Rupiah dan IHSG Kompak Menguat di Pembukaan Perdagangan 10 Juli

Pasar keuangan Indonesia membuka sesi perdagangan Kamis (10/7) dengan optimisme yang tercermin dari penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kedu...

Jul 13, 2026 - 06:49
0 0
Rupiah dan IHSG Kompak Menguat di Pembukaan Perdagangan 10 Juli

Pasar keuangan Indonesia membuka sesi perdagangan Kamis (10/7) dengan optimisme yang tercermin dari penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kedua indikator utama tersebut bergerak serempak ke zona hijau, didorong oleh kombinasi sentimen global yang kondusif dan fundamental domestik yang solid.

Rupiah Perkasa di Awal Perdagangan

Di pasar spot, rupiah dibuka menguat ke level Rp15.080 per dolar AS, menguat 45 poin atau 0,30% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp15.125. Penguatan ini melanjutkan tren positif dalam beberapa hari terakhir yang didorong oleh melemahnya indeks dolar AS secara global. Indeks dolar terhadap enam mata uang utama tercatat turun tipis ke 104,15, tertekan oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan melonggarkan kebijakan moneter setelah data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan. Di samping itu, surplus neraca perdagangan Indonesia pada Juni yang mencapai 2,8 miliar dolar AS—menurut data Badan Pusat Statistik yang dirilis pekan lalu—memberikan fondasi yang kokoh bagi stabilitas rupiah. Pelaku pasar juga merespons positif pernyataan Bank Indonesia yang menegaskan komitmennya untuk menjaga pergerakan rupiah melalui intervensi ganda di pasar spot dan domestic non-deliverable forward (DNDF).

IHSG Mendaki Sejak Menit Pertama

Sementara itu, di lantai bursa, IHSG dibuka melonjak 0,52 persen ke level 6.845,23 dan langsung mempertahankan posisinya di teritorial hijau sepanjang sesi awal. Penguatan dipimpin oleh saham-saham sektor perbankan, konsumsi, dan properti, yang kembali dilirik investor setelah mengalami koreksi teknikal pada pekan sebelumnya. Data perdagangan menunjukkan investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp456 miliar pada 15 menit pertama, menandakan kembalinya kepercayaan asing terhadap pasar modal Indonesia. Saham-saham big cap seperti BBRI, TLKM, dan ASII menjadi motor penggerak indeks. Analis menilai penguatan IHSG juga ditopang oleh laju bursa regional yang mayoritas ditutup positif sehari sebelumnya, dengan indeks MSCI Asia Pacific naik 0,7%.

Sentimen Global dan Domestik Jadi Katalis

Sejumlah sentimen kunci mewarnai pergerakan pasar hari ini. Dari sisi global, pelaku pasar mencermati rilis notulen rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan dirilis malam nanti, yang diharapkan memberi sinyal lebih jelas tentang pemangkasan suku bunga acuan pada September mendatang. Harga minyak mentah dunia yang relatif stabil di kisaran 72 dolar AS per barel turut meredakan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Sementara dari dalam negeri, angka inflasi inti yang terjaga di level 2,8 persen secara tahunan menjadi konfirmasi bahwa daya beli masyarakat tetap solid tanpa menimbulkan lonjakan harga yang tak terkendali. Rencana pemerintah untuk mempercepat proyek infrastruktur di semester kedua 2025 juga memberikan ekspektasi positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan pendapatan korporasi.

Pandangan Analis dan Prospek Sesi Lanjutan

Meskipun pembukaan memberikan sinyal positif, para analis mengingatkan bahwa sesi perdagangan masih panjang dan potensi pembalikan arah tetap ada—terutama jika data pasar tenaga kerja AS malam ini mengejutkan pelaku pasar. Kisaran support dan resistance IHSG untuk sesi ini diperkirakan berada di level 6.800 dan 6.900, sementara rupiah berpotensi melanjutkan penguatan menuju Rp15.000 per dolar AS jika volume perdagangan cukup tipis dan intervensi BI tetap agresif. Namun, faktor teknikal seperti kondisi overbought pada beberapa saham unggulan bisa memicu aksi ambil untung di paruh kedua sesi. Secara keseluruhan, pasar Indonesia memulai hari dengan optimisme yang terukur—sekaligus mencerminkan harapan akan stabilitas dan pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah dinamika global yang masih cair.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User