TV Iran Siarkan Ucapan Belasungkawa Megawati untuk Khamenei
Televisi nasional Iran menayangkan rekaman ucapan duka Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Tayangan tersebut diser...
Televisi nasional Iran menayangkan rekaman ucapan duka Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Tayangan tersebut disertai teks terjemahan Persia dan disiarkan secara luas di berbagai platform media Iran pada Sabtu malam waktu setempat.
Penyampaian Melalui Jalur Diplomatik
Pesan duka Megawati disampaikan melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran. Pihak Kedubes Iran di Jakarta sebelumnya juga menerima kunjungan sejumlah tokoh Indonesia yang ingin menyampaikan belasungkawa. Tidak seperti kebanyakan pesan yang hanya tercatat secara bilateral, ucapan Megawati mendapat perhatian khusus hingga akhirnya diputuskan untuk disiarkan langsung oleh stasiun televisi milik pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB). Langkah ini menandakan hubungan diplomatik dan personal yang mendalam antara tokoh politik senior Indonesia itu dengan Teheran.
Hubungan Historis Bung Karno dan Revolusi Iran
Kedekatan Megawati dengan Iran tidak lepas dari warisan sang ayah, Presiden Soekarno, yang dikenal menjalin hubungan hangat dengan pemimpin-pemimpin revolusi dan gerakan anti-imperialisme pada masanya, termasuk Imam Khomeini. Setelah Revolusi Iran 1979, hubungan kedua negara menguat, dan sejumlah kelompok di Indonesia memandang Iran sebagai simbol perlawanan terhadap dominasi Barat. Megawati sendiri, sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN sekaligus Ketua Umum PDIP, beberapa kali menyatakan kekagumannya terhadap sistem politik Iran yang dinilainya independen. Dalam beberapa kesempatan, ia menyebut model waliyatul faqih sebagai sesuatu yang patut dipelajari dalam konteks kedaulatan nasional.
Beberapa sumber di lingkungan partai mengungkapkan bahwa Megawati memandang Khamenei sebagai negarawan yang teguh mempertahankan prinsip. Sehingga wafatnya Khamenei—yang memimpin Iran selama puluhan tahun setelah Khomeini—mendorongnya untuk segera menyampaikan rasa duka secara pribadi.
Arti Penting Penayangan di Televisi Nasional
Penayangan ucapan Megawati di televisi Iran sangat signifikan secara simbolis. IRIB adalah media resmi negara yang jarang menayangkan pesan duka dari tokoh asing secara khusus, kecuali jika tokoh tersebut dipandang memiliki hubungan istimewa atau mewakili arus politik yang selaras. Dengan tambahan subtitle Persia, khalayak Iran dapat langsung memahami isi pesan tanpa perantara. Ini menempatkan Megawati dalam posisi terhormat sejajar dengan pemimpin dunia lain yang pesannya juga disiarkan.
Di dalam negeri, langkah ini menuai beragam tanggapan. Sebagian kalangan menilai ini sebagai pengakuan atas konsistensi politik Megawati. Namun, pengamat hubungan internasional mengingatkan agar publik tidak menarik kesimpulan berlebihan, karena bisa jadi hal itu merupakan bagian dari kebijakan pendekatan kebudayaan Iran kepada negara-negara berpenduduk muslim besar seperti Indonesia.
Rekam Jejak Megawati di Dunia Islam
Megawati telah lama membangun citra sebagai negarawan yang dekat dengan dunia Islam. Selain hubungan baik dengan Iran, ia juga dikenal aktif dalam berbagai forum solidaritas Palestina dan mendukung kemerdekaan negara-negara yang dianggap tertindas. Pada tahun 2002, saat menjabat Presiden, ia melakukan kunjungan kenegaraan ke Iran yang mempererat kerja sama bilateral di bidang energi dan politik. Hubungan itu tampaknya terus dipelihara hingga masa tuanya, menjadikannya salah satu tokoh Indonesia yang paling dihormati di Teheran.
Pesan duka yang disiarkan itu sendiri berisi ungkapan simpati mendalam, doa bagi keluarga yang ditinggalkan, serta harapan agar Iran tetap kokoh melanjutkan perjuangan yang telah dibangun oleh Khamenei. Tidak ada pernyataan politik eksplisit, namun pilihan diksi dan nada bicara menunjukkan ikatan emosional yang kuat.
Sementara itu, sejumlah media Iran di platform digital juga memberitakan ucapan Megawati dengan nada positif, menyebutnya sebagai "sahabat lama Revolusi Islam". Ini menunjukkan bahwa pengaruh Megawati di kalangan elite Iran masih kuat, meskipun Indonesia telah mengalami beberapa kali pergantian pemerintahan.
Dengan penyiaran ini, Megawati sekali lagi menegaskan posisinya di panggung internasional bukan hanya sebagai mantan presiden, melainkan sebagai tokoh yang dianggap relevan dalam jejaring geopolitik Timur Tengah.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Indonesia atas siaran tersebut. Namun, pihak Kedubes RI di Teheran menyatakan bahwa penyampaian ucapan duka merupakan prosedur diplomatik normal. Masyarakat Indonesia yang memiliki kerabat di Iran pun menyambut baik penayangan itu sebagai bentuk penghormatan yang langka bagi bangsa Indonesia.
Baca juga:
Comments (0)