Minister Pertahanan Republik Indonesia sekaligus Presiden terpilih Prabowo Subianto hadir dalam upacara pembukaan Muktamar Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan di Stadion KBAL Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan candaan kepada Ketua Umum PBNU Gus Yahya Staquf yang menarik perhatian hadirin.
Permintaan KTA Secara Berseloroh
Dalam pidato singkatnya, Prabowo secara blak-blakan meminta agar dirinya segera mendapatkan Kartu Tanda Anggota ormas terbesar di Indonesia tersebut. Mantan Danjen Kopassus ini bahkan menyinggung bahwa kartu anggota itu seharusnya sudah menjadi tanggung jawab Gus Yahya untuk menyerahkannya. Pernyataan tersebut disampaikan dengan nada berkelakar yang membuat suasana menjadi hidup.
Prabowo tidak sekadar meminta, ia bahkan sampai mengancam akan kembali hadir pada acara penutupan muktamar nanti apabila kartu tersebut belum juga diberikan. Kalimat bernada humor ini sontak mengundang tawa dari ribuan peserta muktamar yang hadir di lokasi acara. Kedekatan antara Prabowo dan Gus Yahya seolah menjadi modal utama dalam candaan yang dilontarkan tersebut.
Hubungan Prabowo dan NU
Kedatangan Prabowo ke muktamar ini bukan tanpa alasan. Selama bertahun-tahun, hubungan antara Prabowo dan komunitas Nahdlatul Ulama sudah terjalin dengan cukup baik. Banyak kalangan yang menilai bahwa dukungan basis massa NU menjadi salah satu faktor penting dalam kemenangan Prabowo pada Pemilihan Presiden lalu.
Pada kesempatan lain, Prabowo juga tidak jarang menunjukkan kedekatannya dengan para kiai dan habib yang menjadi tokoh sentral dalam organisasi yang berbasis di Jalan Kramat Raya ini. Kedatangannya ke Samarinda menjadi bukti nyata bagaimana ia menjaga hubungan baik dengan salah satu organisasi masyarakat Islam terbesar di Tanah Air.
Simbol Keanggotaan yang Diminta
Kartu Tanda Anggota atau KTA memang bukan sekadar kartu biasa dalam tubuh organisasi NU. Kartu tersebut memiliki makna simbolis yang cukup dalam bagi pemiliknya. Dengan memiliki KTA, seseorang secara resmi diakui sebagai bagian dari komunitas Nahdlatul Ulama yang memiliki jumlah anggota mencapai puluhan juta jiwa tersebar di seluruh pelosok Indonesia.
Permintaan KTA oleh Prabowo sebenarnya bisa dibaca sebagai bentuk kehormatan yang ia berikan kepada organisasi ini. Ia seolah ingin menunjukkan bahwa ia tidak sekadar mendukung, tetapi juga ingin menjadi bagian dari komunitas tersebut secara formal.
Dukungan Politik dan Dinamika Muktamar
Muktamar sendiri merupakan forum tertinggi dalam struktur organisasi NU. Acara ini diselenggarakan setiap lima tahun sekali dan menjadi momento penting untuk menentukan arah kebijakan organisasi ke depan. Pada muktamar kali ini, berbagai isu strategis dibahas termasuk peran NU dalam konteks politik nasional.
Kehadiran Prabowo di acara pembukaan menjadi sinyal positif bagi hubungan antara pemerintahan terpilih dengan organisasi yang didirikan oleh KH Hasyim Asyari tersebut. Beberapa pihak menilai bahwa kedatangannya ini juga merupakan strategi politik untuk menjaga silaturahmi dengan basis massa yang selama ini menjadi lumbung suara penting dalam dinamika politik elektoral Indonesia.
Meskipun disampaikan secara candaan, permintaan KTA oleh Prabowo Subianto kepada Gus Yahya Staquf menunjukkan bahwa hubungan keduanya terjalin dengan cukup akrab. Candaan tersebut tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga mencerminkan kedekatan emosional dan politik yang terbangun selama bertahun-tahun antara sosok Prabowo dan komunitas Nahdlatul Ulama.
Comments (0)