PSI Sentil Deddy PDIP soal Jokowi Injak Kepala Kerbau: Kan Bukan Kepala Banteng

Jakarta - Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus menyentil pernyataan anggota DPR Fraksi PDIP Deddy Sitorus yang menyebut prosesi injak kepala kerbau oleh Presiden ke-7 Joko Widod

Jul 07, 2026 - 23:07
0 0
PSI Sentil Deddy PDIP soal Jokowi Injak Kepala Kerbau: Kan Bukan Kepala Banteng

Jakarta - Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus menyentil pernyataan anggota DPR Fraksi PDIP Deddy Sitorus yang menyebut prosesi injak kepala kerbau oleh Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) sebagai "dagelan". Bestari menegaskan, tradisi adat dari warga Lampung itu tidak patut dipermasalahkan, apalagi hewan yang diinjak adalah kepala kerbau, bukan banteng—simbol partai berlambang moncong putih itu.

PSI Bela Prosesi Adat

Dalam keterangannya kepada media kami, Jumat (3/7/2026), Bestari mengaku heran dengan reaksi Deddy yang menuding Jokowi pura-pura tidak tahu ada prosesi tersebut saat safari politik. "Kami, saya sebagai juru bicara PSI, menceritakan apa adanya tentang prosesi adat budaya itu. Dan saya juga nggak ngerti kenapa Deddy Sitorus, anggota DPR RI dari PDIP Komisi II, kok marah-marah gitu, dengan prosesi yang dilakukan oleh warga adat Lampung," ujarnya.

Bestari menekankan bahwa simbol banteng dan kerbau jelas berbeda. "Kan itu kepala kerbau, bukan kepala banteng. Jadi tidak ada urusannya dengan partai tertentu. Ini murni penghormatan adat yang sudah turun-temurun dilakukan oleh masyarakat Lampung," tegasnya. Ia menduga sikap PDIP yang terlalu sensitif justru membuat suasana politik memanas di tengah masa transisi pemerintahan pasca-Pilpres 2024.

"Kan itu kepala kerbau, bukan kepala banteng. Jadi tidak ada urusannya dengan partai tertentu."

Konflik Simbol Politik

Sebelumnya, Deddy Sitorus secara terbuka mempertanyakan, bagaimana mungkin Presiden Jokowi tidak tahu akan ada prosesi injak kepala hewan saat kunjungannya. Deddy menyebut itu "dagelan" dan menyiratkan ada sandiwara politik yang sengaja dibuat. Namun, pihak Istana dan keluarga besar Jokowi belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan tersebut.

Prosesi menginjak kepala kerbau sendiri merupakan tradisi Begawi, ritual adat masyarakat Lampung yang biasanya dilakukan untuk menyambut tamu kehormatan. Sejumlah tokoh adat menjelaskan, ritual ini melambangkan pemecahan segala rintangan dan pemberian restu. Bukan kali ini saja pejabat tinggi terlibat dalam tradisi serupa—presiden-presiden sebelum Jokowi juga pernah mengikuti prosesi adat dengan hewan tanpa menimbulkan kontroversi.

Pengamat politik dari Lembaga Kajian Politik Nusantara, Dian Permata, menilai perdebatan ini menunjukkan betapa kentalnya nuansa simbolik dalam komunikasi politik Indonesia. "Simbol banteng sangat lekat dengan PDIP. Ketika ada hewan besar disembelih atau diinjak, partai itu mungkin merasa tersinggung. Tapi publik mesti memahami konteks budaya, bukan semata logika politik," kata Dian saat dihubungi terpisah.

Panasnya Hubungan PSI dan PDIP

Bentrokan retorika antara PSI dan PDIP bukan hal baru. Sejak Pemilu 2024, kedua partai kerap bersitegang, terutama terkait posisi Jokowi yang hubungannya dengan PDIP memburuk setelah putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, maju sebagai wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto. PSI yang dikenal sebagai pendukung setia Jokowi kerap menjadi tameng untuk melawan serangan-serangan dari kubu PDIP.

Meski demikian, Bestari berharap polemik ini tidak berlarut-larut dan menyarankan semua pihak fokus pada persoalan yang lebih substansial. "Kita harus dewasa dalam berpolitik. Jangan karena beda pilihan, lalu budaya dan tradisi pun dijadikan alat untuk saling serang," tutupnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
oky-pratista

Editor Edukasi Media. Editor konten literasi media bagi pembaca.

Comments (0)

User