Sebuah unggahan viral di media sosial menyebarkan klaim adanya tautan pendaftaran daring untuk memperoleh alat bantu disabilitas secara gratis. Klaim ini beredar luas, memicu banyak warga mengklik dan mengisi formulir. Namun, hasil verifikasi forensik menunjukkan bahwa informasi tersebut tidak berdasar dan tautan yang disebarkan bukan berasal dari instansi resmi. Laporan ini menguraikan kronologi klaim, sumber penyebaran, proses verifikasi, fakta yang sesungguhnya, serta penilaian akhir terhadap klaim tersebut.
Klaim Tautan Pendaftaran
Klaim yang beredar di platform seperti Facebook dan WhatsApp menyertakan narasi, “Ayo daftar segera, kuota terbatas! Dapatkan kursi roda, alat bantu dengar, dan alat disabilitas lainnya secara gratis dari pemerintah melalui tautan ini.” Tautan yang disertakan mengarah ke sebuah situs dengan domain tidak resmi, menyerupai halaman pendaftaran dengan logo Kementerian Sosial. Unggahan ini disertai foto sejumlah alat bantu serta testimoni palsu yang menyatakan telah menerima bantuan. Klaim ini dikategorikan sebagai informasi yang perlu diverifikasi karena berpotensi mengecoh masyarakat, terutama penyandang disabilitas dan keluarganya yang membutuhkan bantuan.
Klaim: “Tersedia link pendaftaran resmi untuk mendapatkan alat bantu disabilitas gratis dari pemerintah.”
Fakta: Tidak ada program pendaftaran daring melalui tautan semacam itu. Kementerian Sosial tidak pernah merilis tautan publik di media sosial untuk pengajuan bantuan alat disabilitas.
Verifikasi Forensik
Tim Lurusin melakukan verifikasi berlapis terhadap klaim tersebut. Langkah pertama adalah memeriksa metadata unggahan dan riwayat penyebaran. Ditemukan bahwa unggahan pertama muncul dari akun tidak terverifikasi pada 14 Maret 2025, dan disebarluaskan oleh akun-akun lain secara masif dalam dua hari. Pemeriksaan domain tautan menggunakan layanan cek keamanan siber menunjukkan bahwa domain tersebut baru dibuat pada 10 Maret 2025, tidak memiliki sertifikat SSL yang valid, dan teridentifikasi sebagai situs phishing oleh tiga basis data keamanan global. Data menunjukkan bahwa tautan tersebut meminta informasi pribadi seperti NIK, nama lengkap, alamat, dan nomor telepon—pola yang lazim digunakan untuk pencurian data.
Langkah kedua adalah konfirmasi langsung kepada sumber resmi. Survei ke situs resmi Kementerian Sosial Republik Indonesia, kemensos.go.id, tidak menemukan pengumuman atau program serupa. Penelusuran kanal resmi media sosial @kemensosri juga tidak memuat informasi pendaftaran alat bantu disabilitas melalui tautan eksternal. Bahkan, Kementerian Sosial telah menerbitkan siaran pers pada 12 Maret 2025 yang menegaskan bahwa seluruh bantuan sosial, termasuk alat bantu disabilitas, disalurkan melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) atau dinas sosial setempat, bukan melalui pendaftaran daring di tautan sembarangan.
Fakta Resmi dan Data Penyaluran
Berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Nomor 9 Tahun 2024 tentang Bantuan Alat Bantu Disabilitas, mekanisme pengajuan dilakukan secara berjenjang: calon penerima mengajukan permohonan melalui pekerja sosial di tingkat kelurahan atau melalui dinas sosial kabupaten/kota. Verifikasi dilakukan oleh tenaga kesejahteraan sosial, dan bantuan diserahkan langsung dengan berita acara. Tidak ada mekanisme pendaftaran mandiri melalui satu tautan nasional yang disebar di media sosial. Data Kementerian Sosial tahun 2025 menunjukkan bahwa penyaluran alat bantu disabilitas pada triwulan pertama mencapai 12.400 unit, yang seluruhnya tercatat dan diverifikasi melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), bukan melalui situs tak dikenal.
Tim Lurusin juga membandingkan tautan tersebut dengan situs resmi pemerintah. Situs resmi selalu menggunakan domain go.id dan memiliki halaman serta tampilan keamanan yang jelas. Tautan yang beredar menggunakan domain .xyz dengan susunan huruf yang meniru nama kementerian, menunjukkan indikasi kuat rekayasa untuk mengelabui masyarakat. Lebih lanjut, analisis gambar testimoni pada unggahan menunjukkan bahwa foto-foto tersebut diambil dari internet dan telah digunakan dalam kasus penipuan serupa di negara lain pada tahun 2024.
Kesimpulan: Hoaks dan Berbahaya
Berdasarkan seluruh rangkaian verifikasi, klaim tentang tautan pendaftaran untuk mendapatkan alat bantu disabilitas gratis adalah HOAX. Informasi ini tidak didukung oleh data resmi, bertentangan dengan prosedur baku penyaluran bantuan sosial, dan mengandung tautan berbahaya yang diduga kuat bertujuan mencuri data pribadi. Masyarakat diimbau untuk tidak mengklik tautan tersebut, tidak membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya, dan selalu merujuk pada kanal resmi Kementerian Sosial atau dinas sosial setempat untuk mendapatkan informasi bantuan sosial yang sah. Tim Lurusin mendorong aparat penegak hukum untuk menyelidiki pembuat dan penyebar konten menyesatkan ini, karena telah mengeksploitasi kebutuhan mendesak kelompok rentan.
Comments (0)