Sep 02, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Baku Tembak di Lampung: DPO Narkoba Tewas, Tiga Polisi Luka

Lampung — Seorang buronan yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus narkoba tewas setelah terlibat baku tembak dengan aparat Kepolisian Daerah Lampung. Peristiwa yang berlangsung pada Seni...

Baku Tembak di Lampung: DPO Narkoba Tewas, Tiga Polisi Luka

Lampung — Seorang buronan yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus narkoba tewas setelah terlibat baku tembak dengan aparat Kepolisian Daerah Lampung. Peristiwa yang berlangsung pada Senin dini hari di kawasan Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan itu juga menyebabkan tiga anggota kepolisian mengalami luka-luka, satu di antaranya tertembak di bagian perut.

Kronologi Operasi Penangkapan

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima dari Kepolisian Resor Lampung Selatan, operasi penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Satuan Reserse Narkoba dan Brimob setelah melakukan pengintaian selama dua pekan. Target operasi adalah AS (35), warga Kelurahan Rajabasa, Bandar Lampung, yang telah masuk daftar buronan sejak tiga bulan lalu karena terlibat dalam jaringan peredaran sabu-sabu lintas provinsi. Saat tim mendatangi lokasi persembunyian berupa sebuah rumah kontrakan di pinggir jalan raya, pelaku yang diduga mengetahui kedatangan polisi langsung melepaskan tembakan. Aparat terpaksa memberikan tembakan balasan untuk melindungi diri dan anggota lainnya.

Baku tembak berlangsung sekitar 15 menit. Pelaku akhirnya tertembak di bagian dada dan dinyatakan meninggal dunia di tempat. Dari hasil olah tempat kejadian perkara, tim menemukan sepucuk pistol revolver rakitan, puluhan butir amunisi, serta satu bungkusan besar sabu-sabu seberat 500 gram yang diduga siap edar. Kapolres Lampung Selatan, AKBP Yudo Haryanto, dalam konferensi pers menyatakan bahwa tindakan tegas terpaksa diambil karena pelaku memberikan perlawanan bersenjata. “Kami telah memberikan peringatan, namun pelaku tidak mengindahkan dan terus menembak,” ujarnya.

Kondisi Anggota Polisi yang Terluka

Tiga personel yang mengalami luka dalam insiden tersebut adalah Bripka Rino (luka tembak di perut bagian kanan), Briptu Andika (luka lecet pada lutut akibat terjatuh saat menghindari tembakan), dan Aipda Dimas (luka robek di lengan kiri akibat pecahan kaca). Bripka Rino kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Abdul Moeloek, Bandar Lampung. Tim dokter berhasil mengeluarkan proyektil yang bersarang di usus dan kondisi korban dilaporkan stabil meskipun masih dalam pengawasan. Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika, menjenguk para korban pada Selasa pagi dan menyatakan apresiasi atas dedikasi anggota di lapangan. “Kami doakan agar lekas pulih dan bisa kembali bertugas,” katanya dalam rilis resmi yang dibagikan ke media.

Pihak kepolisian juga menyampaikan bahwa seluruh anggota yang terluka telah mendapatkan santunan dan akan difasilitasi pengobatan hingga sembuh total. Selain itu, tim provost telah melakukan pendalaman untuk memastikan prosedur operasi standar dilaksanakan dengan benar. Tidak ada temuan pelanggaran dari hasil sementara pemeriksaan.

Dampak dan Tindak Lanjut

Kasus ini menjadi sorotan publik karena menunjukkan tingginya risiko yang dihadapi aparat dalam pemberantasan narkoba di Lampung. Data dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung mencatat bahwa sepanjang tahun 2024, terdapat 187 kasus peredaran narkoba dengan 245 tersangka, meningkat 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sabu-sabu masih menjadi jenis narkotika yang paling dominan, mencapai 70 persen dari total barang bukti yang disita. Kapolres Lampung Selatan menegaskan bahwa operasi serupa akan terus digalakkan untuk menekan peredaran gelap narkoba. “Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan narkoba. Operasi di wilayah hukum kami akan diperluas ke desa-desa yang diduga menjadi titik rawan,” tambah AKBP Yudo Haryanto.

Sementara itu, ahli forensik dari Universitas Lampung, Dr. Fajar Nugroho, menilai bahwa baku tembak semacam ini kerap terjadi ketika pelaku memiliki akses terhadap senjata api ilegal. Ia mendorong pengawasan yang lebih ketat terhadap peredaran senjata rakitan di masyarakat. “Penegakan hukum harus diimbangi dengan pencegahan, termasuk pengendalian bahan baku pembuatan senjata,” ujarnya dalam sebuah wawancara telepon. Pemerintah daerah setempat juga berencana menggelar sosialisasi bahaya narkoba di sekolah-sekolah dan tempat ibadah dalam waktu dekat.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah pelaku masih berada di kamar mayat RSUD Natar menunggu proses identifikasi lebih lanjut. Pihak keluarga telah dihubungi untuk proses pemakaman. Kasus ini masih dalam pengembangan untuk mengungkap jaringan pemasok senjata dan narkoba yang lebih luas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hafiz-rahman

Data Journalist. Mengungkap fakta melalui data. Spesialisasi: analisis forensik digital.

Comments (0)

User