Nama Aisyah Thisia mendadak menjadi sorotan publik setelah ucapan selamat ulang tahun yang ditujukan kepadanya diunggah melalui sejumlah akun resmi milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Perempuan yang merupakan istri Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, itu menjadi perbincangan hangat di tengah kondisi wilayah yang tengah dilanda kebakaran hutan dan lahan, atau karhutla. Publik menilai momen perayaan tersebut kurang tepat disampaikan melalui kanal resmi pemerintah pada saat masyarakat tengah menghadapi dampak asap yang menyebar luas.
Kronologi Sorotan terhadap Aisyah Thisia
Berdasarkan informasi yang dihimpun, perhatian publik terhadap Aisyah Thisia bermula dari unggahan ucapan ulang tahun yang ditayangkan oleh beberapa akun resmi Pemprov Kalteng. Unggahan tersebut awalnya bertujuan menyampaikan doa dan apresiasi kepada istri gubernur yang tengah berulang tahun. Namun, alih-alih diterima sebagai hal yang wajar, unggahan itu justru memicu perdebatan di media sosial.
Sejumlah warganet menyayangkan pemilihan waktu unggahan tersebut. Pada periode yang sama, berbagai wilayah di Kalimantan Tengah dilaporkan mengalami penurunan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan. Asap dari karhutla menjadi persoalan yang berulang setiap tahun dan berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, aktivitas belajar mengajar, serta kegiatan ekonomi warga.
Konteks Karhutla yang Membayangi Momen Perayaan
Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah bukan persoalan baru. Wilayah ini termasuk salah satu daerah yang kerap menghadapi karhutla, terutama pada musim kemarau. Dampaknya terasa hingga ke sektor transportasi, kesehatan, dan pendidikan. Karena itu, publik umumnya sangat sensitif terhadap kebijakan maupun gaya komunikasi pemerintah daerah pada masa tanggap bencana.
Dalam situasi seperti ini, setiap unggahan dari akun resmi pemerintah akan dibaca sebagai representasi prioritas lembaga. Unggahan ucapan selamat ulang tahun, meskipun hanya bersifat seremonial, dapat ditafsirkan publik sebagai ketidakpekaan terhadap penderitaan warga yang terdampak asap. Hal inilah yang kemudian memicu pertanyaan tentang arah komunikasi publik Pemprov Kalteng di tengah karhutla.
Posisi Istri Gubernur dalam Sorotan
Aisyah Thisia sendiri merupakan figur publik yang melekat dengan posisi pendamping gubernur. Sebagai istri kepala daerah, ia kerap terlibat dalam berbagai agenda sosial dan kemasyarakatan di Kalimantan Tengah. Kehadirannya dalam kegiatan resmi Pemprov Kalteng bukan hal yang asing bagi masyarakat setempat.
Namun, dalam kasus kali ini, sorotan bukan ditujukan pada kapasitas atau aktivitas sosial Aisyah Thisia, melainkan pada momen dan kanal yang digunakan untuk menyampaikan ucapan ulang tahun. Publik lebih banyak mempersoalkan waktu unggahan dibandingkan dengan sosok yang dirayakan. Kritik yang berkembang lebih mengarah pada manajemen komunikasi lembaga, bukan pada pribadi yang bersangkutan.
Pelajaran bagi Komunikasi Publik Pemerintah Daerah
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa komunikasi publik pemerintah daerah harus peka terhadap konteks dan situasi masyarakat. Di masa bencana, kanal resmi pemerintah semestinya difokuskan untuk menyampaikan informasi tanggap darurat, imbauan keselamatan, serta langkah penanganan yang dilakukan. Konten seremonial yang tidak mendesak dapat ditunda hingga kondisi kembali pulih.
Respons yang tepat terhadap kritik publik juga menjadi bagian penting dari tata kelola komunikasi. Pemerintah daerah dapat menggunakan masukan ini sebagai bahan evaluasi agar ke depan setiap unggahan akun resmi lebih selaras dengan prioritas penanganan bencana dan kebutuhan masyarakat. Transparansi atas upaya penanganan karhutla menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik.
Kesimpulan
Sorotan terhadap Aisyah Thisia, istri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, lahir bukan dari persoalan pribadi, melainkan dari momen yang dianggap kurang tepat dalam menyampaikan ucapan ulang tahun melalui akun resmi Pemprov Kalteng di tengah karhutla. Peristiwa ini menegaskan pentingnya sensitivitas konteks dalam komunikasi publik lembaga pemerintahan. Ke depan, publik menantikan fokus penuh pemerintah daerah pada penanganan kebakaran hutan dan lahan serta pemulihan dampak asap bagi masyarakat.
Comments (0)