Trump Ancam Penjarakan Pelaku Vandalisme Lincoln Memorial Reflecting Pool
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman tegas berupa hukuman penjara hingga 10 tahun bagi siapa pun yang tertangkap tangan melakukan aksi vandalisme terhadap Lincoln Memorial Reflec
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman tegas berupa hukuman penjara hingga 10 tahun bagi siapa pun yang tertangkap tangan melakukan aksi vandalisme terhadap Lincoln Memorial Reflecting Pool di ibu kota Washington, D.C. Ancaman ini muncul setelah kolam ikonik yang baru selesai direnovasi dengan biaya fantastis justru mengalami kerusakan dini—cat biru khas bendera Amerika yang baru dilapiskan mulai memudar dan mengelupas hanya dalam hitungan pekan pasca-penyelesaian proyek.
Renovasi kolam refleksi tersebut menelan dana sebesar 14,7 juta dolar Amerika Serikat, atau setara dengan sekitar Rp260 miliar. Dana itu digelontorkan langsung oleh pemerintahan Trump kepada perusahaan Atlantic Industrial Coatings tanpa melalui mekanisme lelang yang lazim dalam proyek-proyek pemerintah berskala besar. Proyek pelapisan ulang dengan cat biru khas bendera Amerika ini digeber untuk menyambut perayaan hari jadi ke-250 Amerika Serikat yang akan berlangsung pada Juli mendatang—sebuah momen bersejarah yang seharusnya menjadi panggung kebanggaan nasional.
Namun, harapan akan tampilan kolam yang sempurna justru berbalik menjadi sorotan tajam. Tidak lama setelah renovasi dinyatakan rampung, kondisi cat mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan serius. Lapisan biru mengelupas di sejumlah titik, sementara air kolam yang semula jernih berubah menjadi hijau keruh akibat pertumbuhan lumut yang tidak terkendali. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar terkait kualitas pengerjaan dan transparansi dalam penunjukan kontraktor.
"Siapa pun yang tertangkap melakukan vandalisme terhadap aset negara ini akan merasakan konsekuensi hukum paling berat. Kami tidak akan mentoleransi perusakan, terutama menjelang perayaan besar bangsa ini," ujar Trump dalam pernyataan yang dikutip media kami.
Kendati Trump menyoroti potensi vandalisme sebagai penyebab kerusakan, sejumlah pengamat independen dan warga lokal meragukan klaim tersebut. Mereka menilai kerusakan dini lebih mencerminkan kegagalan teknis dalam proses pelapisan ulang, mulai dari pemilihan material yang tidak sesuai hingga metode aplikasi yang terburu-buru. Hingga kini, belum ada bukti konkret yang mengarah pada aksi perusakan terorganisir di lokasi kolam bersejarah itu.
Lincoln Memorial Reflecting Pool sendiri merupakan salah satu landmark paling bersejarah di Amerika Serikat, menjadi saksi berbagai peristiwa penting, termasuk pidato "I Have a Dream" Martin Luther King Jr. Kerusakan pada kolam ini tidak hanya mencoreng persiapan perayaan 250 tahun kemerdekaan, tetapi juga memicu perdebatan tentang pengelolaan dana publik dan akuntabilitas proyek-proyek federal di era pemerintahan Trump. Sementara itu, tim teknis masih melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti di balik memudarnya cat dan tumbuhnya lumut tersebut. Laporan ini dihimpun oleh Lurusin.com.
Comments (0)