Tim SAR Cari Remaja yang Hilang Terseret Ombak di Pererenan Bali

Seorang remaja dinyatakan hilang setelah terseret gelombang laut di kawasan Pantai Pererenan, Kabupaten Badung, Bali. Insiden yang terjadi pada Minggu sore (20/4) itu bermula saat dua remaja tengah be...

Jul 12, 2026 - 20:35
0 0

Seorang remaja dinyatakan hilang setelah terseret gelombang laut di kawasan Pantai Pererenan, Kabupaten Badung, Bali. Insiden yang terjadi pada Minggu sore (20/4) itu bermula saat dua remaja tengah berada di tepi pantai. Gelombang yang datang tiba-tiba membesar langsung menghantam keduanya dan menyeret mereka ke tengah laut. Salah satu remaja berhasil menyelamatkan diri dengan berenang menuju daratan, namun rekannya tak terlihat lagi setelah tersapu arus.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan informasi dari saksi mata, kedua remaja tersebut awalnya hanya bermain air di area yang masih dangkal. Namun, dalam hitungan menit, ketinggian ombak meningkat secara drastis. Gelombang besar secara mendadak mendorong tubuh mereka hingga kehilangan pijakan. Remaja pertama mampu meraih batu karang di dekat garis pantai hingga akhirnya bisa dievakuasi oleh pengunjung lain. Sementara remaja kedua terus terseret arus balik menuju perairan yang lebih dalam.

Saksi yang berada di lokasi langsung melaporkan peristiwa itu kepada petugas keamanan pantai. Upaya pencarian awal oleh warga dan pengunjung sempat dilakukan dengan menyusuri bibir pantai, tetapi keberadaan korban tak kunjung ditemukan. Perairan di sekitar Pantai Pererenan memang dikenal memiliki karakter ombak yang kuat dan arus pecah yang dapat muncul tiba-tiba, terutama saat musim tertentu.

Pengerahan Tim SAR

Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Bali menerima laporan sekitar pukul 17.00 WITA. Menanggapi laporan darurat itu, tim Search and Rescue (SAR) langsung diberangkatkan ke lokasi pada pukul 17.45 WITA. Koordinator lapangan menyatakan bahwa pencarian dilakukan secara intensif dengan menyisir area seluas 1,5 kilometer persegi dari titik hilangnya korban.

Operasi SAR melibatkan 12 orang personel gabungan, terdiri dari Basarnas Bali, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung, serta relawan setempat. Mereka menggunakan peralatan seperti jetski rescue, perahu karet, dan drone termal untuk mendeteksi keberadaan korban dari udara dan permukaan laut. Namun, hingga pukul 21.00 WITA, tanda-tanda korban belum juga ditemukan.

Kepala Kantor Basarnas Bali menjelaskan bahwa pola arus di sekitar Pantai Pererenan cenderung berputar ke arah selatan, sehingga area pencarian diperluas hingga ke perairan di antara pantai tersebut dan Pantai Seseh. Tim SAR juga mengerahkan tim penyelam untuk melakukan pemindaian bawah air di titik-titik yang diduga menjadi lokasi terseretnya korban.

Kondisi Pantai dan Risiko

Pantai Pererenan di Badung populer di kalangan wisatawan, khususnya untuk berselancar dan menikmati pemandangan senja. Namun, pantai ini juga memiliki zona ombak tinggi yang dapat membahayakan pengunjung yang tidak mengenali karakteristik perairannya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi untuk perairan selatan Bali. Ketinggian gelombang di wilayah tersebut tercatat antara 2,5 hingga 3,5 meter pada siang hingga sore hari saat kejadian.

Cuaca yang tampak cerah sering kali membuat pengunjung lengah. Arus balik (rip current) yang terbentuk di antara celah karang bawah air bisa menarik perenang ke tengah laut dengan kecepatan tinggi. Fenomena inilah yang diduga kuat menjadi penyebab remaja tersebut terseret hingga tak mampu kembali ke pantai.

Pihak berwenang setempat mengimbau wisatawan untuk tidak mandi atau berenang di luar area yang telah ditentukan. Rambu-rambu peringatan di beberapa titik pantai sering kali terabaikan. Ketua Desa Adat Pererenan menyatakan akan meningkatkan pengawasan dengan menambah pos penjaga pantai pada jam-jam rawan, terutama saat libur akhir pekan yang padat pengunjung.

Imbauan Bagi Pengunjung Pantai

Basarnas Bali menekankan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di pantai yang memiliki ombak besar. Mereka mengimbau agar pengunjung selalu memperhatikan kondisi air laut dan segera menjauh jika gelombang mulai meninggi secara tiba-tiba. Menggunakan pelampung atau alat bantu apung juga disarankan, meski hanya bermain di tepi pantai.

Sementara itu, keluarga korban yang telah dihubungi oleh pihak berwenang dilaporkan tengah menuju ke Bali. Dukungan psikologis rencananya akan disediakan bagi keluarga serta rekan korban yang selamat, yang masih mengalami syok akibat insiden tersebut. Hingga berita ini ditulis, pencarian oleh tim SAR gabungan terus diperpanjang dengan jadwal evaluasi setiap enam jam sesuai prosedur standar operasi darurat.

Proses pencarian akan dilanjutkan pada Senin pagi (21/4) dengan menambah jumlah personel serta memperluas radius penyisiran menggunakan dukungan kapal patroli. Basarnas menyatakan bahwa operasi akan dihentikan jika dalam tujuh hari ke depan korban belum ditemukan, namun evaluasi akan dilakukan setiap 24 jam untuk menentukan kelanjutan misi.

Insiden ini menambah daftar panjang kasus wisatawan terseret ombak di pantai selatan Bali. Sebelumnya, pada awal Maret 2025, dua wisatawan asing juga dilaporkan hilang di Pantai Nyanyi, tidak jauh dari lokasi kejadian. Kondisi geografis dan cuaca laut selatan Bali memang menyimpan potensi risiko tinggi yang memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak.

Masyarakat dan wisatawan diminta untuk segera melaporkan kepada petugas jika melihat tanda-tanda darurat di laut. Kecepatan respons dan kerja sama berbagai elemen menjadi kunci dalam operasi penyelamatan. Hingga kini, harapan untuk menemukan korban dalam keadaan selamat masih terus dijaga, meski waktu terus berjalan dan arus laut semakin tidak bersahabat.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User