NEW DELHI — Di tengah ketegangan geopolitik global dan pergeseran kekuatan ekonomi dunia, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di New Delhi, India, menyajikan diplomasi lingkungan yang sarat pesan simbolis. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama jajaran kepala negara dan pemerintahan anggota BRICS melakukan aksi penanaman pohon banyan di pelataran ikonik Bharat Mandapam pada Sabtu, 12 September 2026.
Aksi kolektif ini bukan sekadar seremoni seremonial di sela agenda padat forum ekonomi multilateral tersebut. Penanaman pohon banyan—yang dikenal sebagai pohon nasional India dengan perakaran kokoh dan daya tahan luar biasa—menjadi manifestasi komitmen negara-negara Global South terhadap transisi keberlanjutan dan ketahanan iklim jangka panjang.
Diplomasi Simbolik di Pelataran Bharat Mandapam
Berdasarkan laporan resmi Sekretariat Presiden, rangkaian agenda hijau ini digelar tepat di area sekitar patung megah Nataraj Statue, salah satu landmark kebudayaan terkemuka di kompleks pertemuan internasional Bharat Mandapam. Suasana diplomasi multilateral terlihat cair saat para pemimpin dunia berbaur sebelum memasuki sesi penanaman.
"Aksi penanaman pohon banyan oleh para pemimpin dunia membawa pesan fundamental tentang urgensi menjaga kelestarian ekosistem. Pohon banyan merefleksikan daya tahan, umur panjang, serta fondasi kerja sama multilateral yang kokoh demi kemaslahatan masyarakat global," demikian petikan keterangan tertulis dari Sekretariat Presiden.
Kronologi Aksi Penanaman Pohon di KTT BRICS
Berdasarkan pantauan langsung jalannya rangkaian acara di lokasi pertemuan, berikut adalah urutan jalannya agenda diplomasi lingkungan para delegasi tinggi negara anggota BRICS:
- Sesi Foto Resmi Pemimpin Dunia: Acara diawali dengan sesi pemotretan bersama seluruh kepala negara dan pemerintahan. Dalam momentum tersebut, Presiden Prabowo Subianto berdiri berdampingan secara langsung dengan Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, memperlihatkan kedekatan diplomatik kedua negara mitra.
- Mobilisasi Bersama ke Titik Penanaman: Para pemimpin negara kemudian serentak berjalan kaki menuju area tanam yang telah disiapkan khusus di sekitar pelataran Nataraj Statue.
- Penimbunan Tanah Menggunakan Sekop: Tiba di titik bibit masing-masing, Presiden Prabowo mengambil sekop dan memindahkan tanah gembur dari karung goni untuk menimbun perakaran bibit pohon banyan.
- Penyiraman Simbolis Menggunakan Gembor: Sebagai tahap akhir, Kepala Negara menuangkan air secara merata ke atas tanah bibit tanaman menggunakan gembor penyiram, menandai resminya penanaman pohon persahabatan tersebut.
Makna Filosofis Pohon Banyan dan Arah Koalisi Hijau
Pilihan varietas pohon banyan (Ficus benghalensis) memuat pesan strategis. Tanaman yang mampu hidup ratusan tahun dengan sistem akar gantung yang menopang dahan-dahan besarnya dinilai menjadi personifikasi dari aliansi BRICS: bertumbuh besar, mandiri, dan berakar kuat di tengah disrupsi global.
Keterlibatan aktif Indonesia dalam aksi penanaman pohon ini menegaskan komitmen nyata pemerintah dalam mendorong diplomasi hijau di panggung internasional. Partisipasi Presiden Prabowo menggarisbawahi bahwa pembangunan ekonomi negara berkembang tidak boleh mengorbankan daya dukung ekologis demi masa depan bumi yang berkelanjutan.
Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri aksi tanam pohon banyan bersama para kepala negara anggota BRICS di area Nataraj Statue, Bharat Mandapam, New Delhi, Sabtu (12/9/2026). Pohon banyan dipilih sebagai simbol ketangguhan, umur panjang, dan komitmen pelestarian lingkungan global. Simak laporan lengkapnya hanya di Lurusin.com.
Comments (0)