Aug 25, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Tekanan Dagang AS ke Kanada dan Rusia Makin Menguat

Washington — Pemerintahan Donald Trump kembali mempertontonkan strategi diplomasi tekanan di dua front sekaligus. Di kawasan Amerika Utara, ancaman tarif i

Tekanan Dagang AS ke Kanada dan Rusia Makin Menguat

Washington — Pemerintahan Donald Trump kembali mempertontonkan strategi diplomasi tekanan di dua front sekaligus. Di kawasan Amerika Utara, ancaman tarif impor dilontarkan untuk menundukkan Kanada, sementara di Eropa Timur, Washington didesak untuk mempertegas sikap terhadap Rusia. Dua arah kebijakan ini disebut menjadi ujian besar bagi konsistensi kepemimpinan ekonomi Amerika Serikat di tengah ketegangan geopolitik global yang semakin memanas.

Menteri Perhubungan Amerika Serikat, Sean Duffy, pada Minggu waktu setempat menyampaikan keyakinannya bahwa Perdana Menteri Kanada Mark Carney pada akhirnya akan "datang ke meja perundingan" dalam menyelesaikan sengketa dagang dengan Washington. Menurut Duffy, tekanan tarif yang digulirkan Gedung Putih akan berdampak sangat menghancurkan bagi perekonomian Kanada, negara tetangga yang selama ini menjadi mitra dagang utama AS.

Duffy Yakin Kanada Tidak Mampu Melawan Tekanan Tarif

Pernyataan Duffy disampaikan dalam sebuah wawancara di program berita akhir pekan. Ia menegaskan bahwa tarif yang dikenakan AS terhadap produk Kanada bukan sekadar ancaman kosong, melainkan instrumen nyata yang akan memukul perekonomian negeri tersebut. Mantan anggota Kongres dari Partai Republik tersebut juga meremehkan peluang Kanada untuk memenangkan perang dagang melawan Washington.

"Membayangkan mereka akan berperang melawan Donald Trump dan benar-benar memenangkan perang itu melawan Amerika Serikat, saya pikir itu tindakan yang bodoh," ujar Sean Duffy.

Serangan verbal Duffy ini muncul di tengah hubungan bilateral yang sedang berada di titik terendah. Sejak kembali menjabat pada Januari lalu, Trump telah mengguncang kemitraan ekonomi AS–Kanada dengan serangkaian kebijakan tarif, termasuk bea masuk baru atas baja, aluminium, dan produk pertanian Kanada. Ottawa pun merespons dengan tarif balasan terhadap sejumlah barang buatan AS. Kanada merupakan pasar ekspor terbesar bagi Amerika Serikat, dengan nilai perdagangan bilateral yang mencapai ratusan miliar dolar setiap tahunnya.

Kramer: Tekanan AS Harus Diarahkan ke Rusia, Bukan Ukraina

Di sisi lain, analis kebijakan luar negeri David J. Kramer melontarkan kritik tajam terhadap arah kebijakan Washington. Dalam tulisannya, Kramer menilai pemerintahan Trump seharusnya menyalurkan tekanan diplomatiknya kepada Rusia, bukan kepada Ukraina yang justru menjadi korban agresi Moskow.

Pada intinya, Kramer berpendapat bahwa pemerintahan Trump harus secara konsisten membela kepentingan korporasi Amerika dan stabilitas pasar global dengan meningkatkan tekanan kepada Rusia agar segera mengakhiri agresinya terhadap Ukraina.

Kramer dikenal sebagai pengamat lama isu Rusia dan Ukraina, serta pernah menjabat sebagai pejabat Departemen Luar Negeri AS pada era George W. Bush. Ia menilai, jika Washington terus menekan Kyiv dalam pembicaraan damai, sinyal yang dikirim justru melemahkan posisi tawar Ukraina dan memberi ruang gerak bagi Kremlin. Sebaliknya, tekanan yang konsisten kepada Moskow dinilai mampu mendorong stabilitas pasar global yang selama ini terganggu akibat perang yang sudah berlangsung bertahun-tahun itu.

Dua Front, Satu Strategi: Diplomasi Tekanan ala Trump

Kedua pernyataan tersebut merefleksikan satu pola yang sama: Washington memilih jalur tekanan ketimbang negosiasi lunak. Terhadap Kanada, instrumen yang digunakan adalah tarif dagang. Terhadap Rusia, tekanan ekonomi dan diplomatik dinilai masih perlu ditingkatkan. Namun, para pengamat mencatat adanya perbedaan besar di antara keduanya. Kanada adalah sekutu dekat AS yang tergabung dalam NATO dan NORAD, sementara Rusia adalah negara yang perekonomiannya telah lama menjadi sasaran sanksi Barat.

Kritik terhadap strategi ini pun bermunculan. Sebagian pengamat menilai tarif terhadap Kanada justru dapat mendorong kenaikan harga bagi konsumen Amerika sendiri, mengingat banyak produk Kanada seperti kayu, energi, dan hasil pertanian memegang porsi signifikan di pasar AS. Di sisi lain, kegagalan menekan Rusia secara konsisten dikhawatirkan akan memperpanjang perang di Ukraina serta mengguncang pasar energi dan pangan dunia. Pertanyaannya kini, apakah Washington mampu menjaga konsistensinya di tengah kepentingan domestik yang juga sedang mendesak?

Yang Perlu Diketahui

  • Sean Duffy menegaskan Kanada pada akhirnya akan menuruti tuntutan AS karena tarif yang dikenakan berdampak menghancurkan bagi ekonominya.
  • David J. Kramer mendesak pemerintahan Trump mengarahkan tekanan kepada Rusia, bukan Ukraina.
  • Kanada adalah pasar ekspor terbesar AS dan telah merespons tarif Washington dengan kebijakan balasan.
  • Perang di Ukraina terus memengaruhi stabilitas pasar energi dan pangan global.

Hingga berita ini ditulis, baik Gedung Putih maupun Kantor Perdana Menteri Kanada belum memberikan tanggapan resmi tambahan terkait pernyataan Sean Duffy. Sementara itu, perkembangan pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina masih dinantikan publik internasional. Yang jelas, diplomasi tekanan yang dijalankan Washington dalam beberapa bulan terakhir akan terus menjadi sorotan, baik di Ottawa, Moskow, maupun Kyiv.

[SOCIAL_TWEET]: Sean Duffy yakin Kanada akan menyerah karena tarif AS "menghancurkan", sementara David Kramer mendesak tekanan dialihkan ke Rusia. Dua front, satu strategi diplomasi tekanan Trump. 🇺🇸🇨🇦🇷🇺[SOCIAL_TG]: 🔴 Tekanan dagang AS menguat ke dua arah: tarif untuk Kanada, desakan untuk Rusia. Duffy: Kanada tak akan menang melawan Trump. Kramer: tekanan harus ke Rusia, bukan Ukraina. Selengkapnya: [link]

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS ramadiansyah

Editor Investigasi. Pemenang penghargaan jurnalisme investigasi. Spesialisasi: korupsi, kolusi, dan maladministrasi.

Comments (0)

User