Kota Surabaya kembali menghadapi kondisi cuaca ekstrem berupa terik matahari yang menyengat sepanjang hari pada Selasa (15/9). Berdasarkan rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, prakiraan cuaca menunjukkan dominasi kondisi cerah hingga cerah berawan dari pagi hingga malam hari. Fenomena ini memicu lonjakan suhu udara yang berdampak langsung pada aktivitas harian jutaan warga di wilayah metropolitan tersebut.
Pemantauan Lurusin.com menunjukkan bahwa tutupan awan yang minim sejak pukul 07.00 WIB membuat radiasi sinar ultraviolet (UV) memapar permukaan kota tanpa hambatan berarti. Situasi ini memperparah rasa gerah yang dirasakan masyarakat, terutama mereka yang beraktivitas di ruang terbuka publik maupun jalur transportasi utama.
Analisis Tren Cuaca dan Dampak Panas Ekstrem di Surabaya
Secara analitis, lonjakan suhu pada pertengahan September ini berkaitan erat dengan puncak musim kemarau serta fenomena Urban Heat Island (UHI) yang melanda kota-kota besar. Dominasi bangunan beton, jalan aspal, serta berkurangnya ruang terbuka hijau di pusat Kota Pahlawan memantulkan dan menyimpan panas lebih lama, membuat suhu nyata (feels like) sering kali jauh lebih tinggi dari angka yang tercatat di termometer laboratorium cuaca.
Para pakar klimatologi mengingatkan bahwa paparan panas terik tanpa tutupan awan yang memadai dapat meningkatkan risiko dehidrasi berat hingga heat stroke. Prakirawan BMKG memperkirakan suhu udara puncak dapat menembus angka 34°C hingga 36°C pada rentang pukul 11.00 WIB hingga 14.00 WIB, dengan kelembapan udara yang relatif rendah di kisaran 45% hingga 55%.
“Kondisi atmosfer yang stabil di atas wilayah Jawa Timur meminimalkan pembentukan awan hujan, sehingga radiasi matahari diterima secara optimal oleh permukaan bumi tanpa adanya pembiasan alami yang memadai,” ungkap seorang analis cuaca dari BMKG Juanda saat menjelaskan fenomena terik di kawasan pesisir Jawa Timur.
| Waktu | Kondisi Cuaca | Estimasi Suhu (°C) | Kelembapan (%) |
|---|---|---|---|
| Pagi (06.00 - 10.00 WIB) | Cerah Berawan | 26°C - 30°C | 70% - 85% |
| Siang (11.00 - 15.00 WIB) | Cerah / Menyengat | 34°C - 36°C | 45% - 55% |
| Sore (16.00 - 18.00 WIB) | Cerah Berawan | 30°C - 32°C | 60% - 70% |
| Malam (19.00 - 23.00 WIB) | Berawan Tipis | 27°C - 29°C | 75% - 80% |
Data perbandingan dalam tabel di atas memperlihatkan lonjakan suhu yang drastis antara pagi dan siang hari. Kenaikan suhu hingga 6°C dalam kurun waktu kurang dari empat jam menuntut adaptasi fisik yang cepat bagi warga masyarakat. Selain ancaman bagi kesehatan, lonjakan suhu ini diprediksi meningkatkan beban konsumsi energi listrik kota akibat penggunaan pendingin ruangan (AC) secara masif di area perkantoran dan pemukiman.
Untuk mengantisipasi dampak buruk dari cuaca menyengat ini, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan pada jam-jam rawan, mengonsumsi air putih minimal 2 liter per hari, serta mengoleskan tabir surya. Pemerintah Kota Surabaya juga didesak untuk terus memperluas koridor hijau guna meredam efek panas perkotaan dalam jangka panjang.
Comments (0)