenangan akan ujian di masa pandemi itu masih membekas bagi banyak orang. Para peserta yang kala itu merasakan canggungnya ujian di bawah bayang-bayang virus corona kini mungkin telah menyelesaikan studi atau tengah berjuang di dunia kerja. Sementara itu, penyelenggaraan ujian masuk perguruan tinggi terus berkembang dengan memanfaatkan teknologi dan pengalaman pahit tersebut sebagai pelajaran berharga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User