Purbaya Amankan Pendanaan Rp 303 Triliun dari Bank Infrastruktur Asia untuk Proyek Strategis 2025-2029
Jakarta, Lurusin.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berhasil mengunci komitmen pendanaan senilai US$ 17 miliar atau setara sekitar Rp 303,04 triliun dari Asian Infrastructure Investment
Jakarta, Lurusin.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berhasil mengunci komitmen pendanaan senilai US$ 17 miliar atau setara sekitar Rp 303,04 triliun dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Komitmen ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan infrastruktur nasional lima tahun ke depan.
Berdasarkan laporan yang dirangkum media kami, Purbaya mengumumkan langsung melalui akun Instagram resmi Kementerian Keuangan @menkeuri. Dalam unggahannya, ia menyebutkan bahwa dana tersebut akan digelontorkan untuk berbagai proyek pembangunan nasional yang masuk dalam rencana strategis periode 2025 hingga 2029.
“Komitmen pendanaan senilai US$ 17 miliar dari AIIB untuk mendukung berbagai proyek pembangunan nasional selama periode 2025-2029,” tulis unggahan @menkeuri, seperti dikutip Lurusin.com pada Sabtu (20/6/2026).
Kesepakatan ini menandai babak baru dalam kemitraan strategis antara Indonesia dan AIIB, lembaga keuangan multilateral yang berfokus pada pembangunan infrastruktur di kawasan Asia. Kehadiran AIIB sebagai mitra pendanaan menunjukkan kuatnya kepercayaan internasional terhadap fundamental ekonomi dan pengelolaan fiskal Indonesia di bawah kepemimpinan Purbaya.
Langkah Purbaya mendatangi langsung AIIB ini bukan sekadar seremoni diplomatik biasa. Ini adalah manuver strategis untuk memastikan Indonesia tetap mendapat porsi signifikan dalam aliran modal pembangunan global, di tengah meningkatnya persaingan antarnegara berkembang yang juga membutuhkan suntikan dana infrastruktur.
Dana sebesar US$ 17 miliar ini juga diproyeksikan memberi efek berganda bagi perekonomian domestik, mulai dari penciptaan lapangan kerja, pemerataan pembangunan, hingga akselerasi konektivitas antarwilayah. Sektor-sektor yang berpotensi menjadi prioritas antara lain transportasi, energi bersih, air bersih dan sanitasi, serta digitalisasi infrastruktur publik.
Kehadiran komitmen pendanaan ini juga menjawab sejumlah keraguan pelaku pasar pascaberbagai dinamika ekonomi global yang sempat memukul mata uang dan pasar obligasi di sejumlah negara berkembang. Purbaya melalui langkah konkret ini telah mentransmisikan sinyal positif bahwa Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik dan terpercaya.
Comments (0)