Aug 24, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Prabowo Subianto Resmi Lantik Kepala BGN dan URI

Presiden Prabowo Subianto menggelar upacara pelantikan sejumlah pemimpin lembaga strategis di Istana Kepresidenan pada Rabu sore. Suasana khidmat menyelimuti prosesi pengambilan sumpah yang menandai b...

Prabowo Subianto Resmi Lantik Kepala BGN dan URI

Presiden Prabowo Subianto menggelar upacara pelantikan sejumlah pemimpin lembaga strategis di Istana Kepresidenan pada Rabu sore. Suasana khidmat menyelimuti prosesi pengambilan sumpah yang menandai bergabungnya wajah-wajah baru dalam jajaran eksekutif nasional.

Sudaryono Resmi Pimpin Badan Gizi Nasional

Fokus utama tertuju pada pelantikan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menggantikan Nanik yang telah menyelesaikan masa tugasnya. Serah terima kepemimpinan ini terjadi di tengah percepatan target penurunan angka malnutrisi di Indonesia, yang masih menjadi pekerjaan rumah besar. Berdasarkan data terbaru, prevalensi stunting nasional masih tercatat di kisaran 21,6 persen, sehingga BGN menjadi salah satu lembaga paling vital dalam arsitektur pembangunan manusia.

BGN tidak hanya bertanggung jawab atas program pemberian makanan tambahan, tetapi juga mengoordinasikan intervensi gizi spesifik dan sensitif lintas sektor. Sejak dibentuk, badan ini telah menyusun peta jalan gizi nasional yang ambisius. Nanik, pendahulu Sudaryono, dikenal sebagai arsitek program dapur komunitas dan fortifikasi pangan di wilayah tertinggal. Kepemimpinan Sudaryono diharapkan membawa lompatan inovasi, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital untuk pemantauan status gizi real-time.

Presiden Prabowo dalam sambutannya menegaskan bahwa Indonesia tidak bisa lagi mentoleransi kesenjangan gizi. "Setiap rupiah yang dialokasikan untuk gizi harus berdampak langsung pada perbaikan berat dan tinggi badan anak-anak kita. Tidak ada proyek mercusuar tanpa hasil konkret," ujarnya. Sudaryono, yang sebelumnya dikenal sebagai praktisi kesehatan publik dan advokat gizi anak, dinilai memiliki kapasitas untuk menjawab tantangan tersebut.

URI Dipimpin Dr. Anindya Prameswari

Di samping BGN, Presiden juga melantik pimpinan baru Unit Riset Inovasi (URI), yakni Dr. Anindya Prameswari. URI merupakan lembaga yang dibentuk untuk menjadi penghubung antara dunia riset dan kebutuhan praktis industri maupun kebijakan. Dr. Anindya, yang sebelumnya adalah Deputi Teknologi di kementerian terkait, memiliki pengalaman luas dalam mengelola proyek riset terapan berskala nasional.

Sejak berdiri, URI telah memfasilitasi puluhan proyek kolaborasi strategis antara universitas, lembaga penelitian, dan korporasi. Di bawah kepemimpinan baru, URI diharapkan mempercepat hilirisasi inovasi di sektor-sektor prioritas seperti pangan, energi baru terbarukan, dan kecerdasan buatan. Presiden memberikan arahan khusus agar URI segera merancang program riset yang terintegrasi dengan BGN, sehingga hasil litbang dapat langsung diadopsi dalam program perbaikan gizi masyarakat.

"Kita perlu menciptakan solusi pangan bergizi berbasis sumber daya lokal yang dikembangkan melalui penelitian. URI dan BGN harus menjadi dua sisi mata uang," pesan Presiden kepada kedua pemimpin baru tersebut.

Arahan Strategis untuk Jajaran Baru

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan beberapa prinsip yang harus dipegang teguh oleh seluruh pejabat yang dilantik. Pertama, integritas mutlak; tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang. Kedua, kecepatan aksi; birokrasi tidak boleh berbelit-belit. Ketiga, orientasi hasil; program harus terukur dan dirasakan langsung oleh rakyat. Presiden meminta agar seluruh pimpinan lembaga bekerja dengan semangat kolaboratif, menghindari ego sektoral yang seringkali menjadi hambatan.

Presiden juga menyoroti pentingnya sinergi antara lembaga teknis seperti BGN dan URI dengan kementerian koordinator. Ia menginstruksikan agar kedua lembaga tersebut segera menyusun rencana aksi 100 hari pertama untuk menunjukkan komitmen dan kapasitas mereka.

Harapan Publik dan Langkah ke Depan

Pelantikan ini disambut dengan beragam harapan dari masyarakat. Kehadiran pemimpin baru di BGN dan URI dianggap sebagai momentum untuk merevitalisasi program-program yang selama ini dinilai kurang optimal. Publik menunggu gebrakan konkret, terutama dalam upaya pengentasan stunting dan komersialisasi inovasi lokal yang dapat meningkatkan daya saing ekonomi.

Prosesi pelantikan yang berlangsung di Istana Merdeka dihadiri oleh Wakil Presiden, para menteri, serta tamu undangan terbatas. Protokol kesehatan dan keamanan diterapkan dengan ketat. Satu per satu, pejabat yang dilantik mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden, diawali dengan ikrar setia kepada Pancasila dan UUD 1945.

Dengan formasi baru ini, pemerintah optimistis dapat mendorong kinerja kabinet yang semakin solid. Langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa setiap jabatan yang diisi benar-benar menjadi motor penggerak perubahan, bukan sekadar pergantian nama. Rakyat menanti bukti, bukan sekadar janji.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User