Pria Tewas Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu, Polisi Olah TKP
Seorang pria dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tragis tertemper kereta rel listrik (KRL) di kawasan Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan. Peristiwa nahas itu terjadi pada Kami
Seorang pria dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tragis tertemper kereta rel listrik (KRL) di kawasan Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan. Peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 15.44 WIB, yang langsung memicu respons cepat dari aparat kepolisian setempat. Hingga berita ini diturunkan, tim identifikasi dari Polsek Ciputat Timur masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap detil kronologi dan penyebab pasti kejadian.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar, membenarkan adanya insiden yang menelan korban jiwa tersebut saat dikonfirmasi awak media, Kamis sore. Ia menjelaskan bahwa korban berjenis kelamin laki-laki, meskipun data identitas lengkapnya belum dapat dipublikasikan sebelum pihak keluarga menerima pemberitahuan resmi.
"Benar, ada sebuah kejadian yang sebabkan orang meninggal dunia. Korban laki-laki," ujar Kompol Bambang Askar.
Informasi awal mengenai kejadian ini diterima kepolisian dari seorang petugas keamanan dalam (PKD) yang bertugas di area stasiun. Petugas tersebut melaporkan temuan seorang pria dalam kondisi kritis di sekitar jalur rel kereta. Sayangnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan, dan ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Belum diketahui secara pasti apakah korban merupakan penumpang reguler, warga sekitar, atau individu yang melintas di area terlarang tersebut.
Proses olah TKP yang digelar kepolisian berlangsung dengan pengamanan ketat lantaran arus lalu lintas KRL di jalur tersebut tetap beroperasi normal. Petugas berkoordinasi dengan pihak stasiun untuk memastikan aktivitas perjalanan kereta tidak terganggu selama pengumpulan barang bukti dan evakuasi jenazah. Investigasi awal difokuskan pada rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar stasiun, serta keterangan saksi-saksi di lapangan, guna merekonstruksi detik-detik menjelang tertempernya korban.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan keselamatan dan tidak memasuki area perlintasan maupun jalur kereta tanpa izin. Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan di sekitar infrastruktur transportasi publik yang padat aktivitas. Tim Lurusin.com masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari pihak berwenang terkait hasil identifikasi korban dan dugaan faktor penyebab kecelakaan. Hingga saat ini, jenazah telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk keperluan visum dan identifikasi lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Comments (0)