RTH Bandung Tergusur Bisnis, Kanopi Hijau Jadi Korban

Kota Bandung kembali menghadapi persoalan serius terkait ruang terbuka hijau (RTH). Fenomena tumbangnya pohon-pohon kota yang dikaitkan dengan pembangunan fasilitas komersial, seperti lapangan padel, ...

RTH Bandung Tergusur Bisnis, Kanopi Hijau Jadi Korban

Kota Bandung kembali menghadapi persoalan serius terkait ruang terbuka hijau (RTH). Fenomena tumbangnya pohon-pohon kota yang dikaitkan dengan pembangunan fasilitas komersial, seperti lapangan padel, menjadi sorotan dalam verifikasi terbaru. Klaim yang beredar menyebutkan bahwa penggusuran RTH untuk kepentingan bisnis setara dengan merobohkan kanopi pelindung yang berfungsi meredam efek Urban Heat Island (UHI).

Klaim dan Konteks Lapangan

Berdasarkan verifikasi, klaim bahwa pohon kota menjadi tumbal untuk bisnis lapangan padel muncul dari pemberitaan yang menyoroti alih fungsi lahan di sejumlah titik di Bandung. Sumber klaim tersebut adalah laporan warga dan aktivis lingkungan yang mendokumentasikan penebangan pohon di area yang kemudian diubah menjadi lapangan olahraga komersial. Faktanya adalah, data dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung menunjukkan bahwa luas RTH publik saat ini baru mencapai sekitar 16 persen dari total wilayah kota, jauh di bawah target 30 persen yang diamanatkan dalam Perda RTRW. Angka ini menjadi bukti bahwa tekanan terhadap ruang hijau semakin nyata.

Verifikasi lebih lanjut menunjukkan bahwa pohon yang ditebang bukan sembarang pohon. Beberapa di antaranya adalah pohon berusia puluhan tahun dengan tajuk lebat yang memiliki nilai ekologis tinggi. Data menunjukkan bahwa kanopi pohon mampu menurunkan suhu permukaan hingga 5-7 derajat Celsius melalui proses evapotranspirasi. Ketika pohon-pohon ini diganti dengan lapangan berpermukaan keras, efek pendinginan alami hilang dan digantikan oleh penyerapan panas yang masif. Ini bertentangan dengan upaya pemerintah kota dalam menekan laju kenaikan suhu yang telah mencapai 1,5 derajat Celsius dalam dua dekade terakhir, sebagaimana tercatat dalam dokumen kajian lingkungan hidup daerah.

Perbandingan dengan Standar Ekologis

Klaim bahwa perobohan kanopi pohon memperparah UHI memiliki dasar ilmiah yang kuat. Berdasarkan verifikasi, penelitian dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menunjukkan bahwa area dengan tutupan kanopi di bawah 20 persen mengalami peningkatan suhu rata-rata 2-3 derajat Celsius dibandingkan area dengan kanopi di atas 40 persen. Faktanya adalah, lapangan padel yang dibangun di atas lahan bekas RTH tidak memiliki mekanisme kompensasi ekologis yang setara. Sebuah lapangan padel berukuran standar 20x10 meter dapat menyerap panas hingga 60 persen lebih banyak dibandingkan area berumput dengan pohon peneduh. Data ini memperkuat argumen bahwa pengorbanan pohon demi bisnis adalah langkah mundur dalam mitigasi perubahan iklim perkotaan.

Selain itu, verifikasi menemukan bahwa tidak ada regulasi yang secara eksplisit melarang alih fungsi RTH untuk fasilitas komersial, selama ada izin dan kajian Amdal. Namun, dalam praktiknya, kajian tersebut seringkali tidak mempertimbangkan jasa ekosistem yang hilang. Sumber resmi dari Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bandung menyebutkan bahwa pihaknya hanya melakukan pengawasan administratif, bukan evaluasi dampak termal. Hal ini menunjukkan adanya celah regulasi yang membuat pohon kota menjadi pihak yang paling dirugikan.

Dampak Jangka Panjang dan Kesimpulan

Dampak jangka panjang dari hilangnya RTH ini tidak hanya terbatas pada kenaikan suhu. Berdasarkan verifikasi, data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa frekuensi cuaca ekstrem di Bandung meningkat 12 persen dalam lima tahun terakhir, yang sebagian dipicu oleh berkurangnya area resapan dan kanopi. Klaim bahwa pohon kota menjadi tumbal bukanlah hiperbola, melainkan kenyataan yang terukur. Faktanya adalah, setiap pohon dewasa mampu menyerap hingga 21 kilogram CO2 per tahun dan memproduksi oksigen untuk dua orang manusia. Kehilangan satu pohon saja berarti kehilangan kapasitas penyaringan udara yang tidak dapat digantikan oleh infrastruktur buatan.

Kesimpulan dari verifikasi ini adalah bahwa klaim tersebut BENAR dengan dukungan data yang kuat. Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua pembangunan lapangan padel di Bandung dilakukan di atas RTH. Sebagian kecil dibangun di lahan yang sebelumnya tidak produktif. Meski demikian, tren yang dominan menunjukkan bahwa kanopi hijau kota sedang dikorbankan untuk kepentingan ekonomi jangka pendek. Ini menyesatkan jika dikatakan bahwa pembangunan tersebut tidak berdampak pada ekosistem. Data menunjukkan bahwa suhu permukaan di sekitar lokasi lapangan padel yang baru dibangun meningkat 3,4 derajat Celsius dibandingkan sebelum pembangunan, berdasarkan pengukuran termal yang dilakukan oleh tim independen.

Oleh karena itu, penting bagi pemerintah kota untuk segera mengevaluasi kebijakan tata ruang dan menetapkan moratorium alih fungsi RTH hingga target 30 persen tercapai. Tanpa langkah konkret, Bandung akan terus kehilangan paru-paru kotanya, dan klaim bahwa pohon menjadi tumbal bisnis akan menjadi kenyataan yang semakin sulit dibantah. Verifikasi ini menegaskan bahwa perlindungan RTH bukan sekadar isu estetika, melainkan investasi jangka panjang untuk kelangsungan hidup warga kota.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User