Oct 09, 2026
factcheck

Rocky Gerung Tegaskan Sikap Kritis Tak Berubah di Wantimpres

Rocky Gerung menegaskan bahwa sikap kritis dan pandangan politiknya tidak akan mengalami perubahan meskipun kini berstatus sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Pernyataan tersebut...

Rocky Gerung Tegaskan Sikap Kritis Tak Berubah di Wantimpres

Rocky Gerung menegaskan bahwa sikap kritis dan pandangan politiknya tidak akan mengalami perubahan meskipun kini berstatus sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas berbagai spekulasi publik mengenai pergeseran posisi politiknya setelah menerima jabatan di lembaga pemerintahan tersebut.

Dalam pernyataannya, Rocky menyatakan bahwa keterlibatannya dalam Wantimpres bukan berarti ia meninggalkan tradisi kritik yang selama ini menjadi ciri khasnya. Ia menegaskan bahwa yang terjadi hanyalah perpindahan posisi dari luar struktur pemerintahan ke dalam struktur pemerintahan, tanpa mengubah substansi pemikiran maupun sikapnya terhadap berbagai isu kebangsaan.

"Saya hanya pindah dari luar ke dalam, bukan pindah dari kritis ke tidak kritis," demikian inti pernyataan yang disampaikannya, sebagaimana dikutip dari berbagai pemberitaan.

Posisi Rocky Gerung di Wantimpres

Wantimpres merupakan lembaga yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan pemerintahan. Keanggotaan lembaga ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2006 tentang Dewan Pertimbangan Presiden. Berdasarkan regulasi tersebut, anggota Wantimpres memiliki kewajiban memberikan pertimbangan kepada kepala negara, namun tidak memiliki kewenangan eksekutif dalam pengambilan keputusan.

Penunjukan Rocky Gerung sebagai anggota Wantimpres menuai berbagai reaksi publik. Sebagian pihak mempertanyakan konsistensi seorang figur yang dikenal vokal mengkritik kebijakan pemerintah, namun kemudian menerima posisi dalam struktur pemerintahan. Pertanyaan utama yang muncul adalah apakah status baru tersebut akan mempengaruhi independensi dan ketajaman kritiknya.

Rocky menjawab keraguan tersebut dengan menegaskan bahwa posisi struktural tidak secara otomatis membungkam suara kritis. Menurutnya, mekanisme kerja Wantimpres justru memungkinkan dirinya menyampaikan pandangan secara langsung kepada pengambil kebijakan, alih-alih hanya bersuara dari luar sistem.

Respons Publik dan Dinamika Politik

Reaksi publik terhadap penunjukan ini terbelah. Sebagian kalangan menilai langkah tersebut sebagai bentuk kooptasi politik terhadap tokoh kritis, sementara pihak lain melihatnya sebagai peluang untuk membawa perspektif alternatif ke dalam lingkaran pengambilan keputusan. Perdebatan ini mencerminkan dinamika politik Indonesia yang kerap mempertanyakan batas antara kritik dan keterlibatan dalam pemerintahan.

Pengamat politik mencatat bahwa fenomena tokoh kritis yang kemudian masuk ke dalam struktur pemerintahan bukan hal baru dalam sejarah politik Indonesia. Pola serupa pernah terjadi pada sejumlah figur publik yang sebelumnya berada di luar sistem, kemudian menerima posisi strategis di dalam pemerintahan. Pertanyaannya selalu sama: apakah kritik tetap terjaga, ataukah justru melemah seiring dengan status baru yang dimiliki.

Rocky Gerung sendiri menegaskan bahwa dirinya tidak akan terjebak dalam pola tersebut. Ia menyatakan komitmen untuk tetap menyuarakan pandangan berdasarkan prinsip dan analisis, bukan berdasarkan kepentingan kekuasaan. Pernyataan ini menjadi semacam jaminan publik bahwa integritasnya tidak akan dikompromikan oleh jabatan yang diembannya.

"Cuma pindah dari luar" — frasa ini menjadi kunci dari pernyataan Rocky yang menegaskan bahwa esensi sikap kritisnya tidak berubah, hanya lokasi posisinya yang bergeser.

Implikasi terhadap Peran Wantimpres

Kehadiran figure seperti Rocky Gerung di Wantimpres berpotensi mengubah dinamika internal lembaga tersebut. Dengan latar belakang sebagai akademisi dan pengamat yang terbiasa menyampaikan kritik tajam, ia diperkirakan akan membawa gaya komunikasi yang berbeda dibandingkan anggota Wantimpres pada umumnya. Hal ini bisa menjadi nilai tambah apabila mampu mendorong pertimbangan yang lebih substantif dan berbasis data.

Namun, tantangan tetap ada. Wantimpres sebagai lembaga memiliki mekanisme kerja yang terikat pada protokol pemerintahan. Kebebasan menyampaikan pendapat di dalam forum resmi berbeda dengan kebebasan berbicara di ruang publik. Rocky perlu menavigasi perbedaan ini tanpa kehilangan esensi kritik yang menjadi identitasnya.

Data menunjukkan bahwa publik akan terus mengamati apakah pernyataan Rocky tentang sikap kritis yang tidak berubah benar-benar terbukti dalam praktiknya. Verifikasi terhadap konsistensi sikap tersebut hanya bisa dilakukan melalui pengamatan jangka panjang terhadap kinerja dan pernyataan yang ia sampaikan selama menjabat sebagai anggota Wantimpres.

Kesimpulannya, pernyataan Rocky Gerung mengenai sikap kritisnya yang tidak berubah merupakan klaim yang perlu diuji melalui tindakan nyata. Publik berhak menilai berdasarkan bukti empiris, bukan sekadar pernyataan lisan. Yang jelas, perpindahan posisi dari luar ke dalam sistem pemerintahan selalu membawa konsekuensi dan ekspektasi tersendiri, dan bagaimana Rocky mengelola keduanya akan menentukan warisan intelektualnya dalam peta politik Indonesia ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS oky-pratista

Reporter Hukum. Fokus pada mafia peradilan, judicial corruption, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User