Thailand Lolos dari Degradasi, Italia dan Turki Berjaya di VNL Putri 2026
Rangkaian pertandingan Volleyball Nations League (VNL) Putri 2026 pekan ketiga yang digelar pada Jumat (10/7) menyajikan hasil yang menentukan peta persaingan menuju babak final sekaligus nasib tim di...
Rangkaian pertandingan Volleyball Nations League (VNL) Putri 2026 pekan ketiga yang digelar pada Jumat (10/7) menyajikan hasil yang menentukan peta persaingan menuju babak final sekaligus nasib tim di zona merah. Thailand mengamankan kemenangan paling krusial dalam sejarah partisipasi mereka untuk memastikan tempat di VNL musim depan, sementara Italia dan Turki menunjukkan kapasitas sebagai kandidat juara dengan kemenangan meyakinkan.
Misi Penyelamatan Diri Thailand
Menghadapi Korea Selatan di INFINITUM Arena, Bangkok, tuan rumah Thailand membawa beban berat karena berada di ambang degradasi. Thailand sempat tertinggal dalam perburuan poin, membutuhkan kemenangan dengan selisih set yang cukup untuk mengamankan posisi dari kejaran lawan-lawan di papan bawah. Laga berlangsung ketat sejak awal, namun Thailand berhasil menuntaskan pertandingan dengan skor 3-1 (25-21, 23-25, 25-19, 25-17).
Pertahanan Thailand yang digalang oleh Thatdao Nuekjang dan Wipawee Srithong menjadi fondasi kemenangan. Setelah kehilangan set kedua, pelatih Danai Sriwatcharamethakul melakukan penyesuaian rotasi yang membuat serangan dari sektor tengah dan belakang semakin variatif. Pimpichaya Kokram, sebagai opposite hitter, menyumbang 23 poin, ditopang oleh setter senior Pornpun Guedpard yang berhasil mendistribusikan bola dengan efisiensi tinggi. Blok ganda Thailand juga efektif meredam serangan sayap Korea yang mengandalkan Kim Yeon-koung di laga terakhir kariernya di VNL.
Kemenangan ini menambah dua poin penuh bagi Thailand, menjauhkan mereka dari zona degradasi dan memastikan peringkat akhir di atas tim-tim seperti Bulgaria dan Kanada. Dengan hasil ini, Thailand memastikan diri bertahan di VNL 2027 tanpa harus menempuh jalur Challenger Cup – sebuah pencapaian yang disambut gegap gempita oleh lebih dari 8.000 pendukung di arena.
Italia Tak Terbendung di Pool Eropa
Di sisi lain, Italia melanjutkan dominasi mereka di Pool 5 yang berlangsung di Rimini. Menghadapi Jerman, skuad besutan Julio Velasco tampil tanpa ampun dengan kemenangan straight set 3-0 (25-18, 25-22, 25-20). Keunggulan Italia terlihat jelas dari statistik serangan yang mencapai 52% tingkat keberhasilan, jauh di atas Jerman yang hanya 38%.
Paola Egonu kembali menjadi motor serangan dengan 19 poin, namun kontribusi signifikan juga datang dari middle blocker Anna Danesi yang mencatatkan 6 blok mematikan. Setter Alessia Orro memainkan tempo cepat yang membuat lini pertahanan Jerman kerap terlambat mengantisipasi. Italia kini mengoleksi 27 poin dari 10 kemenangan tanpa satu pun kekalahan, memperkuat posisi mereka di puncak klasemen yang sekaligus mengamankan tuan rumah Final Round.
Velasco, dalam keterangannya usai laga, menyebut timnya masih berfokus pada pengembangan skema transisi bertahan ke menyerang. “Kami tidak melihat rekor tak terkalahkan sebagai jaminan. Fokus kami adalah bagaimana terus meningkatkan koneksi antar lini untuk menghadapi tim-tim yang akan menjadi lawan di final nanti,” ujar pelatih senior asal Argentina tersebut.
Turki Jaga Asa Lolos ke Final Round
Turki yang berlaga di Osaka menghadapi tuan rumah Jepang dalam laga ketat yang berakhir 3-2 (22-25, 25-23, 25-20, 24-26, 15-11). Melissa Vargas menjadi penentu lewat kontribusi 31 poin, termasuk empat ace di set penentuan. Kemenangan ini krusial karena Jepang merupakan salah satu pesaing langsung Turki dalam perebutan tiket ke final round.
Pelatih Giovanni Guidetti menerapkan strategi servis agresif yang membuat penerimaan Jepang goyah, memaksa setter hanya mengandalkan umpan-umpan tinggi ke luar. Di sisi lain, stabilitas libero Simge Aköz dalam menerima servis menjadi pembeda. Dengan tambahan dua poin, Turki naik ke peringkat ketiga klasemen dengan 24 poin, hanya terpaut dua angka dari Brasil di posisi kedua.
Klasemen dan Peta Persaingan
Hingga berakhirnya pertandingan Jumat (10/7), klasemen sementara VNL Putri 2026 menempatkan Italia di puncak dengan 27 poin, diikuti Brasil (26 poin) dan Turki (24 poin). Jepang turun ke posisi keempat dengan 22 poin, disalip Turki setelah kekalahan hari ini. Servis agresif dan konsistensi menjadi kunci keberhasilan tiga tim teratas sepanjang fase penyisihan.
Sementara itu, di zona bawah, kemenangan Thailand mengubah dinamika degradasi. Thailand kini di peringkat ke-12 dengan 14 poin, sementara Bulgaria (11 poin) dan Kanada (9 poin) harus berjuang di sisa dua laga terakhir untuk menghindari posisi dua terbawah. Aturan baru FIVB menyatakan bahwa dua tim peringkat terendah di VNL akan menghadapi juara Challenger Cup dalam play-off degradasi.
Persaingan menuju Final Round yang akan digelar di Milan pada 24-30 Agustus mendatang semakin memanas. Hanya empat tim teratas yang berhak lolos otomatis, sementara dua slot lainnya diperebutkan melalui jalur wild card dan tuan rumah. Italia sudah pasti lolos, menyisakan perebutan ketat di antara Brasil, Turki, Jepang, dan Amerika Serikat (17 poin) yang masih memiliki peluang matematis.
Dengan menyisakan dua hari pertandingan terakhir, tim-tim papan atas akan saling mengincar poin maksimal. Jadwal Sabtu (11/7) menghadirkan bentrokan langsung antara Brasil melawan Amerika Serikat yang bisa menjadi penentu. Sementara itu, mata publik voli Asia akan tertuju pada langkah Jepang untuk bangkit dari kekalahan kontra Turki saat menghadapi Serbia.
Baca juga:
Comments (0)