BPBD Sumedang Padamkan Kebakaran Lahan di Dua Kawasan Perumahan
Sumedang, Jawa Barat – Kebakaran lahan yang melanda dua kawasan perumahan di Kabupaten Sumedang berhasil dipadamkan oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pada Rabu sore. Api y...
Sumedang, Jawa Barat – Kebakaran lahan yang melanda dua kawasan perumahan di Kabupaten Sumedang berhasil dipadamkan oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pada Rabu sore. Api yang diduga berasal dari pembakaran sampah liar itu meluas dengan cepat karena angin kencang dan vegetasi kering di sekitar permukiman warga.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di Perumahan Bumi Mekar Asri, Kecamatan Sumedang Utara, dan merambat ke lahan kosong di dekat Perumahan Taman Cimalaka Indah, Kecamatan Cimalaka. Warga yang pertama kali melihat kepulan asap tebal langsung melaporkan ke perangkat desa, yang kemudian meneruskan informasi ke Pusdalops BPBD Sumedang.
Kronologi dan Cakupan Wilayah Terdampak
Menurut keterangan Kepala Pelaksana BPBD Sumedang, api mulanya membakar lahan tidur seluas sekitar 1,2 hektare di belakang blok C Perumahan Bumi Mekar Asri. Kondisi semak belukar yang mengering serta embusan angin yang konsisten membuat api dengan cepat menjalar ke area perluasan perumahan yang masih berupa tanah terbuka. Dalam waktu kurang dari satu jam, titik api baru muncul di Perumahan Taman Cimalaka Indah yang berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi awal, diduga terbawa bara oleh angin.
Kobaran api sempat mendekati sejumlah rumah di kedua perumahan, namun belum sampai menyebabkan kerusakan bangunan. Asap pekat sempat mengepung lingkungan perumahan, menyebabkan warga panik dan beberapa keluarga yang tinggal di unit terdekat dengan lahan memilih mengungsi sementara ke balai pertemuan RW. Tidak ada laporan korban jiwa atau luka serius, namun dua warga lanjut usia dilarikan ke puskesmas karena sesak napas akibat menghirup asap.
Respons Cepat dan Strategi Pemadaman
Tim BPBD tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB dengan mengerahkan 30 personel lapangan yang terbagi dalam tiga regu. Armada yang dikerahkan mencakup dua unit mobil pemadam kebakaran tipe double cabin, satu unit tangki suplai air berkapasitas 5.000 liter, serta dua motor trail modifikasi yang dilengkapi selang portable dan pompa jinjing. Karena akses menuju titik api terluar cukup sempit, regu termotorisasi menggunakan motor trail untuk menjangkau perimeter kebakaran lebih dulu, sementara mobil tangki menyusul melewati jalur alternatif melalui area sawah.
Strategi pemadaman yang diterapkan adalah pembentukan sekat bakar mekanis dengan cara membersihkan gulma kering menggunakan cangkul dan alat potong di sisi yang berhadapan dengan permukiman. Sementara itu, penyemprotan air difokuskan pada bagian depan kobaran yang mendekati pagar rumah warga. Untuk mengurangi risiko angin membalikkan api ke arah lain, tim juga melakukan penyiraman ulang pada seluruh area yang sudah padam dan menyisir titik-titik api kecil yang tersembunyi di bawah tumpukan seresah.
Kepala Regu Pemadam BPBD Sumedang menjelaskan bahwa keterbatasan sumber air di dekat lokasi sempat menjadi kendala. Satu unit tangki harus bolak-balik sejauh 1,5 kilometer untuk mengisi ulang dari embung terdekat. Namun, dukungan dari warga yang menyediakan selang tambahan dan ember untuk menyokong pasokan air di titik-titik strategis dinilai sangat membantu.
Kondisi Terkini dan Tindak Lanjut
Setelah dua jam penanganan intensif, api berhasil sepenuhnya dikendalikan pada pukul 17.15 WIB. Tahap pendinginan dan pemantauan dilanjutkan hingga pukul 19.00 WIB untuk memastikan tidak ada sisa api yang berpotensi menyala kembali. Hingga Kamis pagi, tim masih menempatkan dua personel di setiap lokasi untuk melakukan patroli singkat dan memantau kualitas udara di sekitar permukiman.
Luas lahan yang terbakar tercatat mencapai sekitar 2,4 hektare, mencakup semak belukar, alang-alang, dan sebagian pohon bambu. Tidak ada bangunan yang rusak, namun kerugian sementara dihitung dari ongkos operasional pemadaman dan kerusakan tanaman pekarangan. Pemerintah desa dan kecamatan akan melakukan penanaman kembali pada lahan yang gundul untuk mencegah erosi dan meminimalkan risiko kebakaran berulang di musim kemarau depan.
BPBD Sumedang mengimbau warga untuk tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan, terutama di lahan terbuka yang berdekatan dengan permukiman. Dalam dua bulan terakhir, kebakaran lahan di Sumedang meningkat seiring menyusutnya curah hujan, dan mayoritas dipicu oleh aktivitas pembersihan lahan dengan cara dibakar. Sosialisasi bahaya pembakaran liar akan digencarkan melalui posyandu dan pertemuan RT, sementara patroli pengawasan lahan akan ditingkatkan.
Baca juga:
Comments (0)