Serangan Drone Besar-Besaran Hantam Terminal Minyak Utama Rusia di St Petersburg
Moskow — Dalam eskalasi serangan jarak jauh yang terus meningkat, militer Ukraina meluncurkan serangan drone terhadap terminal minyak utama di St Petersburg, kota metropolitan paling utara dan te
Moskow — Dalam eskalasi serangan jarak jauh yang terus meningkat, militer Ukraina meluncurkan serangan drone terhadap terminal minyak utama di St Petersburg, kota metropolitan paling utara dan terbesar kedua di Rusia. Serangan ini secara resmi diumumkan langsung oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Sabtu (4/7) malam waktu setempat, menandai kali pertama fasilitas energi strategis di wilayah Leningrad berhasil dijangkau oleh pasukan Kyiv.
Berdasarkan laporan yang dihimpun Lurusin.com, Zelensky dalam pernyataan resminya menyebut terminal minyak tersebut sebagai “infrastruktur kunci yang menghasilkan pendapatan untuk perang Rusia”. Serangan terhadap fasilitas penyimpanan dan distribusi bahan bakar ini dinilai memiliki dampak signifikan terhadap rantai pasok logistik militer Rusia, mengingat St Petersburg adalah pusat ekspor energi utama yang menyokong anggaran pertahanan Kremlin melalui Laut Baltik.
“Terminal minyak di St Petersburg adalah infrastruktur kunci yang menghasilkan pendapatan untuk perang Rusia. Serangan ini membuktikan bahwa tidak ada target strategis di belakang garis depan yang aman dari jangkauan kami,” demikian cuplikan pernyataan Zelensky yang dikutip media kami dari siaran resmi Kyiv.
Selain terminal minyak, sumber militer Ukraina juga mengklaim bahwa pangkalan angkatan laut utama Rusia di kawasan Teluk Finlandia turut menjadi sasaran serangan. Meski belum ada konfirmasi visual independen, laporan awal menyebutkan sistem pertahanan udara Rusia di sekitar pangkalan Kronstadt sempat diaktifkan untuk menghadang puluhan drone kamikaze yang datang secara bersamaan.
Di sisi lain, Gubernur St Petersburg, Aleksandr Beglov, mengonfirmasi bahwa kota bersejarah tersebut menjadi korban serangan drone “besar-besaran” pada dini hari. Dalam pernyataan di saluran Telegram resminya, Beglov mengakui bahwa terminal minyak di wilayahnya terkena serangan langsung, namun mengeklaim tidak ada korban jiwa. “Sistem pertahanan udara bekerja menghadang sebagian besar target, tetapi satu fasilitas industri mengalami kerusakan. Tidak ada korban jiwa,” tulis Beglov, seraya meminta warga tetap tenang.
Keberhasilan Ukraina mencapai St Petersburg—yang berjarak sekitar 800 kilometer dari perbatasan kedua negara—menunjukkan peningkatan kemampuan drone jarak jauh yang dimiliki Kyiv. Selama beberapa bulan terakhir, fasilitas energi di wilayah Rusia barat, termasuk kilang minyak dan depot bahan bakar, berulang kali menjadi target serangan balasan Ukraina. Strategi ini bertujuan memutus aliran pendanaan bagi mesin perang Kremlin yang terus menggempur kota-kota di Ukraina.
Analis militer yang dihubungi Lurusin.com menilai, serangan ke St Petersburg memiliki bobot psikologis dan operasional yang besar. Selain menghantam infrastruktur vital, operasi ini mengirim pesan bahwa pusat-pusat ekonomi Rusia tidak lagi steril dari ancaman konflik. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan Rusia mengenai kerugian material yang ditimbulkan oleh serangan tersebut.
Comments (0)