Trump Sebut Iran Setuju Nuklirnya Diperiksa

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa Iran telah memberikan persetujuan secara menyeluruh untuk mengizinkan masuknya kembali para inspektur nuklir internasional ke wilayahnya. Per

Jul 08, 2026 - 19:24
0 0
Trump Sebut Iran Setuju Nuklirnya Diperiksa

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa Iran telah memberikan persetujuan secara menyeluruh untuk mengizinkan masuknya kembali para inspektur nuklir internasional ke wilayahnya. Pernyataan tersebut menandai perkembangan signifikan dalam upaya diplomasi yang bertujuan membatasi program nuklir Republik Islam tersebut.

Dalam pesannya, Trump juga menegaskan bahwa angkatan laut Amerika Serikat tidak akan lagi melakukan blokade terhadap Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang selama ini menjadi titik ketegangan antara kedua negara. Keputusan ini merupakan bagian dari kesepakatan yang lebih luas antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri permusuhan di kawasan Timur Tengah.

"Mereka telah setuju sepenuhnya, tanpa syarat, untuk membuka kembali fasilitas mereka bagi para inspektur," ujar Trump dalam keterangannya. "Ini adalah langkah besar menuju perdamaian dan stabilitas di kawasan."

Menurut laporan AFP, Selasa (23/6/2026), perundingan teknis antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung di Swiss beberapa hari terakhir dikabarkan berjalan positif. Pembicaraan tersebut membahas rincian teknis pengawasan program nuklir Teheran, termasuk mekanisme inspeksi Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang sempat dihentikan akibat konflik berkepanjangan.

Kesepakatan ini merupakan bagian dari pakta yang lebih besar yang telah ditandatangani kedua negara, yang dirancang untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Rincian perjanjian tersebut mencakup penghentian semua aktivitas pengayaan uranium di atas ambang batas yang disepakati, serta pencabutan bertahap sanksi ekonomi yang selama ini membebani perekonomian Iran.

Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur minyak tersibuk di dunia, sebelumnya menjadi pusat konfrontasi antara armada kapal perang AS dan Garda Revolusi Iran. Dengan diakhirinya blokade, para analis memperkirakan akan terjadi penurunan premi risiko pada harga minyak global dan peningkatan volume perdagangan melalui jalur tersebut.

Trump menegaskan bahwa proses verifikasi akan dilakukan secara ketat. "Pembicaraan berjalan dengan baik. Kami memastikan bahwa kali ini tidak akan ada lagi pelanggaran atau penyembunyian. Jika mereka mematuhi, maka perdamaian akan terwujud. Jika tidak, kami akan tahu dengan cepat," ujarnya.

Perkembangan ini disambut hati-hati oleh komunitas internasional, yang sebelumnya menyaksikan kegagalan perjanjian nuklir JCPOA pada dekade lalu dan rentetan ketegangan yang mengikutinya. Laporan ini disusun oleh Lurusin.com berdasarkan informasi dari sumber-sumber resmi dan laporan AFP.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
ramadiansyah

Pemimpin Redaksi. Memimpin tim redaksi cek fakta dan akurasi.

Comments (0)

User