Presiden Prabowo: Nuklir Bisa Bermanfaat, Tapi Juga Mampu Menghancurkan Peradaban

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangan mendalam mengenai dua sisi mata pisau teknologi, khususnya energi nuklir. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa meskipun nuklir menawarkan

Jul 06, 2026 - 13:34
0 0
Presiden Prabowo: Nuklir Bisa Bermanfaat, Tapi Juga Mampu Menghancurkan Peradaban

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangan mendalam mengenai dua sisi mata pisau teknologi, khususnya energi nuklir. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa meskipun nuklir menawarkan segudang manfaat bagi kehidupan manusia, potensi kehancuran yang dibawanya tidak bisa diabaikan begitu saja.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo di hadapan para rektor dan guru besar dalam acara penutupan Sarasehan Konsorsium Sains dan Teknologi Indonesia (KSTI) yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada Minggu (28/6/2026).

Nuklir: Antara Manfaat dan Malapetaka

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo tidak memungkiri peran vital nuklir dalam memajukan berbagai sektor. Ia menggambarkan teknologi atom tersebut sebagai anugerah sains yang dapat dimanfaatkan untuk bidang medis, mulai dari diagnosis hingga terapi kanker, hingga pengembangan di sektor pertanian untuk menciptakan bibit unggul. Namun, di saat yang bersamaan, ia memperingatkan bahwa senjata nuklir adalah ancaman eksistensial yang nyata.

Secara eksplisit, Presiden mengibaratkan bahwa daya rusak nuklir begitu dahsyat hingga mampu menghabiskan peradaban manusia dalam sekejap. Pernyataan tegas ini dilontarkan untuk mengingatkan para akademisi akan tanggung jawab moral dalam pengembangan teknologi.

Bayang-bayang Perang Dunia

Presiden Prabowo mulanya membahas skenario global yang mencemaskan. Ia menyoroti bagaimana ketegangan geopolitik di belahan dunia lain dapat langsung berimbas pada Indonesia, meskipun bangsa ini tidak terlibat konflik dan tidak bermusuhan dengan pihak mana pun. Laporan dari berbagai media internasional memang tengah menyoroti meningkatnya retorika nuklir di beberapa kawasan konflik.

"Bumi kita, planet kita, sudah semakin menjadi kecil karena sains dan teknologi. Sekarang, kejadian di tempat yang berjarak belasan ribu kilometer bisa berpengaruh langsung kepada kehidupan kita. Kita tidak bertikai, kita tidak bermusuhan dengan siapa pun, tapi jika ada perang nuklir di satu belahan dunia, kita pasti akan kena dampaknya," ujar Presiden Prabowo dengan nada serius, sebagaimana dikutip dari laporan langsung di lokasi acara.

Pernyataan ini menjadi pengingat keras bahwa di era globalisasi dan teknologi maju, tidak ada negara yang benar-benar steril dari dampak perang berskala besar. Jatuhan debu radioaktif, gangguan iklim, dan krisis pangan global adalah sedikit dari sekian banyak efek domino yang akan dirasakan seluruh penghuni bumi.

Oleh karena itu, Kepala Negara mengajak seluruh elemen bangsa, terutama kalangan kampus dan peneliti, untuk terus mengedepankan riset yang berorientasi pada perdamaian dan kemanusiaan. Pemanfaatan teknologi nuklir harus diarahkan sepenuhnya untuk kesejahteraan, bukan untuk menciptakan rasa takut atau ancaman pemusnahan massal.

Melalui forum sarasehan tersebut, Presiden berharap para ilmuwan Indonesia mampu menjadi benteng moral dalam memastikan bahwa penguasaan sains dan teknologi oleh bangsa ini selaras dengan prinsip-prinsip kemanusiaan universal, sehingga tragedi yang bisa menghabiskan peradaban tidak pernah menjadi kenyataan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dina-aulia

Editor Cek Fakta. Editor naskah cek fakta sebelum publikasi.

Comments (0)

User