Kemendikdasmen Perluas Pelatihan Koding dan AI ke 300 Ribu Guru

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya dalam mempercepat transformasi digital di lingkungan pendidikan melalui program pelatihan berskala nasional. Fokus uta...

Jul 12, 2026 - 21:58
0 1

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya dalam mempercepat transformasi digital di lingkungan pendidikan melalui program pelatihan berskala nasional. Fokus utama pada tahun 2026 adalah peningkatan kompetensi pendidik dalam tiga bidang krusial: pembelajaran mendalam, pengkodean, dan kecerdasan buatan. Inisiatif ini tidak hanya respons terhadap kebutuhan zaman, tetapi juga investasi strategis menyambut era masyarakat 5.0 yang menuntut literasi digital tinggi dari para pengajar.

Di tengah gelombang otomatisasi dan laporan World Economic Forum yang memproyeksikan 65% anak-anak akan menempati jenis pekerjaan yang belum ada saat ini, pelatihan bagi guru menjadi kebutuhan mendesak. “Kami ingin memastikan setiap guru memiliki bekal yang setara, di mana pun mereka bertugas. Tidak boleh ada kesenjangan akses terhadap pengetahuan yang akan membentuk masa depan siswa,” ujar juru bicara Kemendikdasmen.

Jangkauan Ambisius

Program bertajuk Pelatihan Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial (PM-KKA) 2026 dirancang dengan target partisipasi masif. Setidaknya lebih dari 300.000 pendidik dan tenaga kependidikan akan dilibatkan, yang berasal dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh provinsi Indonesia. Angka ini menempatkan program tersebut sebagai salah satu gelombang pelatihan guru terbesar yang pernah dijalankan oleh kementerian.

Luasnya cakupan tidak hanya mencerminkan ambisi kuantitatif, tetapi juga upaya inklusif untuk menembus daerah tertinggal. Sekolah-sekolah di pedalaman dan kepulauan menjadi prioritas, dengan mekanisme distribusi yang disesuaikan agar guru di sana tidak ketinggalan. Dengan begitu, disparitas kemampuan digital antardaerah diharapkan menyempit secara bertahap.

Konten dan Metode Pelatihan

Materi pelatihan dikurasi sedemikian rupa untuk menjawab kebutuhan praktis di ruang kelas. Modul pembelajaran mendalam membekali guru cara merancang kegiatan yang memicu analitis dan pemecahan masalah, bukan sekadar hafalan. Sementara itu, modul koding memperkenalkan bahasa pemrograman sederhana yang bisa diadaptasi dalam mata pelajaran, serta pemanfaatan alat bantu visual untuk memudahkan siswa memahami logika algoritma. Modul AI memberi wawasan tentang bagaimana kecerdasan buatan dapat menjadi asisten pengajaran, mulai dari personalisasi tugas hingga evaluasi otomatis.

Agar efektif dan fleksibel, pendekatan campuran diterapkan—kombinasi sesi tatap muka dan pelatihan daring melalui learning management system resmi Kemendikdasmen. Platform ini menyediakan video tutorial, simulasi, dan forum antar-peserta untuk mendorong kolaborasi. Guru dapat mengatur ritme belajar sesuai jadwal mengajar mereka masing-masing, tanpa harus meninggalkan kewajiban utama.

Dukungan dan Kolaborasi

Keberhasilan PM-KKA 2026 ditopang oleh sinergi lintas sektor. Kemendikdasmen menggandeng sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta sebagai penyusun kurikulum dan penyedia instruktur ahli. Perusahaan teknologi multinasional turut menyumbang lisensi platform koding dan AI, memberikan pengalaman langsung bagi peserta. Sementara pemerintah daerah diharapkan memastikan infrastruktur pendukung, seperti akses internet stabil dan ketersediaan perangkat.

Komunitas pendidikan dan startup edtech lokal juga dirangkul untuk mengembangkan konten interaktif. Kolaborasi ini memungkinkan materi selalu dimutakhirkan sesuai tren—misalnya, penambahan topik etika AI atau keamanan digital. Dengan demikian, guru tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga inovator yang mampu menciptakan alat bantu ajar berbasis teknologi.

Dampak Jangka Panjang

Dampak pelibatan ratusan ribu guru ini diyakini akan menciptakan gelombang perubahan di ekosistem pendidikan. Guru yang telah melek AI dan koding akan mampu merancang pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan menarik bagi generasi digital native. Hal ini pada akhirnya meningkatkan daya saing siswa Indonesia di kancah global.

Selain itu, sertifikat pelatihan yang diberikan menjadi portofolio peningkatan karier. Banyak guru didorong untuk menginisiasi komunitas belajar, berbagi praktik baik, dan bahkan mengembangkan proyek kolaboratif antar-sekolah. Kemendikdasmen optimistis, dari program inilah akan lahir ribuan inovasi yang menghidupkan kembali gairah belajar di kelas.

Pendaftaran akan dibuka secara bertahap sejak awal 2026, dengan prioritas pada guru jenjang SMP dan SMA. Informasi resmi dapat diakses melalui laman Kemendikdasmen serta dinas pendidikan setempat.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User