Madrid — Gelombang keluhan terhadap industri mobil di Spanyol membesar. Ratusan pelakuan kini mengadu ke Organisasi de Consumidores y Usuarios (OCU) setelah mengalami dua masalah berbarengan: kendaraan baru maasuk bengkel karena kerusakan mekanis berulang, dan proses pembiayaan yang mandek di meja birokrasi lembaga keuangan. Dalam laporan terbaru, OCU menyebut keluhan terkait kedua hal itu menjadi salah satu pos paling ramai di daftar pengaduan publiknya.
Kasusnya selalu berulang dengan pola yang sama. Seorang pembeli menandatangani kontrak kredit di dealer, menerima kunci, lalu beberapa minggu kemudian mesin atau komponen vital bermasalah. Ketika kembali ke dealer untuk klaim garansi, mereka justru diarahkan ke perusahaan pembiayaan; ketika menghubungi perusahaan pembiayaan, mereka justru diarahkan kembali ke dealer. Konsumen terjebak di tengah.
Dua Masalah yang Datang Bersamaan
OCU membedakan dua akar keluhan yang saling terkait:
- Fallos mecánicos (kerusakan mekanis). Keluhan mencakup mesin bermasalah sejak awal, transmisi yang tersendat, hingga komponen elektronik yang gagal berfungsi. Sebagian besar pembeli merasa hak garansi mereka diperlambat dengan berbagai alasan teknis.
- Birokrasi dengan entitas finansial. Perusahaan pembiayaan menuntut dokumen tambahan, verifikasi ulang, dan persetujuan berlapis yang menunda perbaikan atau penggantian unit. Dalam beberapa kasus, konsumen tetap wajib membayar angsuran meski mobilnya mogok di garasi.
- Perang tanggung jawab. Dealer menyalahkan pihak pembiayaan, pembiayaan menyalahkan pabrikan, pabrikan menyalahkan bengkel resmi. Konsumen kehilangan titik kontak yang jelas.
Jalur Pengaduan yang Dipilih Konsumen
Ketika jalur informal buntu, konsumen mendaftarkan keluhan mereka ke OCU lewat daftar pengaduan publik (Lista de Reclamaciones Publikas). Mekanismenya sederhana namun efektif: keluhan dicatat, perusahaan yang disebut diminta merespons, dan pola keluhan yang menumpuk menjadi bahan aksi kolektif OCU.
«Konsumen berhak mengetahui total biaya kredit, bunga riil, dan konsekuensi tunggakan sebelum menandatangani kontrak pembiayaan di dealer.» — Pernyataan sikap OCU soal praktik pembiayaan dealer
OCU telah berulang kali memperingatkan bahwa pengajuan kredit di dealer terlihat mudah justru karena calon pembeli jarang dibekali informasi lengkap. Bunga, asuransi wajib, dan biaya administrasi kerap diselipkan dalam paket yang terlihat "sekali klik". Di sisi lain, kerusakan mekanis yang muncul setelah serah terima justru memperkuat posisi tawar konsumen — asalkan dokumentasi perbaikan tersimpan rapi.
Perbandingan Dua Jalur Penyelesaian
| Aspek | Keluhan Mekanis | Keluhan Pembiayaan |
|---|---|---|
| Pihak yang disalahkan | Dealer / bengkel resmi | Entitas finansial |
| Dokumen kunci | Nota perbaikan, laporan survei | Kontrak kredit, lembar angsuran |
| Waktu penyelesaian | Berhari-hari hingga berminggu-minggu | Bisa berbulan-bulan karena birokrasi |
| Risiko terbesar | Unit tak bisa dipakai | Tetap bayar cicilan meski mogok |
Apa yang Harus Dilakukan Konsumen
Analisis atas pola keluhan ini menunjukkan satu kesimpulan tegas: dokumentasi adalah senjata utama konsumen. OCU menyarankan langkah berikut:
- Simpan seluruh nota perbaikan, surat klaim garansi, dan tangkapan layar komunikasi dengan dealer.
- Minta rincian total biaya kredit secara terpisah dari harga kendaraan sebelum menandatangani kontrak.
- Ajukan keluhan tertulis ke dealer dan entitas finansial secara paralel, bukan bergantian.
- Daftarkan kasus ke daftar pengaduan publik OCU jika tidak ada tanggapan dalam waktu wajar.
- Pertimbangkan aksi kolektif ketika keluhan serupa menumpuk terhadap perusahaan yang sama.
Untuk konsumen Spanyol, pesan dari gelombang keluhan ini jelas: kedua masalah — kerusakan mekanis maupun birokrasi pembiayaan — tidak boleh dibiarkan saling menyalahkan tanpa jalan keluar. OCU kini menjadi titik simpul bagi ratusan pelakuan yang sebelumnya sendirian menghadapi mesin dealer dan birokrasi bank.