Tangis dan Doa Iringi Perpisahan Terakhir Ayatollah Ali Khamenei di Teheran

Teheran — Suasana haru dan duka mendalam menyelimuti ibu kota Iran saat ribuan pelayat memadati jalan-jalan utama Teheran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah

Jul 08, 2026 - 04:32
0 0
Tangis dan Doa Iringi Perpisahan Terakhir Ayatollah Ali Khamenei di Teheran

Teheran — Suasana haru dan duka mendalam menyelimuti ibu kota Iran saat ribuan pelayat memadati jalan-jalan utama Teheran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Prosesi perpisahan yang berlangsung khidmat itu diiringi isak tangis dan lantunan doa dari warga yang ingin melepas sosok yang telah memimpin negara itu selama hampir empat dekade.

Berdasarkan laporan media kami di lapangan, prosesi dimulai sejak pagi hari dengan iring-iringan jenazah yang dibawa dari Masjid Imam Khomeini menuju lokasi pemakaman. Ribuan pelayat, yang sebagian besar mengenakan pakaian serba hitam, memegang foto mendiang sambil menaburkan bunga di sepanjang rute yang dilalui. Kehadiran warga dari berbagai usia dan latar belakang menunjukkan betapa besarnya pengaruh Khamenei dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Iran.

"Beliau adalah ayah bangsa ini. Kepergiannya meninggalkan luka yang amat dalam bagi seluruh rakyat Iran," ujar salah seorang pelayat yang hadir sambil berlinang air mata.

Doa-doa dipanjatkan dalam bahasa Arab dan Persia sepanjang prosesi, dipimpin oleh para ulama senior yang ikut serta dalam iring-iringan. Tidak hanya warga sipil, sejumlah pejabat tinggi pemerintahan dan tokoh politik juga terlihat hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Keamanan di sekitar lokasi prosesi diperketat, namun tetap kondusif berkat kerja sama antara aparat dan masyarakat yang khusyuk mengikuti jalannya upacara.

Sebagai pemimpin tertinggi yang menggantikan Ayatollah Khomeini sejak tahun 1989, Khamenei dikenal sebagai figur sentral dalam menjaga stabilitas dan arah ideologis Republik Islam Iran. Kepemimpinannya yang panjang melewati berbagai dinamika politik dan tekanan internasional menjadikan prosesi perpisahan ini bukan sekadar ritual pemakaman, melainkan juga momen refleksi bangsa atas warisan yang ditinggalkannya. Hingga malam hari, gelombang pelayat terus berdatangan, memenuhi pusat-pusat ibadah di Teheran untuk melanjutkan doa dan mengenang sosok yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Iran modern.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dina-aulia

Editor Cek Fakta. Editor naskah cek fakta sebelum publikasi.

Comments (0)

User