Prabowo Kecam Pemimpin Pendukung Pembakaran Fasilitas Publik

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan peringatan keras kepada sejumlah pihak yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas nasional melalui seruan destruktif. Dalam pidato peringatan Hari Koperasi Na...

Jul 13, 2026 - 11:56
0 0

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan peringatan keras kepada sejumlah pihak yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas nasional melalui seruan destruktif. Dalam pidato peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-79, ia menyoroti ancaman kerusuhan yang disertai pembakaran fasilitas publik sebagai tindakan yang tak dapat ditoleransi.

Seruan Pembakaran sebagai Bentuk Pengkhianatan

Di hadapan ribuan anggota dan pengurus koperasi yang hadir, Presiden menegaskan bahwa siapa pun yang menganjurkan perusakan aset negara, khususnya pembakaran gedung atau pasar milik rakyat, tidak layak menyandang amanah kepemimpinan. Ia menyebut tindakan demikian sebagai pengkhianatan terhadap bangsa karena mengorbankan kepentingan rakyat kecil yang menggantungkan hidup pada fasilitas tersebut.

Menurut Prabowo, koperasi adalah wujud konkret gotong royong ekonomi yang harus dilindungi dari ancaman apa pun, termasuk dari provokasi yang menginginkan kehancuran. Ia menghubungkan pentingnya menjaga fasilitas umum dengan semangat koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. “Tidak ada koperasi yang bisa tumbuh di atas puing-puing gedung yang dibakar,” tegasnya, menyiratkan bahwa stabilitas adalah prasyarat mutlak bagi kesejahteraan bersama.

Konteks Pidato di Hari Koperasi

Pidato tersebut disampaikan dalam suasana reflektif atas perjalanan gerakan koperasi Indonesia yang telah berusia 79 tahun. Presiden menggunakan momen itu untuk mengingatkan bahwa koperasi, yang kini menaungi puluhan juta anggota di seluruh negeri, sangat rentan terhadap gejolak sosial. Fasilitas seperti pasar tradisional, gudang penyimpanan, dan pusat distribusi—yang banyak dikelola koperasi—menjadi sasaran empuk ketika terjadi kerusuhan. Oleh karena itu, seruan untuk membakar fasilitas semacam itu bukan hanya tindakan kriminal, melainkan juga pengkhianatan terhadap pilar ekonomi bangsa.

Presiden juga mengaitkan pesan ini dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor koperasi melalui berbagai program pendanaan dan pendampingan. Ia menekankan bahwa upaya pembangunan selama bertahun-tahun bisa sirna dalam semalam jika ada pemimpin yang justru mengompori tindakan anarkis. “Pemimpin sejati adalah yang memadamkan api, bukan yang menyiram bensin ke bara,” ujarnya dengan nada tegas.

Implikasi Hukum dan Politik

Pernyataan ini memiliki bobot hukum dan politik yang kuat. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, pemerintah telah memperingatkan bahwa setiap ajakan untuk melakukan perusakan fasilitas publik dapat dikenai pasal makar atau penghasutan sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Dengan menyebut “pengkhianat”, Presiden memberikan sinyal bahwa penegakan hukum akan diterapkan tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang mencoba memanfaatkan massa untuk aksi pembakaran.

Pengamat politik melihat langkah ini sebagai upaya pencegahan dini terhadap potensi ketidakstabilan menjelang periode-periode krusial dalam siklus politik dan ekonomi nasional. Pesan tersebut juga dianggap sebagai panggilan kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh politik dan organisasi massa, untuk menjaga ketertiban umum dan tidak menjadikan kerusakan sebagai alat perjuangan.

Respons Masyarakat Koperasi

Di kalangan peserta peringatan, pernyataan Presiden disambut dengan sikap mendukung. Banyak di antara mereka yang merupakan pengelola koperasi dan pelaku usaha kecil mengaku trauma dengan kerusuhan masa lalu yang menghanguskan tempat usaha mereka. Bagi mereka, perlindungan terhadap aset fisik koperasi bukan hanya soal hukum, melainkan soal keberlangsungan mata pencaharian jutaan orang. Pidato ini dinilai tepat untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa kerusuhan bukan solusi, melainkan musibah bagi rakyat sendiri.

Dengan demikian, peringatan Hari Koperasi Nasional tahun ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga panggung penegasan sikap negara terhadap ancaman yang dapat meruntuhkan sendi-sendi ekonomi rakyat. Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai simbol daya tahan bangsa, dan siapa pun yang mencoba menghancurkannya, menurut dia, berarti telah menempatkan diri sebagai musuh rakyat.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dina-aulia

Reporter Investigasi. Meliput isu lingkungan, tambang ilegal, dan deforestasi.

Comments (0)

User