Aug 28, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Prabowo Instruksikan Sekolah Tetap Berjalan Pascagempa NTT

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar kegiatan belajar mengajar di wilayah Nusa Tenggara Timur yang terdampak gempa tetap berlangsung. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mencegah terhentinya...

Prabowo Instruksikan Sekolah Tetap Berjalan Pascagempa NTT

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar kegiatan belajar mengajar di wilayah Nusa Tenggara Timur yang terdampak gempa tetap berlangsung. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mencegah terhentinya pendidikan selama proses penanganan darurat dan pemulihan fasilitas publik.

Instruksi itu mencakup penyediaan ruang belajar sementara bagi sekolah yang mengalami kerusakan atau belum dapat digunakan secara normal. Pemerintah menyiapkan tambahan tenda darurat yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pembelajaran hingga bangunan sekolah dinyatakan aman.

Pendidikan Tetap Berjalan dalam Masa Darurat

Keberlanjutan sekolah menjadi bagian dari respons pemerintah setelah gempa melanda sejumlah wilayah di NTT. Sekolah yang terdampak tidak diarahkan untuk menghentikan seluruh aktivitasnya. Kegiatan pendidikan dapat dipindahkan ke tempat yang lebih aman dengan menyesuaikan kondisi setiap daerah.

Penggunaan tenda darurat memungkinkan guru dan siswa tetap menjalankan proses pembelajaran tanpa menunggu seluruh perbaikan bangunan selesai. Penempatan ruang sementara perlu memperhatikan keamanan, kapasitas, akses air bersih, sanitasi, serta perlindungan siswa dari cuaca.

Tenda Disiapkan sebagai Kelas Sementara

Pemerintah menambah ketersediaan tenda untuk mendukung sekolah yang tidak dapat memakai ruang kelas permanen. Fasilitas tersebut berfungsi sebagai solusi sementara, bukan pengganti permanen bagi bangunan sekolah yang rusak.

Pengelolaan kelas darurat membutuhkan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, dan masyarakat. Jadwal belajar dapat diatur secara bergiliran apabila jumlah tenda belum sebanding dengan kebutuhan ruang kelas.

Selain tempat belajar, sekolah dalam situasi pascabencana juga dapat digunakan untuk menyampaikan informasi keselamatan kepada siswa. Materi pembelajaran perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan agar kegiatan pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan kebutuhan pemulihan.

Keamanan Siswa Menjadi Pertimbangan Utama

Keputusan untuk membuka kembali sekolah harus didasarkan pada pemeriksaan kondisi bangunan dan lingkungan sekitar. Ruang kelas yang mengalami kerusakan struktural tidak boleh digunakan sebelum dinyatakan layak. Kegiatan belajar sementara harus ditempatkan di area yang tidak berisiko terkena reruntuhan, longsor, atau gangguan susulan.

Dalam pelaksanaannya, kepala sekolah dan pemerintah daerah perlu memetakan tingkat kerusakan setiap satuan pendidikan. Sekolah dengan kerusakan ringan dapat menjalankan pembelajaran secara terbatas, sedangkan sekolah yang membutuhkan perbaikan besar memerlukan lokasi alternatif atau sistem belajar bergilir.

Perhatian juga diperlukan terhadap kondisi psikologis anak setelah mengalami bencana. Guru dapat mengintegrasikan dukungan dasar dan komunikasi keselamatan selama proses belajar berlangsung. Pendekatan tersebut membantu sekolah berfungsi sebagai ruang pendidikan sekaligus bagian dari pemulihan komunitas.

Pemulihan Fasilitas Dilakukan Bertahap

Tenda darurat hanya menjawab kebutuhan jangka pendek. Pemerintah tetap perlu melanjutkan pendataan kerusakan, perbaikan gedung, penyediaan perlengkapan sekolah, dan pemulihan sarana pendukung. Proses tersebut menentukan kapan kegiatan belajar dapat dikembalikan ke ruang kelas permanen.

Ketersediaan meja, kursi, papan tulis, buku, alat pembelajaran, penerangan, dan fasilitas sanitasi menjadi unsur penting dalam penyelenggaraan kelas sementara. Tanpa dukungan tersebut, pembukaan sekolah berisiko tidak menghasilkan proses belajar yang efektif.

Prabowo meminta agar penanganan pendidikan tidak terhenti selama masa tanggap darurat. Arah kebijakan pemerintah adalah mempertahankan akses belajar sambil memastikan keselamatan siswa dan guru. Tambahan tenda diharapkan mengurangi gangguan terhadap kegiatan sekolah sebelum fasilitas permanen pulih.

Inti kebijakan: sekolah terdampak gempa di NTT diarahkan untuk tetap menyelenggarakan pembelajaran melalui penggunaan ruang sementara, termasuk tenda darurat, dengan pelaksanaan yang menyesuaikan tingkat kerusakan dan standar keselamatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User