Trump Keluhkan Spanyol dan NATO Saat Hadiri KTT di Ankara
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan kritik pedas terhadap aliansi pertahanan transatlantik saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi NATO yang berlangsung di Ankara, Turki. Da
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan kritik pedas terhadap aliansi pertahanan transatlantik saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi NATO yang berlangsung di Ankara, Turki. Dalam kesempatan tersebut, Trump tidak hanya mengecam salah satu negara anggota, tetapi juga menghidupkan kembali ambisi lamanya untuk menguasai wilayah otonom Denmark, Greenland.
Menurut laporan yang dihimpun media kami dari kantor berita internasional, Trump secara blak-blakan mengancam akan menghentikan seluruh hubungan perdagangan dengan Spanyol. Ia menilai bahwa kontribusi negara tersebut terhadap Pakta Pertahanan Atlantik Utara masih jauh dari harapan Washington. "Saya sangat kesal dengan NATO," ujar Trump kepada awak media di sela-sela acara.
Selain menyasar Spanyol, Trump juga menyinggung masalah Greenland. Keinginannya untuk membeli pulau terbesar di dunia itu kembali mencuat, meskipun proposal serupa telah ditolak mentah-mentah oleh Denmark dan pemerintah lokal Greenland beberapa tahun lalu. Presiden AS itu bersikukuh bahwa kontrol atas Greenland merupakan kepentingan strategis negaranya.
"Saya sangat kesal dengan NATO," kata Trump saat berbicara kepada wartawan di Ankara.
Lebih lanjut, Trump mengungkapkan kekesalannya atas sikap sekutu-sekutu NATO yang dianggap tidak memberikan dukungan memadai dalam konfrontasi AS melawan Iran. Ia merasa bahwa aliansi tersebut lebih banyak membebani anggaran militer Amerika Serikat tanpa memberikan timbal balik yang proporsional. Pernyataan ini sejalan dengan retorika "America First" yang selama ini menjadi andalan kebijakan luar negerinya.
KTT NATO di Ankara sendiri tengah membahas sejumlah agenda krusial, termasuk peningkatan anggaran pertahanan negara anggota dan respons terhadap ancaman keamanan global. Namun, kehadiran Trump justru diwarnai oleh manuver diplomatik yang kontroversial, yang berpotensi memperlebar keretakan hubungan antara AS dan aliansi yang telah berdiri sejak 1949 tersebut. Para analis politik menilai, pernyataan Trump kali ini akan semakin mempersulit upaya NATO untuk menunjukkan solidaritas di tengah situasi geopolitik yang memanas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Spanyol maupun Sekretaris Jenderal NATO terkait ancaman dan keluhan yang dilontarkan oleh Trump. Namun, sejumlah diplomat yang hadir tampak khawatir dengan retorika agresif mantan Presiden AS itu. Lurusin.com akan terus memantau perkembangan lebih lanjut dari KTT NATO di Ankara yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir pekan ini.
Comments (0)